Informasi awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ayrton Senna da Silva atau lebih dikenal dengan nama Ayrton Senna adalah seorang pembalap Formula One berkebangsaan Brazil.
Ayrton Senna memenangkan F1 tiga kali, yakni pada 1988, 1990, dan 1991.
Ayrton Senna dianggap sebagai satu di antara pembalap F1 terbesar dan paling terampil sepanjang masa.
Persaingannya dengan Alain Prost juga menjadi menjadi satu di antara rivalitas terbesar yang pernah ada di dunia balap F1.
Ayrton Senna meninggal dalam kecelakaan F1 di GP San Marino pada 1994 ketika masih berada di puncak karier.[1]
Kehidupan dan awal karier #
Ayrton Senna lahir pada 21 Maret 1960 di Sao Paulo, Brazil.
Ayahnya bernama Milton da Silva, seorang pengusaha sukses, pemilik tanah, dan penggemar balap mobil.
Keluarga Senna hidup di Santana, sebuah wilayah makmur di dekat Sao Paulo.
Ketika kecil, Senna didiagnosa memiliki masalah koordinasi motor.
Da Silva sudah mengetahui minat anaknya pada mobil, percaya bahwa mobil akan menjadi kunci untuk mengeluarkan potensi anaknya.
Pada umur empat tahun, Senna dihadiahi sebuah kart berdaya satu hp.
Dia terlihat fokus dan percaya diri ketika berada di belakang stir.
Setiap pekan, keluarganya membawa Senna ke taman di mana dia dapat mengendari kart-nya.
Pada umur delapan tahun, dia terpesona dengan pembalap F1, Jim Clark dan Jackie Stewart.
Ayahnya memberi kart 100 cc pada ulang tahunnya yang ke sepuluh.
Karena umur minimum untuk mengikuti balap kart di Brazil adalah tiga belas tahun, Senna harus menunggu dulu sambil berlatih di Parque Anhembi.
Pada 1972, Fittipaldi memenangkan kejuaraan F1 dan semua orang Brazil merayakannya.
Peristiwa ini adalah inspirasi Senna untuk menjadi pembalap terbaik.
Pada umur tiga belas tahun, Senna sudah dapat membalap secara legal.
Balap pertamanya dilaksanakan di kompleks Interlagos, satu di antara rivalnya adalah Mauizio Sala.
Senna mengeluarkan seluruh kemampuannya dan berhasil memenangkan balapan tersebut.
Pada 1977 dan 1978, Senna memenangkan Kejuaraan Kart Amerika Selatan.
Senna kemudian mengikuti World Championship di Le Mans dan berhasil mendapat posisi enam.
Setahun kemudian, dia kembali ke Eropa dan finish di posisi dua.
Pada 1981, Senna datang ke Inggris mengikuti Formula Ford 1600, membalap untuk Ralph Firman dan Tim Vand Diemen-nya.
Senna menikah dengan Liliane Vasconcelos pada tahun yang sama dan menyewa sebuah bungalow di dekat Snetterton sebagai tempat tinggal.
Ayrton Senna cepat beradaptasi dengan mobil 1600 cc.
Hampir setiap pekan ada pertandingan balap di Inggris.
Pada debutnya di Brands Hatch, Senna finish di posisi delapan.
Seminggu kemudian di Thruxton, dia menyelesaikan balapan di posisi tiga.
Potensi Senna dilihat oleh Van Diemen dan memberinya mobil baru.
Senna langsung meraih pole dengan mobil tersebut ketika membalap dalam kondisi basah.
Pada tahun pertamanya di Inggris, Senna meraih kemenangan di seri yang diikutinya.
Dia merasa merasa butuh sponsor agar karier balapnya tetap lanjut.
Namun Ayrton Senna tidak mendapat sponsor karena kalah dengan pembalap Brazil yang berkompetisi di kelas yang lebih tinggi.
Senna kecewa dan kembali ke Brazil membantu bisnis ayahnya.
Empat bulan kemudian, Senna kembali ke dunia balap motor.
Istrinya tidak menyukai pilihan Senna dan mereka berdua memutuskan bercerai.
Ayah Senna kemudian memberi sebagian sponsorship yang diperlukan Senna.
Pada 1982, Senna memenangkan 22 race dan menjadi juara.
Senna mengikuti Formula Three pada 1983 dan memenangkannya.
Beberapa tim F1 kemudian tertarik untuk merekrutnya.
Pada awalnya Senna memilih Brabham, namun gagal.
Dia akhirnya berlabuh di Toleman, sebuah tim kecil di F1.[2]
Formula One #
Ayrton Senna mulai membalap di F1 pada 1984
Pada GP Monaco yang basah, Senna berhasil menunjukkan potensinya, sebelum pertandingan dihentikan.
Senna meraih dua podium sebelum musim 1984 berakhir.
Tahun berikutnya, Senna pindah ke Lotus dan kariernya melejit.
Senna berhasil meraih tujuh kali pole position dan lima kali podium.
Pada 1986, Senna kembali dominan, meraih delapan kali pole position.
Namun, kerusakan mekanis membuatnya harus berada di posisi keempat pada musim tersebut.
Lotus ganti menggunakan Honda sebagai pemasok mesin pada 1987.
Senna memenangkan GP Monaco dan Detroit serta menyelesaikan musim di posisi tiga.
Pada 1988, Senna pindah ke McLaren, dengan Honda sebagai pemasok mesin.
Dia mempunyai Alain Prost, seorang pembalap Prancis, sebagai rekan satu tim.
Mereka berdua mendominasi musim 1988, memenangkan 14 dari 15 GP.
Senna meraih delapan kali kemenangan dan menjadi juara F1 untuk pertama kali.
Hubungan Senna dengan Prost sebagai rekan tim memburuk.
Senna memenangkan enam kali GP pada 1989, namun poin Prost lebih banyak karena Senna sering mengalami kerusakan mesin.
Pada GP Suzuka, Senna berusaha menyalip Prost agar dirinya masih mempunyai harapan untuk menjadi juara F1.
Mereka berdua malah terlibat dalam sebuah tabrakan.
Senna kembali melanjutkan balapan dan memenangkannya.
Namun kemenangan Senna didiskualifikasi secara kontroversial dan juara F1 jatuh ke tangan Prost.
Prost memutuskan pindah ke Ferrari pada tahun berikutnya.
Rivalitas tetap terjadi di antara Senna dan Prost.
Jika pada 1989 Senna membutuhkan kemenangan agar menjadi juara, maka pada 1990 justru Prost sebaliknya.
Pada awal balapan, Senna menabrak Prost dan keduanya keluar lintasan.
Senna secara kontroversial memenangkan F1 1990.
Pada 1991, Senna memenangkan tujuh kali race, membuat dirinya mempertahankan gelar juara.
Namun, musim 1992 didominasi oleh Nigel Mansell.
Senna hanya mendapat tiga kemenangan dan meraih posisi empat.
Pada tahun selanjutnya, McLaren menggunakan Ford sebagai pemasok mesin.
Performa McLaren terlihat lebih buruk daripada Williams-Renault.
Senna berhasil memenangkan lima race, namun belum cukup untuk mengalahkan Prost.
Gelar juara akhirnya jatuh ke tangan Prost.[3]
Kematian #
Pada 1994, Senna bergabung dengan Williams.
Karier Senna sebagai pembalap berakhir di GP San Marino pada 1 Mei 1994.
Pada sebuah tikungan di lap ketujuh, mobilnya menabrak tembok pada kecepatan 145 mph.
Senna tidak sadarkan diri, kehilangan banyak darah, mengalami patah tulang dan cedera otak,
Dia dibawa ke Bologna’s Maggiore Hospital, namun beberapa jam kemudian dia dinyatakan meninggal.
Setelah kematian Senna (dan Ratzenberger), standar keamanan di F1 dinaikkan.
Nama Senna masuk dalam International Motorsports Hall of Fame pada April 2000.[4]
(TRIBUNNEWSWIKI/Febri Prasetyo)
| Nama | Ayrton Senna |
|---|
| Kebangsaan | Brazil |
|---|
| Lahir | Sao Paulo, 21 Maret 1960 |
|---|
| Meninggal | Bologna, 1 Mei 1994 |
|---|
| Dikenal sebagai | Pembalap F1 |
|---|
Sumber :
1. www.biographyonline.net
2. www.grandprixhistory.org
3. www.ayrton-senna-dasilva.com
4. eeever.com