TRIBUNNEWSWIKI.COM – Beredar kabar mengenai BJ Habibie yang mendonorkan kornea matanya untuk sang putera, Tahareq Kemal Habibie.
Sebelumnya pernah beredar kabar bahwa mata kanan Thareq Kemal Habibie mengalami kerusakan sejak 12 tahun silam.
Dalam kabar tersebut mendiang isteri BJ Habibie, Hasri Ainun Besari disebut sempat ingin mendonorkan kornea matanya untuk Thareq.
Bukan hanya Ainun, namun BJ Habibie juga disebut telah mendonorkan kornea matanya sebelum dikebumikan.
Baca: Ilham Habibie
Baca: Warganet Tanyakan Alasan Thareq Kemal Putra BJ Habibie Selalu Pakai Penutup Mata ala Bos Avengers
Kabar tersebut dibantah oleh putra sulung BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie.
Ilham mengungkapkan mengapa selama ini adiknya, Thareq mengenakan penutup mata.
Dikutip dari Kompas.com, Ilham mengatakan Thareq menderita penyakit glaukoma.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh tekanan gula yang tinggi sehingga menyebabkan retina mata rusak.
Baca: Makam BJ Habibie Dijadikan Ajang Foto oleh Warga, Warganet Menyayangkan
Baca: Prosesi Upacara Pemakaman Militer BJ Habibie, Thareq dan Ilham Turun ke Liang Lahat
"Pertama penyakit yang diderita Thareq, adik saya, adalah glaukoma."
"Glaukoma adalah penyakit yang merusak retina," jelas Ilham saat ditemui di kediaman Habibie di Jalan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).
Retina mata yang rusak, jelas Ilham, tidak dapat diganti lagi.
Ilham Akbar Habibie menampik kabar yang beredar mengenai BJ Habibie mendonorkan kornea matanya untuk Thareq tidak benar.
Baca: INILAH Silsilah Lengkap BJ Habibie, Kakek Buyutnya Juga Bernama Habibie & Dokter Jawa Pertama
Baca: Teruskan Mimpi Ainun, BJ Habibie Daftarkan Diri Jadi Pendonor Mata sejak 2016
"Jadi kalau bahasa now, namanya hoaks. Jadi enggak mungkin, memang tidak bisa ditolong."
"Itu memang harus dengan cara yang lain tapi belum ditemukan," kata Ilham.
Penampilan Thareq yang seperti "bajak laut" menjadi perhatian netizen. Thareq tampil saat memberi pengumuman mengenai kondisi ayahnya, BJ Habibie, saat masih dirawat di RSPAD.
Glaukoma
Dilansir dari alodokter.com, glaucoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata.
Meningkatnya tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata.
Seseorang yang menderita kondisi ini dapat merasakan gejala berupa gangguan penglihatan, nyeri pada mata, hingga sakit kepala.
Pada dasarnya, mata memiliki sistem aliran cairan mata (aqueous humour) ke dalam pembuluh darah.
Aqueous humour itu sendiri adalah cairan alami yang berfungsi menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membersihkan kotoran pada mata.
Baca: Kuliah di Bidang Konstruksi Pesawat Juga, Anak Ilham Habibie Ini Bakal Ikuti Jejak Sang Kakek?
Baca: Cerita BJ Habibie Siapkan Makam di Samping Ainun hingga Buat Persyaratan
Ketika terjadi gangguan pada sistem aliran cairan ini akan menyebabkan penimbunan cairan aqueous humour dan meningkatkan tekanan pada bola mata.
Meningkatnya tekanan pada bola mata kemudian dapat merusak saraf optik.
Glaukoma menjadi penyebab kebutaan terbanyak kedua di dunia setelah katarak.
Data yang dihimpun WHO pada 2010 menunjukan, 39 juta orang di dunia menderita kebutaan dan 3,2 juta di antaranya disebabkan oleh glaukoma.
Meskipun glaukoma bukanlah kondisi yang dapat dicegah, tapi gejalanya akan lebih mudah diredakan jika kondisi tersebut dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.
Baca: Joshua Suherman Sebut Sosok BJ Habibie Inspirasi Bikin Lagu Pesawat Terbang
Baca: Kenang BJ Habibie, Reza Rahadian: Saya Sakit, Eyang Ngotot Stop Syuting dan Antarkan ke RS
Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap penderita glaukoma.
Akan tetapi penderita glaukoma umumnya mengalami gangguan penglihatan.
Beberapa gangguan penglihatan yang muncul dapat satu di antaranya; penglihatan kabur, terdapat lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke arah cahaya terang, memiliki sudut buta (blind spot), serta kelainan pada pupil mata, seperti ukuran pupil mata tidak sama.
Diduga kelainan gen merupakan faktor utama terjadinya glaukoma.
Pengobatan glaukoma dilakukan untuk mencegah kebutaan total dan mengurangi gejalanya.
Pengobatan tersebut dapat berbeda-beda, karena disesuaikan dengan kondisi pasien.
Metode pengobatan glaukoma meliputi pemberian obat tetes, terapi laser, hingga operasi.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)