TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muncul dugaan bahwa FIFA telah merekayasa dan sengaja memenangkan pemain Barcelona, Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam ajang FIFA Award 2019.
Dugaan tersebut muncul pasca adanya 3 hal yang mencurigakan menyeruak ke publik terkait penghargaan ini.
Pertama, yakni pengakuan dari kapten timnas Nikaragua, Juan Barrera.
"Semua informasi tentang pilihan saya di #TheBest2019 adalah palsu, terima kasih," tulis Barrera melalui akun twitternya.
Baca: Messi Pilih Ronaldo sebagai Pemain Terbaik Dunia, Bagaimana dengan Ronaldo?
Klub yang menaunginya, Real Esteli juga memberi respons sangat khawatir karena namanya dicatut dalam sebuah situasi sedangkan ia tak berpartisipasi.
"Barrera sama sekali tak memberikan suara dan informasi yang diberikan FIFA tak sesuai kriteria yang ia pikirkan," bunyi pernyataan dari klub.
Selain itu, pelatih timnas Sudan, Zdravko Lugarosic, mengklaim bahwa pilihannya juga diubah oleh FIFA.
Baca: Meski Telah Jadi Pemain Terbaik Dunia FIFA, Messi Tetap Diragukan Menang Ballon dOr
Zdravko Lugarosic sebenarnya memilih Mohamed Salah (posisi 1), Sadio Mane (2), dan Kylian Mbappe (3).
Akan tetapi dalam laporan FIFA tertulis bahwa ia memilih Messi (1), Van Dijk (2), lalu Mane (3).
Zdravko Lugarosic sempat mengambil gambar kertas pilihannya tersebut, yang memang sama sekali berbeda dengan pilihan yang tertera di situs FIFA.
Dalam laporan FIFA, tak tampak pilihan dari pelatih dan kapten timnas Mesir, Shawki Ghareeb dan Ahmed El-Mohammadi.
Sedangkan dalam rilis resmi mereka, federasi sepak bola Mesir mengatakan bahwa keduanya sudah memberikan suaranya.
FIFA pun coba memberi respons terkait tuduhan rekayasa yang mereka lakukan untuk memenangkan Lionel Messi.
Baca: Tonton Video Mendiang Sang Ayah, Cristiano Ronaldo Tak Kuasa Tahan Tangis
"Kami telah mengecek dokumen voting yang telah dikirimkan oleh Federasi sepak bola Nikaragua (FA Nikaragua) dan semua dokumen telah ditandatangani dan dikonfirmasi resmi," kata seorang pembicara dari FIFA seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari ESPN pada Jumat (27/9/2019).
“Setelah membandingkan dengan lembar suara yang dikirimkan oleh federasi dan yang kami (FIFA) publikasikan di website resmi, kami mengonfirmasi bahwa kami memiliki hak suara yang ditandatangani oleh pemain. Kami meminta Federasi Sepakbola Nikaragua untuk menanyakan masalah ini," tambahnya.
Sementara untuk kasus federasi sepak bola Mesir, FIFA berdalih jika suara dari kapten timnas Mesir dan pelatih Mesir tidak sah karena kesalahan teknis penulisan.
Baca: Virgil van Dijk
"Suara pemain dan pelatih timnas Mesir untuk Mohamed Salah tidak sah karena tandatangan mereka dengan huruf kapital dan surat suara tidak ditandatangani oleh Sekjen federasi sepak bola Mesir," kata salah satu pembicara FIFA.
Untuk kasus pelatih Sudan, banyak yang percaya jika kertas suara yang discreenshot Zdravko Lugarosic telah diedit menggunakan Photoshop.
(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Haris/Bagas Reza)