Profil Peter Handke - Pemenang Nobel Sastra 2019

Peter Handke adalah sastrawan Austria yang meraih Nobel Sastra 2019


Natalia Bulan Retno Palupi

Profil Peter Handke - Pemenang Nobel Sastra 2019
Instagram/nobelprize_org
Peter Handke Nobelis Sastra 2019 dan Olga Tokarczuk Nobelis Sastra 2018 

Peter Handke adalah sastrawan Austria yang meraih Nobel Sastra 2019




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peter Handke adalah novelis, penyair, esais, dan dramawan Austria yang memenangkan Nobel Sastra 2019.

Peter Handke disebut-sebut sebagai sebagai satu di antara penulis berbahasa Jerman yang paling orisinil pada paruh kedua abad ke-19.

Namun, Peter Handke juga dianggap sebagai sastrawan kontroversial karena mendukung ideologi ektrem-kanannya Slobodan Milosevic.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 3 Oktober 1889, Carl von Ossietzky Peraih Nobel Perdamaian 1935 Lahir

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 2 Oktober 1852, William Ramsay, Peraih Nobel Kimia 1904 Lahir

Peter Handke
Peter Handke

  • Kehidupan dan karier awal


Peter Handke lahir pada 6 Desember 1942 di Griffen, Austria.

Ibunya bernama Maria, seorang minoritas Slovenia yang juga lahir di Griffen.

Ayahnya adalah seorang prajurit Jerman yang baru Handke temui ketika sudah dewasa.

Handke dan saudaranya tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, Bruno Handke, di distik Pankow yang diduduki oleh Soviet.

Mereka kemudian pindah kembali ke Griffen pada 1948.[2]

Alkoholisme ayah tirinya dan terbatasnya kehidupan kultural di Pankow berkontribusi pada sifat antipati Handke terhadap adat dan pembatasan.

Pada 1954, Handke bersekolah di Sekolah Katolik Marianum (sekolah asrama) di Kastil Tanzenberg, Sankt Veit an der Glan, Carinthia.

Di sini dia menerbitkan tulsan pertamanya di koran sekolah, bernama Fackel.

Empat tahun kemudian, dia pindah ke Klegenfurt dan meneruskan sekolah di sana.

Pada 1961, dia mengambil kuliah di University of Graz.

Ketika berkuliah, Handke mulai berkarier sebagai penulis dan bergabung dengan Grazzer Gruppe (Majelis Para Penulis Graz), sebuah perkumpulan penulis muda.

Baca: Sejarah Hari Ini, 20 September 1833 : Ernesto Teodora Moneta, Peraih Nobel Perdamaian 1907 Lahir

Perkumpulan ini menerbitkan karya bernama manuskripte.

Handke memutuskan tidak meneruskan kuliah pada 1965 setelah sebuah penerbit bernama Suhrkamp Verlag menerbitkan novel debutnya, Die Hornissen (Lebah).

Dia mulai terkenal setelah muncul di pertemuan seniman avant-garde di Princeton, Amerika Serikat.

Di sana, Handke menyajikan dramanya, Publikumsbeschimpfung (Menyinggung Audiens).

Handke kemudian menjadi satu di antara pendiri penerbit Verlag der Autoren pada 1969.

Dia juga menjadi anggota Grazer Autorenversammlung pada 1973-1977.[3]


Peter Handke menciptakan banyak karya dalam berbagai genre.

Dia menulis novel, esai, puisi, drama, dan skrip film.

Karya-karyanya dipenuhi keinginan kuat untuk menemukan sesuatu dengan mencari ekspresi literer baru, sebagaimana dia berkata: “menjadi reseptif adalah segalanya”.

Dia bahkan berusaha mengambil detail terkecil dalam kehidupan sehari-hari dengan signifikansi yang eksplosif.

Karyanya tidak hanya dipenuhi semangat petualangan yang kuat, tetapi juga kecenderungan nostalgia.

Hal ini dapat ditemukan pertama kali pada 1980-an, yakni dalam drama Uber die Dorfer (Berjalan di Sekitar Desa) pada 1981 dan novel Die Wiederholung (Pengulangan) pada 1986, di mana Georg Kobal sang protagonis kembali ke asal-usul Slovenic Handke.

Tulisan Handke juga mengambil tema katastrofi atau bencana.

Hal ini dapat ditemukan dalam Das Gewicht der Welt 1977 (The Wight of the World, 1984), yang berisi banyak catatan harian selama Perang Dunia Kedua, Wunschloses Ungluck, 1972 (A Sorrow Beyond Dreams: a life story, 1975), dan Die Stunde der wahren Empfindung, 1975 (A Moment of True Feeling, 1977).

Handke sering mengambil sinema, lukisan, dan pemandangan sebagai inspirasi terbesarnya.

Tulisan-tulisannya memperlihatkan pencarian makna eksistensial secara terus-menerus.

Petualangan dan perpindahan menjadi model cerita utamanya, dan jalan adalah sebuah tempat yang dia sebut sebagai “langkah epik”.

Usaha dia mendeskripsikan pemandangan dapat dilihat dalam Langsame Heimkehr, 1979 (Slow Homecoming, 1985).

Handke mengatakan, “karya klasik telah menyelamatkanku”, dan warisan Goethe terlihat di mana-mana.

Dia menerjemahkan karya-karya klasik Yunani, misalnya karya Aeschylus, Euripides, dan Sophocles.

Selain itu, dia juga menerjemahkan karya dari bahasa Prancis dan Inggris, misalnya karya Emanuel Bove, Rene Char, Marguerite Duras, Julien Green, Patrick Modiano. Francis Ponge, dan Shakespeare.[4]

Handke menulis banyak skrip film.

Dia menyutradarai Die linkshändige Frau (The Left–Handed Woman) yang dirilis pada 1978.

Film tersebut dinominasikan Golden Palm Award dalam Cannes Film Festival 1978 dan memenangkan Gold Award for German Arthouse Cinema pada 1980.

Dia juga memenangkan German Film Award pada 1975 untuk skripnya, Falsche Bewegung.

Selin itu, dia berkontribusi besar dalam penulisan film Wings of Desaire (1987).

Handke menjadi anggota Petrarca-Preis, sebuah Penghargaan Literatur Eropa.[5]

  • Kontroversi


Peter Handke tidak luput dari kontroversi besar.

Tulisannya tentang Perang Yugoslavia, pengeboman NATO di Yugoslavia, serta pidatonya dalam pemakaman Slobodan Milosevic memancing kontroversi.

Dia dituduh sebagai pendukung nasionalisme Serbia yang ekstrem-kanan. [6]

Salman Rushdie bahkan pada 1999 memberi Handke gelar runner-up “International Moron of the Year”.

Handke pernah menerima International Ibsen Award, namun dia banyak mendapat protes di Oslo, bahkan dianggap sebagai fasis dan penjahat perang.

Nominasinya dalam Heinrich Heine Prize 2006 juga memunculkan sebuah skandal, hadiah tersebut ditarik  karena pandangan politiknya. [7]


Peter Handke diumumkan menjadi pemenang Nobel Sastra pada 10 Oktober 2019.

Dia mendapat hadiah 9 juta krona Swedia.

Namun, kemenangan Peter Handke juga menimbulkan kontroversi.

Salman Rushdie, Hari Kunzru dan Slavoj Žižek mengkritik pemenang Nobel ini karena telah “menggabungkan wawasan yang luar biasa dengan kebutaan etis yang mengejutkan”

Sampai saat ini, pandangan politik Peter Handke masih dianggap kontroversial.[8]

Daftar penghargaan

  • ·         1973: Georg Büchner Prize
  • ·         1987: Vilenica International Literary Prize
  • ·         2000: Brothers Karić Award
  • ·         2002: America Award
  • ·         2008: Großer Literaturpreis der Bayerischen Akademie der Schönen Künste
  • ·         2009: Franz Kafka Prize
  • ·         2012: Mülheimer Dramatikerpreis
  • ·         2014: International Ibsen Award
  • ·         2018: Nestroy-Theaterpreis 
  • ·         2019 Nobel Sastra [9]

(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)



Nama Peter Handke
Lahir Griffen, 6 Desember 1942
Kebangsaan Austria
Dikenal sebagai Sastrawan dan dramawan
Memenangkan Nobel Sastra pada 2019


Sumber :


1. www.britannica.com
2. www.nobelprize.org
3. peoplepill.com
4. wikivisually.com
5. www.theguardian.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved