TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polisi berhasil membongkar jaringan prostitusi internasional yang selama ini beroperasi di wilayah Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Tak tanggung-tanggung, jaringan prostitusi internasional ini melibatkan puluhan perempuan pekerja seks komersial (PSK) dan ladyboy.
Polisi dari Polres Cianjur meringkus puluhan PSK dan ladyboy yang khusus menyasar pelanggan dari kalangan warga negara asing (WNA).
Uniknya, dalam praktiknya, mereka memakai mobil keliling menawarkan jasa layanan seks kepada warga asing.
Tiap malam, mobil keliling ini mengitari kawasan Kota Cipanas.
"Mereka berkeliling dengan menggunakan mobil di wilayah Kota Bunga Cipanas," kata Kapolres Cianjur Juang Andi Priyanto.
Baca: TERBONGKAR Prostitusi Online di Kota Kecil, Muncikari Siapkan Gadis, Janda, IRT: Pakai Rumah Sendiri
Baca: Prostitusi Online Kembali Terbongkar, Kali Ini Libatkan Perempuan di Bawah Umur
Hari Selasa (8/10/2019), pihak kepolisian mengungkap kasus besar tersebut kepada publik.
Dilihat dari foto-foto dan video yang diambil wartawan Tribunjabar.id di Cianjur, deretan perempuan tampak berjejer.
Mereka sudah mengenakan baju tahanan bewarna biru.
Selain itu, ada pula pria juga berdiri berbaris.
Mereka mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
Baca: LENGKAP 14 Artis yang Jadi Anggota DPR: Simak Profil Singkat dan Harta Kekayaannya
Baca: Inilah 7 Menteri Lama yang Dipertahankan di Kabinet Jokowi-Maruf, Akan Ada 3 Anak Mantan Presiden
Sementara itu, dalam video yang sudah diunggah channel Tribun Jabar, mereka terlihat jelas ketika polisi menggelar konferensi pers.
Para perempuan yang yang juga mengenakan masker tampak menutupi wajahnya juga menggunakan rambut panjangnya.
Seorang ladyboy yang tergabung dalam jaringan prostitusi internasional Cianjur membuat pengakuan.
Kepada polisi, ia mengaku kerap joget dulu saat layani pelanggan WNA.
"Paling disuruh joget-joget dulu," katanya.
Jasa menari itu dilakukan sampai si ladyboy dalam keadaan bugil.
Untuk sekali jasa menari lady boy, dipasang tarif Rp 400 ribu.
Sementara itu, untuk jasa perempuan tarifnya minimal. Rp 500 ribu.
Baca: FAKTA-fakta Pacar Mutilasi Polisi Seusai Hubungan Badan Menyimpang: Anastasia Bersikeras Tak Bunuh
Baca: 4 Fakta Pria di Tuban yang Sudah Dikubur Pulang ke Rumah, Kronologi hingga Penjelasan Polisi
Awal Mula Prostitusi Internasional Cianjur Terungkap
Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, menuturkan kronologi pengungkapan jaringan prostitusi internasional tersebut.
Awalnya, anggota Satreskrim melakukan pengintaian.
Hingga akhirnya, didapati bagaimana jaringan prositusi itu beroperasi.
Rupanya, beberapa mobil berkeliling di sekitar vila di wilayah Kota Bunga Cipanas.
Para pelaku menawarkan para PSK dan ladyboy ke wisatawan di mobil itu.
Di dalam mobil tersebut, ada yang bertugas sebagai sopir, ada juga yang bertugas melakukan negosiasi dengan WNA.
Baca: Babe Haikal Hassan Protes Karni Ilyas: ILC Terus Putar Video Wajah Ninoy Karundeng yang Babak Belur
Baca: 24 Kali Kawin Cerai, Vicky Prasetyo : Zaskia Gotik Mantan Terindah, Bete Disodori Foto Angel Lelga
Hingga akhirnya, dilakukan penyergapan di tiga lokasi berbeda.
"Setelah kami sergap didapati beberapa tersangka yang mempunyai tugas berbeda-beda," ujar Juang Andi, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa (8/10/2019) sore.
Baca: TERUNGKAP Buzzer untuk Istana, Seword Ungkap Nama di Tim : Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi
Baca: PENGAKUAN Blak-blakan Denny Siregar & Pepih Nugraha soal Buzzer Istana: Bohong Jika Kami Tak Dibayar
Barang Bukti
Praktik prostitusi esek-esek jaringan prostitusi internasional itu terungkap di kawasan Cipanas Cianjur.
Dalam aksinya modusnya jaringan prostitusi internasional ini menawarkan perempuan dalam mobil.
Mereka berkeliling di wilayah Villa Kota Bunga, Sukagalih, Kecamatan Sukanagalih, Kabupaten Cianjur.
Kondom, satu unit mobil, hingga 6 buah handphone berbagai merek menjadi barang bukti saat terbongkarnya aksi prostitusi internasional ini, Selasa (8/10/2019).
Selain itu barang bukti juga diamankan 31 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dalam transaksi seks tersebut.(*)
(tribunjabar.id/Widia Lestari)