Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Julia Drusilla adalah anggota keluarga kekaisaran Romawi.
Dilahirkan sebagai anak kelima, Julia Drusilla adalah anak perempuan kedua dari Germanicus dan Agrippina the Elder.
Julia Drusilla memiliki dua saudara perempuan, yaitu Julia Livilla dan permaisuri Agrippina the Younger.
Kemudian, ia juga mempunyai tiga saudara laki-laki, yaitu, Kaisar Caligula, Nero Julius Caesar, dan Drusus.
Julia Drusilla adalah cucu perempuan terhebat dari Kaisar Augustus, cucu dari Kaisar Tiberius, saudara Kaisar Claudius, dan bibi dari Kaisar Nero Julius Caesar.
Kehidupan Pribadi #
Julia Drusilla lahir di Abitarvium, di zaman modern di Koblenz, Jerman pada tanggal 16 September 16 AD (Anno Domini / tahun setelah kelahiran Yesus Kristus/sebelum masehi)
Setelah kematian ayahnya, Germanicus, dia dan saudara-saudaranya dibawa kembali ke Roma oleh ibunya dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ayahnya, Antonia Minor.
Pada tahun 33 CE (Common Era / Masehi), Julia Drusilla menikah dengan Lucius Cassius Longinus, teman Kaisar Tiberius.
Setelah kakaknya Caligula menjadi kaisar pada tahun 37 Masehi, mereka (Drusilla dan Cassius) diperintahkan untuk cerai.
Caligula kemudian menjodohkan Julia Drusilla dengan temannya, Marcus Aemillius Lepidus.
Sepanjang terkena penyakit pada tahun 37 Masehi, Caligula mengangkat Drusilla sebagai ahli warisnya dan membuatnya sebagai perempuan pertama yang diberi hak waris di Kekaisaran Roma.
Kebijakan Caligula ini dimungkinkan terjadi untuk melanjutkan garis keturunan Julian yang mungkin akan diteruskan oleh anak-anak dari Drusilla.
Drusilla juga tercatat pernah meninggalkan suaminya sementara waktu untuk memerintah kekaisaran.
Pada tahun 38 Masehi, Caligula telah sembuh dari penyakitnya.
Namun demikian, Drusilla lebih dahulu meninggal pada usia 21 tahun.
Kematian Drusilla membuat saudara laki-lakinya kemudian menjadikannya dewa dan memberinya titah suci dengan sebutan Panthea dan berkabung di pemakamannya. [1]
Peran & Reputasi #
Dilaporkan bahwa Julia Drusilla adalah perempuan kesukaan saudara laki-lakinya.
Terdapat beberapa rumor yang mengatakan bahwa mereka pernah saling cinta.
Asumsi tersebut dapat dibenarkan karena pengaruh besar Drusilla atas kepemimpinan saudaranya, Kaisar Caligula.
Meskipun yang mereka lakukan adalah tidak benar di zamannya, bukan berarti hubungan seksual kakak beradik tersebut tidak terjadi.
Karena kedekatannya dengan kakaknya, Caligula, ia mendapatkan martabat yang cukup buruk di lingkungannya.
Bahkan Drusilla juga pernah dituduh pelacur oleh para pelajar dalam usaha mereka untuk menurunkan martabat / mendiskreditkan Kaisar Caligula.
Beberapa sejarawan mengatakan bahwa Caligula mempunyai motivasi lebih untuk melakukan hubungan intim dengan saudara perempuannya, yaitu dengan sengaja ingin memutuskan tradisi Roma dan membentuk garis baru keturunan Romawi pasca era Monarki Hellenistik.
Garis baru keturunan Romawi yang ia bentuk adalah membuat tradisi agar pernikahan antara saudara dan saudari yang sedang berkuasa bersama dapat terjadi.
Hal itu dikatakan lebih baik daripada terjadinya skandal seks.
Beberapa sumber yang membicarakan hubungan Caligula dan Drussila berasal dari rumor yang beredar saat acara jamuan formal makan malam di Kekaisaran Romawi. [2]
Kematian #
Julia Drusilla meninggal pada 10 Juni AD / Masehi, dimungkinkan karena terkena penyakit yang sedang mewabah di Kekaisaran Roma saat itu.
Julai Drusilla meninggal pada usia 21 tahun.
Kaisar Caligulla pernah berkata untuk tidak pernah meninggalkan Drusilla saat sakit.
Setelah Drusilla meninggal, ia tak mengizinkan siapapun untuk membawa jenasahnya.
Caligula begitu sangat terpukul kehilangan Julia Drusilla.
Ia kemudian membakar jasadnya dengan memberinya gelar kehormatan sebagai seorang "Augusta".
Caligula juga meminta para anggota senat Kekaisaran Romawi untuk memberinya gelar dewi dengan nama Diva Drusilla.
Tak hanya itu, Caligula juga mensucikan Drusilla sebagai representasi dari Dewi Venus atau Dewi Aphrodite.
Setelah kematiannya, Drusilla ditahbiskan sebagai Panthea, yang bermakna Of all Gods / Dari semua dewa.
Setahun setelah kematian Drusilla, Caligula memberi nama anak perempuannya nama yang sama.
Sementara, mantan suami Drusilla, Marcus Aemilius Lepidus, dilaporkan terlibat percintaan dengan adiknya, Julia Livilla dan Agrippina the Younger, sebagai bentuk legitimasi bahwa ia mendukung kebijakan yang pernah Caligula buat tentang diperbolehkannya tradisi menikahi saudara. [3]
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
| Informasi Detail |
|---|
| Nama | Julia Drusilla |
|---|
| Lahir | Abitarvium, Jerman, 16 September 16 AD |
|---|
| Wafat | Roma, 10 June 38 AD (21 tahun) |
|---|
| Suami |
|---|
| Lucius Cassius Longinus |
| Marcus Aemilius Lepidus |
| Ayah | Germanicus |
|---|
| Ibu | Agrippina the Elder |
|---|
| Era Kepemimpinan | Julio-Claudian Dynasty |
|---|
Sumber :
1. en.wikipedia.org
2. historica.fandom.com
3. www.geni.com