Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September berdasarkan Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963


zoom-inlihat foto
hari-tani.jpg
Instagram.com/@khofifah.ip
Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September berdasarkan Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COMHari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September.

Penetapan Hari Tani Nasional juga telah diatur dalam Keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963.

Meski baru disahkan pada 1962, sebenarnya peringatan Hari Tani Nasional sudah dimulai sejak 24 September 1960, ketika Presiden Soekarno menetapkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau UUPA 1960.

Keberadaan UUPA dimaksudkan sebagai titik balik dari politik hukum Agraria kolonialisme dan penemuan hukum agrarian nasional yang bersendikan realitas susunan kehidupan rakyat Indonesia.

Momentum peringatan Hari Tani Nasional dijadikan sebagai sebuah pengingat tentang perjuangan dan jasa petani di Indonesia sebagai sebuah negara agraris.

Setiap tahunnya, Hari Tani Nasional diperingati dengan berbagai cara mulai dari menyelenggarakan berbagai kreasi petani hingga turun aksi. (1) 


Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia selalu mengusahakan untuk merumuskan UU Agraria baru untuk mengganti UU Agraria kolonial.

Pada 1948, ketika ibukota negara Indonesia masih bertempat di Yogyakarta, pemerintah membentuk Panitia Agraria Yogya.

Lalu pada 1951 nama Panitia Agraria Yogya diganti menjadi Panitia Agraria Jakarta dikarenakan saat itu posisi kedaulatan Indonesia sudah diakui dan Jakarta kembali menjadi Ibukota negara.

Akibat adanya ketidakstabilan politik saat itu, panitia Agraria Jakarta sempat mengalami kemandegan hingga khirnya diteruskan oleh Panitia Soewahjo (Tahun 1955), Panitia Negera Urusan Agraria (1956), Panitia Rancangan Soenarjo (1958), dan Panitia Rancangan Sadjarwo (1960). (2) 

Pada 1958, pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No 1 tahun 1958 tentang penghapusan tanah-tanah partikelir.

Baca: Hari Tani Nasional, Ribuan Petani Gelar Aksi Tolak RUU Pertanahan dan Bawa Nasi Kuning

Baca: Hari Radio Nasional, RRI Pertama Kali Didirikan 11 September 1945

Dengan adanya UU No 1 tahun 1958 tersebut, hak-hak pertuaanan hanya boleh dimiliki oleh negara dan upaya mengambil alih lahan asing ke tangan rakyat atau petani dilakukan dengan ganti rugi.

Pengeluaran UU No tahun 1958 tersebut sebagai tindak lanjut tindakan pemerintah Indonesia yang membatalkan perjanjian KMB pada1956 kemudian diikuti dengan nasionalisasi perkebunan-perkebunan asing. (3) 

Kemudian pada 1960, rancangan undang-undang agraria diolah Dewan Perwakilan Rakyat Gotong royong (DPR GR) di bawah pimpinan Zainul Arifin.

Pada tanggal 12 September 1960, Menteri Agraria Mr Sardjarwo berpidato dalam sidang DPR-GR menyatakan bahwa, perjuangan perombakan hukum agraria nasional erat kaitannya dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk bisa lepas dari cengkeraman, pengaruh, serta sisa-sisa penjajahan bangsa kolonial.

Khususnya perjuangan rakyat tani agar bisa bebas dari kekangan sistem feodal atas tanah dan pemerasan yang dilakukan oleh kaum modal asing.

Undang-Undang Pokok Agraria ini akhirnya diterima dan disahkan oleh DPR-GR pada tanggal 24 September 1960. (2) 

  • Hari Tani Nasional 2019


Pada perayaan Hari Tani Nasional 2019, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) memperkirakan ribuan petani dan perwakilan petani dari sejumlah wilayah di Indonesia akan menggelar unjuk rasa di depan Istana merdeka dan Gedung DPR RI.

Para petani melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Jalan Pelataran Monas, Selasa (24/9/2019).
Para petani melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Jalan Pelataran Monas, Selasa (24/9/2019). (Kompas TV)

Diperkirakan aka nada sekitar 7500 orang yang berasal dari serikat petani di berbagai daerah.

Aksi tersebut diikuti 76 organisasi serta ada juga massa dari gerakan buruh, gerakan perempuan dan gerakan lingkungan.

Massa dalam aksi tersebut akan mengggyampaikan lima pokok permasalahn yang akan disampaikan dan digugat kepada pemerintah untuk segera mendapatkan solusi dan tindak lanjut pemerintah.

Lima permasalahan tersebut meliputi macetnya pelaksanaan reforma agraria, mandat yang belum berjalan mengenai Tap MPR No IX/2001, UU Pokok-pokok Agraria 1960, evaluasi satu tahun Perpres Reforma Agraria, dan abainya penyelesaian konflik agraria di semua sektor. (4) 

(Tribunnewswiki.com/Ami heppy)



Peringatan Hari Tani Nasional
Tanggal 24 September
   


Sumber :


1. elshinta.com
2. kopidewa.com
3. finance.detik.com
4. news.detik.com


Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved