Kota Kendari

Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlokasi di Teluk Kendari dan memiliki potensi wilayah utama berupa produk perikanan.


zoom-inlihat foto
kota-kendari.jpg
Instagram @kendarikota
Tampak atas Gedung Kantor Wali Kota Kendari yang berlokasi di Jalan Abdullah Silondae No.8, Mandonga, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kota Kendari merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlokasi di Teluk Kendari dan memiliki potensi wilayah utama berupa produk perikanan.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sejarah Kota Kendari tak dapat dilepaskan dari Teluk Kendari yang dulu digunakan sebagai tempat persinggahan para pelaut dari Eropa maupun nusantara.

Para pelaut tersebut singgah di Teluk Kendari setelah maupun akan menuju Ternate atau Maluku.

Catatan sejarah mengenai Teluk Kendari terdapat dalam kartografi Portugis Kuno awal abad 15.

Dalam kartografi tersebut dituliskan tentang perkampungan di Pantai Timur Celebes atau Sulawesi yang dinamakan Citta dela Baia dan berlokasi di pesisir Teluk Baia du Tivora.

Teluk tersebut identik dengan Teluk Kendari yang merupakan daerah di pesisir timur Kerajaan Konawe yang masih dikenal sebagai 'Lipu i Pambandahi, Wonua i Pambandokooha' yang berarti wilayah pesisir pantai dengan perkampungan di dekat pulau.

Cerita tentang Teluk Kendari juga terdapat dalam catatan perjalanan pelaut Jacques Nicholas Vosmaer, 'Korte Beschrijving van Het Zuid Oostelijk Schiereiland van Celebes'.

Dalam catatan tersebut diceritakan bahwa pada 1828 Jacques Nicholas Vosmaer mendapat tugas dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda untuk melakukan observasi terhadap jalur perdagangan di pesisir timur Sulawesi.

Jacques Nicholas Vosmaer mulai melakukan observasi terhadap Teluk Kendari hingga pada 9 Mei 1831 dibuat peta pertama kali untuk daerah tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Van Den Bosch di Batavia, Teluk Kendari pada 6 Februari 1835 disebut sebagai Vosmaer’s Baai atau Teluk Vosmaer.

Keindahan Teluk Kendari membuat Jacques Nicholas Vosmaer akhirnya mendirikan kantor dagang di sisi utara wilayah tersebut.

Selain itu, Jacques Nicholas Vosmaer juga mendirikan istana untuk Tebau, penguasa wilayah timur Kerajaan Konawe pada 1832 karena telah memberikan izin pembangunan pusat perdagangan.

Berpindahnya Istana Tebau dari Lepo-Lepo ke Teluk Kendari menjadi awal berkembangnya wilayah tersebut menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan.

Nama Kendari berasal dari nama perkampungan yaitu Kampung Kandai, di mana 'Kandai' merupakan alat pendorong perahu yang terbuat dari bambu atau kayu yang digunakan oleh penduduk pada masa tersebut.

Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, Kendari hanya memiliki luas wilayah sekitar 31,40 kilometer persegi dan ditetapkan sebagai wilayah kewedanaan sekaligus Ibu Kota Onder Afdeling atau Bun Ken Laiwoi.

Kini, Kendari menjadi Kota Madya Daerah Tingkat II dengan luas wilayah 271,76 kilometer persegi atau 0,7 persen dari luas wilayah daratan Sulawesi Tenggara. (1)

Teluk Kendari
Teluk Kendari (Instagram @adihoteramedia)

  • Keadaan Alam


Geografis

Kota Kendari berada dalam lokasi astronomis 3°54’40” - 4°5’05” Lintang Selatan dan 122°26’33” - 122°39’14” Bujur Timur. (2)

Kota Kendari memiliki batas wilayah sebagai berikut:

  • Utara : Kecamatan Soropia
  • Timur : Laut Banda
  • Selatan : Kecamatan Moramo dan Kecamatan Konda
  • Barat : Kecamatan Ranomeeto dan Kecamatan Sampara

Topografi

Topografi wilayah Kota Kendari terdiri dari dataran dan bukit.

