Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi papua.
Wamena terletak di lembah dan dilewati Sungai Baliem, serta diapit pegunungan Jayawijaya di sebelah selatan.
Wamena awalnya bernama Ahumpua, yaitu sebuah daerah yang belum mengenal ilmu pengetahuan maupun agama.
Para gadis Ahumpua setiap hari mempunyai kewajiban untuk menjaga anak babi dari pagi sampai siang di pinggir Sungai Baliem.
Pada suatu hari para gadis mereka melihat seseorang berkulit putih melintas di pinggir Sungai Baliem.
Karena merasa asing dan terancam, para gadis ketakutan dan berlari ke hutan.
Mengetahui para gadis takut kepadanya, Ap Haluan (sebutan orang kulit putih bagi warga Ahumpua) berdiri menjauh dan memberi isyarat agar tidak takut.
Satu orang dari gadis yang cukup berani, mulai mendekati Ap Haluan yang menanyakan mengenai nama daerah tersebut.
Disaat bersamaan muncul seekor anak babi sehingga si anak gadis mengira Ap Haluan menanyakan hal tersebut dan menjawab 'Tu Wamena' yang berarti anak babi.
Suatu hari ketika Belanda datang dan menguasai Ahumpua dan membuat perkampuangan di Ahumpua.
Namun nama daerah tersebut telah diganti sebagai Wamena. (1)
Kondisi Geografis #
Wamena memiliki luas wilayah atau sekitar 1.3 persen dari total luas wilayah Kabupaten Jayawijaya serta memiliki tiga kelurahan dan 8 desa.
Wamena terletak di dataran dengan tinggi 1973 meter diatas permukaan laut. (2)
Sebagai bagian dan merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Wamena memiliki topografi dan iklim yang serupa.
Temperatur udara bervariasi antara 14,5 derajat Celcius sampai dengan 24,5 derajat Celcius.
Curah hujan tahunan rata-rata adalah 1.900 mm dan dalam sebulan terdapat kurang lebih 16 hari hujan.
Maret memiliki curah hujan terbesar, sedangkan curah hujan terendah pada Juli. (3)
Batas wilayah Wamena adalah sebagai berikut ;
Utara : Karubaga
Timur : Puncak Yamin
Selatan : Mulia dan Timika
Barat : Mulia
Wamena memiliki tanah yang sangat subur sehingga masyarakat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani.
Hasil pertanian Wamena diantaranya sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kopi dan tembakau. (4)
Potensi Wilayah #
Bandar Udara (Bandara) Wamena
Wamena memiliki Bandar Udara (Bandara) Wamena yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan wilayah lainnya.
Bandara Wamena diresmikan pada 30 Desember 2015 oleh Presiden Joko Widodo.
Bandara Wamena memiliki terminal yang mampu melayani 282 penumpang dengan landas pacu sepanjang 2.175 meter. (5)
Kopi Wamena
Kopi Wamena memiliki cita rasa khas, dengan total produktifitas berada pada kisaran 600-650 kg/ha dan produksi kopi pada tahun 2017 sebanyak 125,8 ton.
Hal tersebut membuat Kopi Wamena layak didorong menjadi komoditas ekspor.
Kopi Wamena ditanam oleh petani tradisional tanpa menggunakan pupuk anorganik dan tanpa pestisida.
Sehingga Kopi Wamena memiliki kualitas terbaik dengan tekstur ringan, minim ampas, harum dan tidak meninggalkan rasa asam di lidah. (6)
Pariwisata
Wamena memiliki beberapa obyek wisata diantaranya Lembah Baliem, yang merupakan tempat tinggal beberapa suku tradisional seperti Suku Dani.
Selain itu juga terdapat Distrik Kerulu dimana wisatawan dapat melihat enam mumi dimana satu diantaranya berusia 280 tahun.
Obyek wisata lainnya seperti Telaga Biru Wamena, Kampung Sekan, dan Pasir Putih Aikima. (7)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)
| Nama Daerah | Wamena |
|---|
| Luas Wilayah | 110.85 kilometer persegi |
|---|
| Ketinggian Wilayah | 1973 mpdl |
|---|
| Batas Wilayah |
|---|
| Utara | Karubaga |
|---|
| Timur | Puncak Yamin |
|---|
| Selatan | Mulia dan Timika |
|---|
| Barat | Mulia |
|---|
Sumber :
1. www.pokjapapua.or.id
2. jayawijayakab.bps.go.id
3. papua.go.id
4. www.mikirbae.com
5. presidenri.go.id
6. pariwisataku.com