Turunlah SK DPP Golkar yang berisi keterangan penunjukan dirinya sebagai Ketua DPRD Bontang.
Diakui olehnya, secara pribadi Andi tidak tahu persis pertimbangan DPP Golkar menunjuk dirinya sebagai Ketua DPRD.
Kendati demikian, suara Andi terbanyak di antara kader Golkar lainnya yaitu sebesar 4.640 suara yang setara dengan perolehan dua kursi anggota DPRD.
"Saya tidak tahu pertimbangan DPP apa. Tapi saya yang ditunjuk oleh DPP jadi ketua DPRD Bontang," ujarnya.
Baca: Golkar Sembelih 24 Ekor Sapi, Wujud Harapan Dapat Usung Capres dan Cawapres Sendiri di Pemilu 2024
Konflik Kepentingan ?
Disinggung adanya kepentingan (karena ibunya Wali Kota), Andi membantah ada konflik kepentingan dirinya dengan sang ibu yang menjabat sebagai wali kota Bontang.
"DPRD itu sifatnya kolektif kolegial. Semua keputusan diambil bersama, bukan orang perorang," kata Andi.
Andi menambahkan bahwa baginya lembaga DPRD dan eksekutif harus bersinergi dalam pembangunan.
"Jadi siapa pun selain saya jadi ketua DPRD, harus punya hubungan baik dengan pemerintah," jelas Andi.
Relasi yang baik dengan pemerintah, menurutnya diperlukan dalam memudahkan pembahasan anggaran, regulasi, dan lainnya.
Bantahan Ada Peran Ibu
Disinggung soal ada peran sang ibu dalam jalan menuju jabatan Ketua DPRD, Andi membantah peran ibunya sebagai wali kota
"Saya ingin dilepas dari bayang-bayang ibu atau ayah saya. Saya sering turun ke masyarakat. Saya turun sosialisasi, tidak ada bayang-bayang ortu," ujar Andi.
Andi menegaskan bahwa ia tidak ingin hak politiknya dikebiri saat jadi Ketua DPRD Kota Bontang.
Menurtnya hal tersebut menjadi tidak adil.
"Namanya politik. Kalau ada yang tidak suka, selalu goreng-goreng," katanya.
Sang Ibu Datang di Pelantikan Anaknya
Pelantikan unsur pimpinan DPRD Bontang berjalan lancar.
Kendati tak dihadiri oleh Ketua DPRD Bontang, sementara, Nursalam.