Daerah datar terdapat di bagian barat dan selatan Teluk Kendari.

Daerah perbukitan terletak di sebelah utara teluk yaitu Pegunungan Nipa-nipa dengan ketinggian 459 mdpl.

Kondisi tanah Kota Kendari terdiri dari tanah liat bercampur pasir halus dan berbatu diperkirakan berjenis aluvium berwarna cokelat keputihan dan ditutupi prafesier (batu lempung atau batu apung). (3)

Iklim dan Cuaca

Pada 2018, temperatur minimum udara Kota Kendari adalah 22,6 derajat Celcius sedangkan suhu maksimum pada 33,3 derajat Celcius.

Pada 2018, Kota Kendari memiliki curah hujan 2.388 mm kubik dengan kelembaban udara rata-rata 83,7 persen. (4)


Penduduk Kota Kendari pada 2018 tercatat sejumlah 381.628 dengan pertumbuhan 3,49 persen per tahun. (4)

Kota Kendari dihuni oleh masyarakat dari Suku Tolaki, Suku Muna, Suku Buton dan Suku Bugis.

Penduduk asli Kendari berasal dari Suku Tolaki yang menyumbang kebudayaan terbesar di Kota Kendari.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kota Kendari memakai konsep ‘Kalo Sara’.

‘Kalo Sara’ adalah nilai-nilai luhur kebudayaan Tolaki yang dilaksanakan pada setiap unsur kehidupan misalnya dalam interaksi sosial, hukum adat, ekonomi, agama, budi pekerti dan kesenian.

Bagi masyarakat Kota Kendari, ‘Kalo Sara’ merupakan penyelaras dalam kehidupan, baik dalam berinteraksi dengan sesama, maupun dalam berinteraksi dengan alam dan Tuhan.

Selain itu, Kota Kendari juga memiliki beberapa tarian tradisional seperti Tari Lulo, Tari Mondotambe, Tari Mekindohosi dan Tari Moana. 

Masyarakat Kota Kendari juga dikenal sebagai pengrajin perak dengan tekhnik pembuatan yang khas.

Selain itu, masyarakat Kendari juga membuat kerajinan dari kayu, yang dikenal sebagai kerajinan Gembol dengan bahan dasar seperti kayu jati dan kayu cendana. (5)

Suku Tolaki yang menggunakan pakaian adat dalam penampilan Tari Lulo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Suku Tolaki yang menggunakan pakaian adat dalam penampilan Tari Lulo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Kompasiana/Tarhadi Tabure)


Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kendari 2017-2022, 

Visi Kota Kendari

"Mewujudkan Kota Kendari kota layak huni yang berbasis ekologi, informasi dan teknologi."

Misi Kota Kendari

  • Meningkatkan kualitas peningkatan layanan masyarakat,
  • Pembangunan infrastruktur,
  • Menata wajah Kota Kendari. (6)
Wali Kota Kendari, Sulkarnain K, S.E., M.E.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain K, S.E., M.E. (kendarikota.go.id)


Potensi wilayah Kota Kendari adalah sebagai berikut:

Pertanian

Potensi pertanian khususnya tanaman pangan di Kota Kendari cenderung mengalami peningkatan baik dalam kualitas maupun jumlah produksi per tahunnya.

Tanaman padi sawah selain dikembangkan di Kota Kendari juga mendapatkan pasokan dari berbagai daerah sekitar seperti dari Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan bahkan dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dari potensi lahan 1.379 Ha untuk padi sawah, masih ada peluang sebesar 967 Ha yang tersebar di Kecamatan Mandonga, Baruga, Poasia, Kambu dan Abeli.

Perkebunan

Terdapat 13 jenis tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan di Kota Kendari namun hanya lima jenis yang dikembangkan yaitu kelapa, kopi, lada dan kakao.

Berdasarkan data statistik pada tahun 2016, hasil perkebunan kakao sebanyak 304,00 ton, kelapa sebesar 301,00 ton dan lada sebesar 98.00 ton.

Perdagangan

Kota Kendari memiliki potensi perdagangan antar pulau berupa hasil bumi dan laut.

Hasil bumi meliputi barang-barang hasil tanaman pangan, hutan, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Sedangkan hasil laut meliputi ikan dan hasil laut lainnya.

Nilai impor pelabuhan muat Kendari pada tahun 2015 sebesar 4.068.936 Dolar AS dan ekspor terbesar terjadi pada 2015 dengani nilai mencapai 412.820.899 Dolar AS.

Peternakan

Kota Kendari masih sering mengalami kesulitan memenuhi permintaan hewan potong.

Hal tersebut disebabkan karena pengelolaan peternakan masih sangat tradisional hinngga permintaan pasar tidak selalu dapat dipenuhi.

Populasi ternak yang dikembangkan di Kota Kendari terdiri dari ternak besar, ternak kecil dan ternak unggas.

Ternak besar meliputi sapi dan kerbau, sedangkan ternak kecil adalah kambing, domba dan babi.

Ternak unggas meliputi ayam kampung, ayam ras dan Itik Manila.

Industri

Pembangunan industri Kota Kendari ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja, meratakan kesempatan usaha, meningkatkan ekspor dalam menunjang pembangunan daerah.

Survei industri besar dan sedang 2016 menunjukkan bahwa terdapat 23 perusahaan yang telah menyerap tenaga kerja sebanyak 1.533 orang.

Beberapa industri yang memiliki potensi adalah Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS), Industri Kerajinan Kayu dan Rotan yang produksinya telah dipasarkan baik untuk lokal maupun ekspor.

Saat ini, hanya kerajinan Gembol yang memiliki nilai ekspor sedangkan untuk mebel kayu dan rotan baru memenuhi permintaan lokal dan antar pulau.

Perikanan dan Kelautan

Kota Kendari memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar.

Terdapat empat jenis pengelolaan yaitu budi daya air tawar, tambak, kolam dan penangkapan ikan laut (perairan) yang telah dilakukan secara modern dengan dan bernilai ekspor.

Kota Kendari memiliki potensi sektor kelautan dengan luasan wilayah sekitar 177,64 km persegi dengan bentang garis pantai kurang lebih 85,8 km.

Kota Kendari juga memiliki Pulau Bungkutoko yang berhadapan langsung dengan Laut Banda sehingga sangat strategis untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Pariwisata

Kota Kendari memiliki potensi alam yang cukup indah, didukung dengan keberadaan Teluk Kendari sebagai ikon utama.

Pariwisata Kota Kendari meliputi wisata teluk, budaya, pantai dan wisata agro. (7)

Berikut beberapa tempat wisata yang ada di Kota Kendari:

  • Teluk Kendari,
  • Pantai Nambo,
  • Pantai Karang Purirano,
  • Pantai Mayaria,
  • Pulau Bungkutoko,
  • Taman Hutan Raya Murhum,
  • Hutan Nanga-nanga,
  • Taman Kota Kendari,
  • Air Terjun Lahundape,
  • Pulau Bokori. (5)
Pulau Bokori tampak dari kejauhan
Pulau Bokori tampak dari kejauhan (bugistraveler.com)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Nama Wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Letak Astronomis 3°54’40” - 4°5’05” Lintang Selatan dan 122°26’33” - 122°39’14” Bujur Timur
Batas Wilayah
Utara Kecamatan Soropia
Timur Laut Banda
Selatan Kecamatan Moramo, dan Kecamatan Konda
Barat Kecamatan Ranomeeto, dan Kecamatan Sampara
Google Map https://goo.gl/maps/xXsXPPgTteAPwnJu8
Website https://www.kendarikota.go.id/
Instagram @kendarikota
YouTube KendariKota TV


Sumber :


1. www.kendarikota.go.id
2. kendarikota.bps.go.id
3. bloghistoris.blogspot.com
4. kendarikota.bps.go.id
5. kendari.simda.online
6. drive.google.com
7. www.apikindonesia.or.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved