TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepolisian RI mendalami dugaan keterkaitan pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Penusukan Wiranto terjadi di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan terdapat dua orang pelaku.
Baca: Selain Wiranto Ada 2 Orang Jadi Korban Penusukan Orang Tak Dikenal, Begini Kondisinya Saat Ini
Baca: Pelaku Penusukan Wiranto Sepasang Suami Istri: Sang Istri Baru Berusia 20 Tahun
Kedua pelaku diduga perempuan dan laki-laki yang merupakan warga Brebes.
"Dua orang pelaku diduga laki-laki dan perempuan (inisial) FA, warga Brebes," kata Dedi Prasetyo, dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu pelaku berinisial SA atau Abu Rara, kelahiran Medan.
Dedi Prasetyo mengatakan bahwa SA awalnya mendekati Wiranto dan kemudian melakukan serangan dengan menggunakan senjata yang dibawa.
Saat ini pelaku penusukan Wiranto telah diamankan oleh pihak kepolisian.
"Diduga pelaku terpapar radikalisme, nnti kita coba dalami apakah SA masih punya jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Kamis (10/10/2019) seperti dilansir Kompas.com.
Hingga saat ini belum diketahui mengenai motif penyerangan yang dilakukan oleh pelaku.
Wiranto ditusuk
Kronologi kejadian penusukan Menkopolhukam Wiranto terjadi usai dirinya menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla'ul Anwar.
Menkopulhukam Wiranto menghadiri peresmian gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar.
Sejumlah aparat serta pihak kampus menghadiri acara tersebut.
Kemudian Menkopolhukam Wiranto dan rombongan menuju ruang transit di Gedung I Universitas Mathlaul Anwar untuk makan siang pada pukul 10.47 WIB.
Pukul 11.30 WIB, Wiranto meninggalkan Universitas Mathlaul Anwar Banten untuk menuju Alun-Alun Menes dan tiba pukul 11.50.
Selanjutnya dari arah belakang, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal.
Setelah ditusuk, Wiranto tersungkur dan langsung dibawa ke RSUD Pandeglang menggunakan helikopter.
Menkopolhukam Wiranto dibawa ke Rumah sakit Umum Daerah Pandeglang Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat pada pukul 12.00 WIB.
Jumlah korban total 3 orang
Rupanya kejadian penusukan tersebut juga membuat dua orang lain terluka.
Diketahui dua korban lain tersebut ialah Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan H Fuad.
Baca: Kronologi Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal, Pelaku Telah Diamankan
Baca: FAKTA-fakta & Kronologi Lengkap Penusukan Menkopolhukam Wiranto: Kena Dua Kali Tikaman yang Dalam
Seperti diberitakan sebelumnya, Wiranto ditusuk di bagian perut, sedangkan Kapolsek Menes terluka di bagian punggung.
Serta H Fuad terluka di bagian dada kiri atas.
Penusukan menggunakan gunting
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku penyerangan yang menyasar Menkopolhukam Wiranto menggunakan senjata tajam berupa gunting.
"Menggunakan sajam berupa gunting, lalu menyerang secara membabi buta dan mengakibatkan luka tusuk pada tubuh bagian depan Menkopolhukam Wiranto. kata Brigjen Dedi Supriyadi saat dikonfirmasi Tribunnews, Kamis (10/10/2019).
Sebelum menusuk Wiranto, pelaku diketahui pura-pura ingin bersalaman dengan Menkopolhukam Wiranto.
Baca: Fakta Terbaru Penusukan Wiranto, Pelaku Dua Orang dan Korban Tak Hanya Menkopolhukam
"Ya pelaku mencoba bersalaman, seperti warga bertemu pejabat," ujar Dedi Prasetyo.
Setelah berhasil mendekati Wiranto, pelaku berinisial SA alias Abu Rara langsung mengeluarkan senjata tajam dan menikam perut Wiranto.
Wiranto diketahui mendapatkan dua luka di bagian perut sebelah kiri.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika) (Tribunnews.com/Kompas.com)