Tak Hanya Libatkan Mahahasiswa, Demo Sebabkan Kendaraan Tak Bisa Masuki Fly Over Slipi

Salah seorang warga, Udin (40) mengatakan keterlibatan massa dan warga ini disebabkan adanya pelemparan gas air mata ke arah rumah warga.


zoom-inlihat foto
demo-mahasiswa-senin-24-9-2019.jpg
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). Mereka menolak Revisi UU KPK dan RKUHP. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Aksi unjuk rasa mahasiwa yang menolak RKUHP yang awalnya tertib berubah menjadi ricuh dan anarki.

Massa mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Selasa (25/9/2019) masih  bertahan hingga rabu (25/9/2019) dini hari.

Mereka sempat bentrok beberapa saat dengan polisi di flyover Slipi, selasa malam pukul 23.00 WIB.

Dikutip dari Wartakota Live, semakin malam massa mahasiswa semakin beringas hingga adanya pelemparan bom Molotov ke Polsibsektor Palmerah.

Aksi yang dilakukan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, namun ada beberapa massa yang terlibat dalam bentrokan ini.

Baca: Demo Mahasiswa hingga Jatuh Korban Luka, Kapolda akan segera Beri Penjelasan

Demo Mahasiswa di DPR RI Berujung Pembakaran Pintu Tol Pejompongan (Warta Kota)
Demo Mahasiswa di DPR RI Berujung Pembakaran Pintu Tol Pejompongan (Warta Kota) (Warta Kota)

Beberapa massa yang didominasi anak-anak yang beranjak dewasa ini nampak melakukan pelemparan batu ke arah Polsubsektor Palmeran.

Kurang lebih enam bom Molotov sempat di lempar ke arah pos polisi tersebut.

Akibatnya kebakaran pun terjadi pada Polsubsektor Palmerah, meski begitu beberapa kali water cannon sempat memadamkan api dari dalam komplek DPR.

Namun massa justru kembali melempari dengan bom molotov.

Arus lalu lintas sekitar Stasiun Palmerah pun sempat lumpuh, bahkan sebuah kereta pun sempat tak beroperasi, sebab masih terjadi bentrokan antara massa dan polisi di fly over Slipi.

Baca: Mahasiswa Univ Al Azhar Pendarahan Otak, Diduga Dipukuli saat Demo: Pingsan Penuh Darah di Basement

Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). Mereka menolak Revisi UU KPK dan RKUHP. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)
Ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019). Mereka menolak Revisi UU KPK dan RKUHP. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA) (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Salah seorang warga, Udin (40) mengatakan keterlibatan massa dan warga ini disebabkan adanya pelemparan gas air mata kea rah rumah warga,

Sehingga warga geram dan sempat membalas lemparan batu kea rah petugas.

Kericuhan pun semakin meluas, dan telah bercampur antara mahasiswa dan juga massa lainnya.

Meski begitu ada beberapa mahasiswa yang sudah kembali dengan menggunakan bus-bus yang mereka naiki tadi.

Baca: Kronologi Demo Mahasiswa Ricuh di DPR, Beberapa Demonstran Pingsan, Pedih Gas Air Mata hingga Malam

Sejumlah mahasiswa menggoyang pintu gerbang saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Mereka menuntut DPR untuk membatalkan RUU KUHP dan revisi UU KPK. (Evan Johanto)
Sejumlah mahasiswa menggoyang pintu gerbang saat berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019). Mereka menuntut DPR untuk membatalkan RUU KUHP dan revisi UU KPK. (Evan Johanto) (Evan Johanto)

“Sekarang udah kebanyakan sama warga, jadi ya mereka kena gas air mata gak terima jadi ikutan. Jadi bukan mahasiswa lagi,” kata Udin, Rabu (25/9/2019).

Selain itu kondisi sekitar Gedung DPR RI sendiri sudah kondusif, hanya menyisakan sampah dan serpihan batu di sekitar lokasi.

Namun masih ada beberapa kendaraan roda dua yang tergeletak di pinggir jalan yang diduga milik para Mahasiswa.

Meski kendaraan yang dari arah Semanggi sudah dapat di lalui, namun ketika di Fly over Slipi kendaraan tidak bisa masuk, karena masih adanya kericuhan antar polisi dan massa

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved