Profil #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raja Chulalongkorn (Rama V) adalah anak tertua Raja Mongkut (Rama IV) dengan Ratu Debsirindra.
Lahir ada 20 September 1853 dan dinobatkan sebagai Raja Siam di usia 15 tahun untuk menggantikan ayahnya yang mangkat pada 1868.
Raja Chulalongkorn mendapat gelar Phra Bat Somdet Phra Poraminthra Maha Chulalongkorn Phra Chunla Chom Klao Chao Yu Hua.
Raja Chulalongkorn dikenal sebagai salah satu Raja Siam terbesar yang membawa banyak perubahan serta kesejahteraan bagi bangsa dan rakyat.
Di masa puncak kolonialisme negara-negara Asia, Chulalongkorn berhasil menghindarkan negerinya dari penjajahan bangsa barat. (1)
Pendidikan #
Sejak kecil, Chulalongkorn telah dipersiapkan untuk menjadi raja dan mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Dalam hal pendidikan, sang ayah Raja Mongkut merasa seluruh anggota keluarga perlu mendapatkan pendidikan barat yang modern.
Untuk itulah, Raja Mongkut kemudian menyewa seorang guru privat asal Inggris bernama Anna Leonowens yang saat itu di tahun 1862 membuka sekolah di Singapura.
Anna Leonowens mengajar di Kerajaan Siam selama enam tahun.
Saat belajar, Chulaongkorn sering memeriksa kondisi masyarakat dengan datang langsung dan menyamar sebagai rakyat biasa.
Raja Chulalongkorn melihat betapa pentingnya pendidikan, karena itu sejak 1882 sang raja mulai membangung banyak sekolah di Siam.
Tak hanya itu, secara bertahap Chulalongkorn juga menghapus sistem perbudakan.
Perhatian Chulalongkorn yang sangat besar pada rakyat membuatnya dijuluki Phra Piya Maharaj dan dianggap sebagai Bapak Modernisasi Negeri Siam.
Besarnya rasa cinta rakyat pada Raja Chulalongkorn juga ditunjukkan saat ulang tahun ke-40 sang raha di tahun 1908.
Kala itu, rakyat mengumpulkan uang demi bisa membuat patung Chulalongkorn yang sampai saat ini masih terpajang di Royal Plaza. (1)
Masa Pemerintahan #
Langkah modernitas yang ditempuh Chulalongkorn rupanya kurang disukai oleh para bangsawan dan pangeran senior yang sudah lama berkuasa.
Puncaknya, terjadi bentrokan antara pasukan pro Chulalongkorn dan yang kontra pada 1874.
Pada 1932, terjadilah kudeta militer yang mengakibatkan digantinya monarki absolut menjadi monarki konstitusional.
Soal wilayah dan etnisitas, Chulalongkorn berupaya membuat semua orang yang berada di Siam sebagai orang Thai, tidak peduli orang tersebut mempunyai darah Thai atau tidak.
Raja Chulalongkorn kemudian menyebut orang Lao di timur laut sebagai Thai Timur Laut, orang Melayu atau muslim di Thailand Selatan sebagai Thai muslim.
Chulalongkorn juga memulai nasionalisme Thai yang berasakan 'bangsa, agama, dan raja'. (2)
Berkunjung ke Jawa #
Raja Chulalongkorn tercatat tiga kali berkunjung ke Pulau Jawa yaitu di tahun 1871, 1896 dan 1901.
Dua dari tiga kunjungan tersebut, Chulalongkorn singgah di Batavia, Bogor, Bandung dan Garut.
Setelah kunjungannya, Chulalongkorn bahkan mengirimkan sebuah patung gajah yang sampai sekarang masih terpajang di depan Museum Nasional.
Tak hanya itu, Raja Chulalongkorn juga meninggalkan jejak berupa prasasti di Curug Dago, Bandung. (1)
Kehidupan Pribadi #
Semasa hidup, Chulalongkorn memiliki empat orang istri, 92 selir dan 77 orang anak.
Chulalongkorn wafat pada 23 Oktober 1910 dan takhta kerajaan dilanjutkan oleh Rama VI atau Vajiravudh. (1)
(Tribunnewswiki.com/Fathul Amanah)
| Nama | Raja Chulalongkorn (Rama V) |
|---|
| Gelar | Phra Bat Somdet Phra Poraminthra Maha Chulalongkorn Phra Chunla Chom Klao Chao Yu Hua. |
|---|
| Phra Piya Maharaj |
| Lahir | 20 September 1853 |
|---|
| Ayah | Raja Mongkut (Rama IV) |
|---|
| Ibu | Ratu Debsirindra |
|---|
| Pewaris | Raja Vajiravudh (Rama VI) |
|---|
| Wafat | 23 Oktober 1910 |
|---|
Sumber :
1. mooibandoeng.com
2. asiatenggarasean.blogspot.com