TRIBUNNEWSWIKI.COM - Joko Anwar sebagai sutradara papan atas di Indonesia mengomentari usulan Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah yang mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi dibubarkan saja.
Dikutip dari Kompas.com, Joko Anwar tidak tinggal diam, dirinya menanggapi hal tersebut.
Melalui sebuah twit di akun twitternya, Joko Anwar mengusulkan jika DPR juga sebaiknya dibubarkan saja.
"Bang Fahri usul bubarin KPK karena nggak ngaruh korupsi tetep banyak. Nggak usul bubarin DPR karena nggak ngaruh aspirasi rakyat nggak didengar juga?" tulis Joko pada akunnya @jokoanwar.
Banyak warganet yang mengomentari twit Joko Anwar tersebut.
Beragam komentar memenuhi twitter sutradara Perempuan Tanah Jahanam tersebut.
"jangan bubarin DPR, KPK kerja apa klu dpr bubar?" komentar dari akun @reflydwiputra.
"Bubarin rumah sakit karena masih banyak yang sakit, Bubarin polisi karena masih banyak kejahatan, Bubarin lembaga pendidikan karena masih banyak yang bego" @dutatutu
Bahkan Fahri Hamzah menjawab secara langsung dan mengajak sutrdara Film Pengabdi Setan itu membahasnya secara langsung dalam siaran langsung.
"Mau debat live soal ini dengan saya? Yg kalah digampar anak STM?" kicau Fahri Hamzah dalam akunnya @Fahrihamzah.
"LOL," tulis Joko dalam balasannya lagi.
Usulan Fahri Hamzah terlontar dalam acara Indonesia Lawyers Club yang tayang pada Rabu (25/9/2019).
"Saya bilang ke teman-teman (mahasiswa), saya ini bukannya mengusulkan perubahan RUU KPK. Saya ini minta KPK dibubarkan dan dengan tesis itu saya keluar masuk kampus, ketemu mahasiswa, ketemu mahasiswa Fakultas Hukum tidak ada yang bermasalah, itu ide saya," ujar Fahri.
Fahri menambahkan jika usul tersebut akan efektif apabila diterapkan.
"Cuma saya tawarkan. Saya bisa menyelesaikan pemberantasan korupsi lebih cepat. Saya bilang begitu. Jadi sekarang kalian pilih mau berantas korupsi enggak selesai atau memberantas korupsi selesai. Saya punya proposal. Itu ide jauh lebih ekstrem dari sekadar revisi RUU KPK," ucap Fahri Hamzah.
(TribunnewsWiki/Sekar)