Kabupaten Donggala

Kabupaten Donggala adalah kabupaten terluas ketujuh di Provinsi Sulawesi Tengah


zoom-inlihat foto
kabupaten-donggala.jpg
Wikicommons (Gomair1991)
Kabupaten Donggala

Kabupaten Donggala adalah kabupaten terluas ketujuh di Provinsi Sulawesi Tengah




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabupaten Donggala adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah

Donggala menjadi kabupaten terluas ke-7, terpadat ke-4, dan berpenduduk terbanyak di Sulawesi Tengah.[1]

Donggala sempat dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan karena lalu lintas barang dan jasa hanya bisa dilakukan melalui pelabuhan Donggala di Kecamatan Banawa.

Namun peran Donggala kemudian tergantikan oleh Palu.[2]

  • Geografi


Kabupaten Donggala terletak dia antara 0o,30” Lintang Utara dan 2o,20” Lintang Selatan serta 119o,45”-121o,45” Bujur Timur.

Batas wilayah Kabupaten Donggala adalah

  • Sebelah utara berbatasan dengan  Kabupaten Tolitoli dan Kota Palu
  • Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Parigi Moutong, Kota Palu dan Kabupaten Sigi
  • Sebelah selatan  berbatasan dengan Sulawesi Barat , Kota Palu dan Kabupaten Sigi
  • Sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar dan Sulawesi Barat

Sebelum ada UU No 27 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala memiliki luas 10.471,71  km2.

Ketika terjadi pemekaran wilayah (pembentukan Kabupaten Sigi), luas Donggala berubah menjadi 5.275,69 km2, terbagi menjadi 16 kecamatan, yakni : Kecamatan Rio Pakava, Kecamatan Pinembani, Kecamatan Banawa, Kecamatan Banawa Selatan, Kecamatan Banawa Tengah, Kecamatan Labuan, Kecamatan Tanantovea, Kecamatan Sindue, Kecamatan Sindue Tambusabora, Kecamatan Sindue Tobata, Kecamatan Sirenja, Kecamatan Balaesang, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kecamatan Damsol, Kecamatan Sojol, dan Kecamatan Sojol Utara.[3]

  • Sejarah


Sebelum Belanda datang, Donggala  sudah ada beberapa kerajaan, yakni:

1.    Kerajaan Palu

2.    Kerajaan Sigi Dolo

3.    Kerajaan Kulawi

4.    Kerajaan Banawa

5.    Kerajaan Tavaili

6.    Kerajaan Parigi

7.    Kerajaan Moutong

Ketika Belanda datang menjajah, kerajaan-kerajaan tersebut memberi perlawanan dalam bentuk perang.

Perang-perang yang terjadi adalah Perang Sigi Dolo,Perang Kulawi, Perang Banawa, Perang Palu, Perang Tatanga, Perang Tombolotutu, Perlawanan Rakyat Parigi, dan lain-lain.

Belanda menjalankan politik Devide et Impera atau politik pecah belah agar dapat mengalahkan kerajaan-kerajaan tersebut.

Perang akhirnya diakhiri dengan Korte Verklaring atau Pernyataan Pendek.

Isi verklaring tersebut adalah pengakuan terhadap Belanda atas wilayah-wilayah kerajaan.

Berdasarkan Undang-Undang Desentralisasi pada 1904, seluruh daerah kekuasaan raja-raja tersebut dijadikan wilayah administratif berupa distrik dan onderdistrik.

Beberapa distrik ini akhirnya digabung menjadi Swapraja, sebagai dasar untuk mengatur wilayah-wilayah kerajaan yang telah ada.

Sebagai tindak lanjut dari Korte Vorklaring, Belanda kemudian menetapkan peraturan tentang daerah-daerah yang berpemerintahan sendiri yang mulai berlaku pada 1927.

Pada 1938 peraturan ini diubah dengan nama “ZELFBESTUURSREGELEN”.

Pada masa Jepang, kekuasaan Donggala berada di bawah pemerintahan bala tentara Jepang, dengan mengadopsi struktur pemerintahan masa Hindia Belanda.

Pada Masa Revolusi, Donggala sempat menjadi bagian Negara Indonesia Timur.

Pada 1961, lembaga-lembaga swapraja di Donggala dihapuskan, diikuti dengan pembentukan 15 kecamatan.[4]

  • Demografi


Menurut data Registrasi Penduduk Akhir Tahun 2009, jumlah penduduk Kabupaten Donggala adalah 296.396 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 148.538 dan perempuan 147.858.

Pada tahun yang sama, kepadatan penduduk Donggala adalah 56 jiwa/km2.

Kepadatan tertinggi ada di Kecamatan Benawa dengan 339 jiwa/km2, sedangkan kepadatan terendah ada di Kecamatan Pinembani dengan 18 jiwa/km2.

Rasio jenis kelamin pada 2009 adalah 100, yang berarti setiap 100 perempuan terdapat 100 laki-laki, atau dapat dikatakan semimbang.

Pada tingkat kecamatan, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada penduduk perempuan, kecuali di Kecamatan Rio Pakawa, Pinembani, Banawa, Tanantovea, dan Damsol.

Kabutapen Donggala memiliki piramida penduduk muda, sekitar 40 persen penduduknya berumur di bawah 15 tahun.[5]

  • Pariwisata


Objek wisata di Donggala antara lain:

·         Pantai Tanjung Karang

·         Kampung Wisata Labuan Bajo

·         Pantai Boneoge

·         Pusentasi (Pusat Laut), Towale

·         Pantai Kaluku, Limboro

·         Pantai Taipa

·         Pantai Sivalenta, Sirenja

·         Pantai Parimpi Indah, Sirenja

·         Pantai Enu

·         Pantai Bambarano

·         Pantai Harapan, Salubomba

·         Pantai Lembasada, Lembasada

·         Pantai Surumana, Desa Surumana

·         Pantai Tosale, Desa Tosale

·         Pantai Batusuya, Desa Batusuya

·         Pantai Parimpi Desa Lende

·         Pantai Salur Sabang, Desa Sioyong

·         Pantai Salumbone, Desa Salumbone

·         Danau Lino, Desa Lino

·         Danau Talaga, Desa Talaga

·         Danau Dampelas

·         Danau Rano, Desa Rano

·         Desa Dombu

·         Hutan Mangrove Gonenggati, Kabonga Besar

·         Anjungan Gonenggati, Kabonga Kecil, Banawa

·         Pantai Kabonga

·         Wisata Kuliner, Kaledo

·         Wisata Seni Budaya Pembuatan Sarung Donggala, Desa Salubomba, Limboro, Watusampu, Kola-Kola, Ganti,Kabonga Kecil, Loli,Wani

·         Air Terjun Loli Tasiburi, Desa Loli Tasiburi

·         Air Terjun Powelua, Desa Powelua

·         Air Terjun Walandanu, Malei, Balaesang

·         Air Terjun Bou, Desa Bou

·         Air Terjun Nopubomba, Desa Nopubomba

·         Air Terjun Bale, Desa Bale Tanantovea

·         Tangga Bidadari, Desa Kajelata, Banawa Selatan

·         Air Panas Sibado, Desa Sibado, Sirenja

·         Air Panas Marana,Desa Marana, Sindue

·         Air Panas Tambu, Desa Tambu

·         Air Terjun Ogoamas, Sojol Utara

·         Pulau Pasoso, Balaesang Balaesang[14]

·         Pulau Maputi, Desa Pangalasiang

·         Pulau Taring, Desa Lenju

·         Pantai Labuana, Desa LendeNtovea, Sirenja

·         Pantai Majang, Desa Long, Damsol

·         Pantai Seget dan Lende Tovea, Sojol Utara

·         Pantai Taring, Desa Lenju, Sojol Utara

·         Cagar Alam Gunung Sojol [6]



Nama Kabupaten Donggala
Provinsi Sulawesi Tengah
Luas 5.275,69 km2
Jumlah kecamatan 16
Jumlah penduduk 296.396 (2009)
Situs resmi http://donggala.go.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved