Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Carl von Ossietzky adalah seorang jurnalis dan pasifis Jerman yang memenangkan Nobel Perdamaian pada 1935.
Carl von Ossietzky bergabung dengan Masyarakat Perdamaian Jerman pada 1912, namun terpaksa mengikuti wajib militer untuk membela Jerman pada Perang Dunia Pertama.
Pada 1927, Carl von Ossietzky menulis artikel tentang persiapan rahasia pemimpin angkatan perang Jerman dalam membangun kembali persenjataannya.
Dia didakwa berkhianat dan dipenjara pada November 1931 sampai Desember 1932.
Ossietzky mendapat Nobel Perdamaian pada 1935, tetapi Adolf Hitler melarang semua orang Jerman untuk menerima hadiah Nobel.[1]
Kehidupan dan karier awal #
Carl von Ossietzky lahir pada 3 Oktober 1889 di Hamburg, Jerman.
Ayahnya, Carl Ignatius Ossietzky, adalah seorang pegawai pemerintah, berasal dari desa di perbatasan Jerman-Polandia.
Ibunya bernama Rosalie.[2]
Setelah ayahnya meninggal pada 1891, ibunya menikahi Gustav Walther, seorang sosial demokrat yang akan berpengaruh dalam pemikiran politik Ossietzky.
Ossietzky tidak menyelesaikan pendidikannya karena keluar sekolah pada umur tujuh belas tahun untuk menjadi pegawai pemerintah di bidang administrasi di Hamburg.
Dia kemudian tertarik pada jurnalisme, sebuah bidang di mana kariernya akan berlanjut.
Tulisan pertamanya muncul di Das Freie Volk atau Orang-orang Merdeka, corong dari Demokratische Vereinigung (Persatuan Demokratis).
Pada 5 Juli 1913, Ossietzky menulis artikel yang berisi kritiknya terhadap putusan pengadilan yang pro-militer di Erfurt.
Dia kemudian dituduh “mengganggu kenyamanan masyarakat” oleh Kementerian Perang Prussia.
Meski kesehatan Ossietzky buruk, dia dipanggil untuk wajib militer pada Juni 1916.[3]
Menjadi aktivis perdamaian #
Setelah perang, Ossietzky menjadi seorang pasifis dan demokrat.
Dia kembali Hamburg dan membangun opini publik dengan pidato-pidatonya.
Ossietzky sering mengadvokasi pentingnya pengajaran akan “mentalitas perdamaian”.
Dia kemudian menjadi presiden local chapter di Masyarakat Perdamaian Jerman dan mendirikan Der Wegweiser, namun bangkrut karena kurang finansial.
Masyarakat Perdamaian Jerman menunjuk Ossietzky menjadi sekretaris dan dia menerimanya.
Namun dia kemudian keluar karena merasa lelah dengan pekerjaannya di organisasi tersebut.
Dia melanjutkan kariernya sebagai editor di Berliner Volkszeitung (Koran Masyarakat Berlin), sebuah koran yang mempunyai kebijakan editorial nonpartisan, demokratis, dan antiperang.
Ossietzky meninggalkan Berliner Volkszeitung dan bergabung dengan mingguan Tagebuch pada 1924.
Pada 1926, Sigfried Jacobson, pendiri Die Weltbuhne, menawarkan Ossietzky posisi editor.
Pada waktu itu Jacobson sedang menyelidiki pembangunan kembali persenjataan Jerman.
Ossietzky menerima tawaran tersebut dan melanjutkan kerja Jacobson.
Pada Maret 1927, Die Weltbuhne menerbitkan artikel yang mengkritik angkatan perang Jerman.
Ossietzky dituduh memfitnah dan dipenjara satu bulan.
Pada Maret 1929, dia menerbitkan artikel Walter Kreiser yang merupakan bagian dari kampanye Ossietzky sendiri untuk menentang pembangunan kembali persenjataan perang Jerman.
Ossietzky merasa pembangunan persenjataan tersebut menyalahi Perjanjian Versailles.
Dia didakwa berkhianat pada November 1931 karena membeberkan rahasia milter.
Ossietzky dipidana delapan belas bulan di Penjara Spandau dan dilepaskan pada 1932 karena mendapat amnesti.
Meskipun suasana politik di Jerman mulai tidak kondusif pada 1933, Ossietzky menolak meninggalkan negaranya.
Pada 28 Februari 1933, dia ditangkap Gestapo dan dikirim ke penjara di Berlin, kemudian dipindah ke kamp konsentrasi.
Dia tidak diperlakukan baik, bahkan disuruh mengerjakan tugas-tugas berat, meski dia baru saja terkena serangan jantung.
Pencalonan Ossietzky menjadi pemenang Nobel Perdamaian mulai dilakukan pada 1934.
Setahun kemudian, dia mendapat Nobel Perdamaian.
Namun, pemerintah Jerman tidak melepaskan Ossietzky dari kamp konsentrasi dan memintanya untuk menolak penghargaan tersebut.
Kementerian Propaganda Jerman mengatakan bahwa Ossietzky boleh pergi ke Norwegia dan menerima Nobel, tetapi dokumen rahasia menyebutkan paspornya ditolak.[4]
Kematian #
Ossietzky menderita tuberkolusis selama berada di kamp konsentrasi.
Dia kemudian diizinkan dirawat di rumah sakit sipil, meski harus tetap diawasi sampai dia meninggal pada 4 Mei 1938.
Pers Jerman dilarang berkomentar tentang pemberian Nobel Perdamaian pada Ossietzky, bahkan pemerintah Jerman melarang rakyatnya menerima Nobel apapun di kemudian hari [5]
(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)
| Nama | Carl von Ossietzky |
|---|
| Lahir | Hamburg, 3 Oktober 1889 |
|---|
| Meninggal | Berlin, 4 Mei 1938 |
|---|
| Dikenal sebagai | Jurnalis, pasifis, dan pemenang Nobel Perdamaian 1935 |
|---|
Sumber :
1. www.britannica.com
2. www.sunsigns.org
3. www.nobelprize.org