Arteria Dahlan Tuntut Prof Emil Salim Tarik Ucapannya di Mata Najwa: Tuding Emil Tak Paham Hukum

"Saya minta Prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dengan baik materi muatan revisi UU KPK, pahami fakta hukum dan sosial yang ada," kata Arteria Dahlan


zoom-inlihat foto
arteria9989888.jpg
CAPTURE MATA NAJWA TRANS7
Arteria Dahlan Tuntut Prof Emil Salim Tarik Ucapannya: Tuding Emil Tak Paham Hukum


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan. Kamis (10/10/2019), menuntut Guru Besar Pascasarjana Universitas Indonesia Prof Dr Emil Salim menarik ucapannya saat berdebat dalam acara Mata Najwa di Trans7, sehari sebelumnya.

Arteria Dahlan mengatakan acara Mata Najwa mendatangkan Emil Salim untuk mengutarakan hal-hal yang bukan kapasitasnya.

Arteria Dahlan menyebut Emil Salim sudah dimanfaatkan.

"Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," ujarnya.

Arteria menceritakan, dalam acara tersebut awalnya ia berdebat dengan sopan.

Namun, menurut dia, ada pihak yang merancang bahwa Emil Salim yang tidak memiliki latar belakang hukum dan tak memahami materi UU KPK berpendapat keliru dan menyerang DPR.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan di hadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter Najwa," ucapnya.

Baca: BEREDAR VIDEO Arteria Dahlan Cecar Feri Amsari saat Break Syuting Mata Najwa: Curiga soal Dana KPK

Baca: VIRAL Video Detik-detik Arteria Dahlan Bentak Emil Salim di Mata Najwa: Saya di DPR, Prof Sesat!

VIRAL Video Detik-detik Arteria Dahlan Bentak Emil Salim di Mata Najwa: Saya di DPR, Prof Sesat!
VIRAL Video Detik-detik Arteria Dahlan Bentak Emil Salim di Mata Najwa: Saya di DPR, Prof Sesat! (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7)

Arteria mengatakan, dirinya datang ke acara Mata Najwa untuk melakukan diskusi kebangsaan, bukan untuk berdebat dan penggiringan opini.

Untuk itu, Arteria meminta Emil Salim menarik ucapannya dan terlebih dahulu membaca dan memahami materi dalam revisi UU KPK.

"Saya minta Prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dengan baik materi muatan revisi UU KPK, pahami fakta hukum dan sosial yang ada, bicara sesuai keahlian saja," ujar Arteria.

"Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara revisi UU KPK karena DPR banyak yang ditangkap," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sebut Emil Salim "Prof Sesat", Ini Penjelasan Arteria Dahlan.

Singgung Korupsi Orde Baru

Arteria Dahlan saat tampil di acara Mata Najwa. (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7)
Arteria Dahlan saat tampil di acara Mata Najwa. (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7) (CAPTURE MATA NAJWA TRANS7)

Selanjutnya, Arteria mempertanyakan sikap Emil yang berani mengkritik UU KPK sampai sejauh itu.

Ia meminta Emil Salim mengingat kembali perilaku korupsi di zaman Orde Baru.

"Saya juga menanyakan sadar enggak beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat? Jangan tiba-tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR," katanya.

Baca: Penjelasan Arteria Dahlan yang Viral Setelah Sebut Emil Salim Prof Sesat di Acara Mata Najwa

Baca: Begini Reaksi Arteria Dahlan Saat Dituding Tidak Sopan Terhadap Emil Salim

Arteria Dahlan
Arteria Dahlan (Instagram/arteriadahlan)

Sudah Wakafkan Diri

Saat berdebat, Arteria Dahlan berkali-kali tampak bersuara tinggi saat berdebat dengan ekonom Emil Salim terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (Perppu KPK) dalam acara Mata Najwa yang ditayangkan Trans7.

Arteria Dahlan bahkan menyebut pemikiran Emil Salim sesat saat menyampaikan sebuah argumen bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap tahun.

"Tidak ada Prof. Prof sesat nih," ujar Arteria Dahlan sambil menunjuk-nunjuk Emil Salim yang merupakan Menteri Lingkungan Hidup pada era Presiden Soeharto.





Halaman
12
Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved