Kisah di Balik G30S: Tewasnya Pierre Tendean dan Pertemuan Terakhirnya dengan sang Adik

Pierre Tendean hadir ke pernikahan adiknya, Rooswidiati dengan Jusuf Razak. Rupanya pertemuan tersebut menjadi pertemuan terakhir sebelum Pierre Tendean gugur dalam gerakan G30S.


zoom-inlihat foto
pierre-tendean-21.jpg
Surya/Kolase Grid.id
Pierre Tendean

Pierre Tendean hadir ke pernikahan adiknya, Rooswidiati dengan Jusuf Razak. Rupanya pertemuan tersebut menjadi pertemuan terakhir sebelum Pierre Tendean gugur dalam gerakan G30S.




  • Ulang Tahun Ibu


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pierre Tendean merupakan Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Sebenarnya, pada hari yang sama Ibu Pierre Tendean yang bernama Cornet ME sedang berulang tahun.

Namun Pierre Tendean sempat memberi kabar kepada keluarga di Semarang, ia tidak bisa pulang dan ikut merayakan.

Hal itu berkaitan dengan tugasnya yang harus dijalankan hingga siang hari.

Maklum, kala itu ia bertugas sebagai Ajudan Jenderal A.H. Nasution.

Pierre Tendean berjanji akan pulang esok hari, pada tanggal 1 Oktober 1965.

Pada tanggal yang dijanjikan, adik ipar Pierre Tendean yang bernama Jusuf Razak menjemput ke rumah Jenderal A.H. Nasution.

Seorang penjaga memberikan keterangan bahwa Pak Nas, sapaan Jenderal A.H. Nasution, dan Pierre Tendean sedang pergi pertugas.

Mendengar keterangan tersebut, Jusuf Razak memutuskan untuk pulang sendiri ke Semarang. (1)

  • Gerakan 30 September


Beberapa waktu kemudian, keluarga Pierre Tendean baru mengetahui telah terjadi peristiwa 30 September.

Berdasarkan penuturan Mitzi Farre, keluarga di Semarang diselimuti keresahan.

Hal itu berkaitan dengan posisi Jenderal A.H. Nasution yang menjadi incaran pihak tertentu.

Dengan demikian, Pierre Tendean yang merupakan ajudan sang jenderal tentu turut berada dalam ancaman.

Mitzi Farre berusaha mencari informasi tentang kondisi adiknya, Pierre Tendean.

Baru pada tanggal 2 hingga 4 Oktober radio mulai menyiarkan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Meski disebut satu di antara korban adalah Lettu CPM Pierre Tendean.

Hal itu membuat keluarga belum yakin seratus persen, karena Pierre Tendean berasal dari Zeni, bukan CPM.

Akan tetapi, beberapa waktu kemudian Jenderal Suryo Sumpeno memberikan kabar melalui telepon Pierre Tendean sudah tiada.

Sontak kabar tersebut membawa tangis bagi keluarga. (1)

  • Pertemuan Terakhir dengan Sang Adik


Ketika sang adik yang bernama Rooswidiati hendak menikah dengan Jusuf Razak, Pierre Tendean memberikan uang yang dibungkus koran kepada ibunya.

Pierre Tendean mengatakan uang tersebut adalah sumbangannya untuk pernikahan Roos.

Rupanya, uang itu adalah gaji yang dikumpulkan selama menjalankan tugas Dwikora.

Uang tersebut dirupiahkan dari dolar, sehingga terlihat banyak.

Momen pernikahan itu menjadi hal yang tidak terlupakan bagi Roos.

Ia selalu teringat sempat saling bertangisan dengan Pierre Tendean, pada momen yang terlaksana pada 2 Juli 1965 itu.

Sebelumnya, Pierre Tendean sempat menanyakan kesiapan sang adik untuk berumah tangga.

Ketika harus menandatangani surat nikah, Pierre Tendean memeluk Roos dan Roos pun menangis di dadanya.

Untuk beberapa waktu ia tidak sanggung menandatangani surat tersebut.

Kepada Jusuf Razak, Pierre berkata "Mas, aku titip adikku dan tolong jaga dia."

Pesan tersebut sekaligus menjadi penghias kali terakhir perjumpaan Roos dengan Pierre Tendean, kakaknya. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Judul Pierre Tendean dan Pertemuan Terakhir dengan Adiknya
Kategori Persitiwa
Terkait Pierre Tendean
Gerakan 30 September
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved