Sumatera Selatan

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya


Sumatera Selatan
Tribunnews.com
Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan 

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara.

Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.

Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang.

Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Secara administratif Provinsi Sumatera Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, beserta perangkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi Pemerintah Kecamatan dan Desa / Kelurahan. Pemerintahan Kabupaten / Kota tersebut sebagai berikut :

  • Kab. Ogan Komering Ulu ( Ibukota Baturaja)
  • Kab. OKU Timur ( Ibukota Martapura)
  • Kab. OKU Selatan( Ibukota Muara Dua)
  • Kab. Ogan Komering Ilir ( Ibukota Kayu Agung)
  • Kab. Muara Enim ( Ibukota Muara Enim)
  • Kab. Lahat ( Ibukota Lahat)
  • Kab. Musi Rawas ( Ibukota Lubuk Linggau)
  • Kab. Musi Banyuasin ( Ibukota Sekayu)
  • Kab. Banyuasin ( Ibukota Pangkalan Balai)
  • Kab. Ogan Ilir ( Ibukota Indralaya)
  • Kab. Empat Lawang (Ibukota Tebing Tinggi)
  • Kota Palembang ( Ibukota Palembang)
  • Kota Pagar Alam ( Ibukota Pagar Alam)
  • Kota Lubuk Linggau ( Ibukota Lubuk Linggau)
  • Kota Prabumulih ( Ibukota Prabumulih)
  • Kab. Penukal Abab Lematang Ilir ( Ibukota Talang Ubi))
  • Kab. Musi Rawas Utara (Ibukota Rupit)

Jumlah agama yang menjadi bahasan ini hanya meliputi 5 agama yaitu : Islam, Khatolik, Kristen, Budha dan Hindu.

Di tahun 2003 persentase pengikut agama Islam sebesar 95,16 persen, Budha 1,53 persen, Khatolik 1,29 persen, Kristen 1,16 persen dan Hindu 0,86 persen.

Hubungan sosial terutama di dasarkan kepada semangat kebangsaan, walaupun dalam kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, seperti dalam bercakap-cakap atau cara bicara yang sopan.

Pada umumnya penduduk Sumatera Selatan sangat hormat kepada para tamu dan pengunjung yang berasal dari daerah lain.

Gaya hidup mereka sangat dipengaruhi oleh era modernisasi.

Gunung Dempo
Gunung Dempo (http://www.wisataku.id)

Sebagian besar penduduk sangat terbuka dalam perilaku mereka terutama dengan aspek positif serta menyambut baik reformasi dan inovasi terutama yang berkaitan dengan konsep pembangunan.

Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343.

Dan Jumlah kecamatan sebanyak 149 buah.

Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa (3,29 %)

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat setiap aparat pemerintahan Sumatera Selatan menegakkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab.

Ciri khas dari pemerintah seperti ini adalah efektif, efisien, transparan, partisipatif, responsif dan accountable dengan indikasi terjalin satu sama lain. (1)

  • Sejarah


Sumatera Selatan atau pulau Sumatera bagian selatan yang dikenal sebagai provinsi Sumatera Selatan didirikan pada tanggal 12 September 1950.

Awalnya mencakup daerah Jambi, Bengkulu, Lampung, dan kepulauan Bangka Belitung dan keempat wilayah yang terakhir disebutkan kemudian masing-masing menjadi wilayah provinsi tersendiri.

Akan tetapi memiliki akar budaya bahasa dari keluarga yang sama yakni bahasa Austronesia proto bahasa Melayu dengan pembagian daerah bahasa dan logat antara lain seperti Palembang, Ogan, Komering, Musi, Lematang dan masih banyak bahasa lainnya.

Menurut sumber antropologi disebutkan bahwa asal usul manusia Sumatera bagian selatan dapat ditelusuri mulai dari zaman paleolitikum dengan adanya benda-benda zaman paleolitikum pada beberapa wilayah.

Antara lain sekarang dikenal sebagai Kabupaten Lahat, Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Tanjung Karang.

Yakni desa Bengamas lereng utara pergunungan Gumai, di dasar (cabang dari Sungai Musi) sungai Saling, sungai Kikim lalu di desa Tiangko Panjang (Gua Tiangko Panjang) dan desa Padang Bidu atau daerah Podok Salabe.

Serta penemuan di Kalianda dan Kedaton dimana dapat ditemui tradisi yang berasal dari acheulean yang bermigrasi melalui sungai Mekong yang merupakan bagian dari bangsa Monk Khmer.

Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya (romadecade.org)

Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.

Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China. (2)

  • Visi dan Misi


Visi

Dengan mempertimbangkan kemajuan yang telah dicapai dan memperhatikan hasil analisis isu strategis; mengacu visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih untuk masa bakti 2018-2023; mengikuti prioritas pembangunan RPJPD Provinsi Sumatera Selatan; memperhatikan prioritas pembangunan nasional; merujuk pada tujuan nasional yang tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945; serta memperhatikan tujuan pembangunan millenium, maka visi pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023 adalah :

“SUMATERA SELATAN MAJU UNTUK SEMUA”

Kondisi Maju itu adalah situasi yang ingin dicapai oleh daerah Sumatera Selatan dimasa depan.

Kondisi ini tidak hanya mampu menjawab kebutuhan daerah Sumsel, juga dapat berpartisipasi dalam mengatasi krisis global yang berkaitan dengan pangan (food), energi (energy), dan air (water), adapun rumusan yang sederhana bagi daerah Sumsel Maju tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama

Keadaan dimana terwujudnya pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan atau pembangunan berkelanjutan dan pembangunan maritim yang merata dan berkeadilan, dimana hasil –hasil pembangunannya dinikmati seluruh anggota masyarakat

Kedua

Kondisi dimana meningkatnya kualitas SDM yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, integritas dan kearifan lokal, disamping terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat dengan dukungan anggaran pro-rakyat, prolingkungan dan pro-gender yang transparan dan akuntabel

Ketiga 

Kondisi tercapainya pelayanan publik yang baik dengan dukungan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas KKN, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses penentuan kebijakan pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak

Keempat

Terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi kehidupan masyarakat sehingga anggota masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan, terciptanya kehidupan masyarakat yang menghargai perbedaan dan masyarakat dapat menikmati kesenian yang bermutu di pusatpusat kebudayaan

Misi

Untuk meraih dan mencapai visi tersebut diatas, tentu saja diperlukan rumusan beberapa misi sebagai berikut :

1. Membangun Sumatera Selatan berbasis ekonomi kerakyatan, yang didukung sektor pertanian, industri, dan UMKM yang yang tangguh untuk mengatasi  pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan.

2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik laki-laki maupun perempuan, yang sehat, berpendidikan, profesional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, dan integritas.

3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas, profesional, dan responsif.

4. Membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur dasar guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman & perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah.

5. Meningkatkan kehidupan beragama, seni, dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis & berbudaya, dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pariwisata religius. (3)

  • Potensi Daerah


Pertanian

Provinsi Sumatera Selatan mengelola sumber daya alam yang dimiliki untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pada tahun 2014 luas areal produksi (panen) padi mencapai 810.900 ha.

Luas lahan tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 800.036 ha.

Peningkatan luas tersebut diiringi dengan penurunan produksi padi mencapai 3.670.434 ton. Pada tahun 2013 produksi padi baru mencapai 3.295.247 ton.

Sumber pangan nabati juga dipenuhi melalui komoditas jagung.

Luas areal produksi jagung tahun 2014 mencapai 31.939 ha dengan produksi sebesar 191.974 ton di tahun 2013, meningkat dari tahun 2012 dimana luas areal produksi jagung sebesar 28.617 ha dengan produksi sebesar 112.917 ton.

Berbeda dengan komoditas kacang kedelai, luas areal produksinya semakin menurun, begitu juga jumlah produksinya.

Luas lahan produksinya pada tahun 2013 turun jauh dibanding tahun 2012 yaitu dari 7.756 ha menjadi 3.564 ha dan jumlah produksinya menjadi 5.140 ton dari 12.162 ton di tahun 2012.

Kehutanan

Tahun 2013, total luas areal hutan di Sumatera Selatan mencapai 3.487.467 hektar.

Angka tersebut terdiri atas: hutan lindungse luas 585.548 hektar, suaka alam 803.262 hektar, hutan produksi terbatas 214.730 hektar, hutan produksi tetap 1.711.747 hektar, dan hutan produksi konversi sebesar 72.180 hektar.

Dari total luas wilayah hutan tersebut, sekitar 23,12 persen dimiliki oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir dan 18,75 persen dimiliki Kabupaten Musi Banyuasin.

Sehingga kedua kabupaten ini memiliki wilayah hutan terluas dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan

Perkebunan

Komoditas perkebunan di Provinsi Sumatera Selatan yang juga menjadi perhatian pemerintah mengingat bidang pertanian masih menjadi sektor andalan di Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Selatan produksi perkebunan dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi hasil produksi. Komoditas andalan karet masih menjadi primadona baik di level perusahaan besar maupun usaha perkebunan masyarakat.

Dengan luas mencapai lebih dari 1,3 juta hektar, mampu menghasilkan produksi sebesar kurang lebih 1 juta ton.

Sementara kelapa sawit produksinya mencapai kurang lebih 1,9 juta ton yang dihasilkan dari perkebunan besar dan usaha perkebunan rakyat.

Perikanan dan Kelautan

Sumatera Selatan memiliki potensi perikanan yang cukup besar.

Hal ini terlihat dari besarnya produksi perikanan.

Kondisi alam dengan mengalirnya sungai besar seperti sungai Musi serta daerah perairan laut yang cukup luas merupakan factor penunjang kelangsungan produksi perikanan.

Disamping produksi ikan juga diperoleh dari pengembangan budidaya perikanan.

Produksi kelautan dan perikanan di Sumatera Selatan mengalami peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2013 produksi perikanan mencapai 856.111,6 ton.

Kemudian menurun menjadi 583.866,9 ton pada tahun 2014.

Sumberdaya laut di Provinsi Sumatera Selatan memberikan keuntungan yang sangat potensial dengan adanya kekayaan hasil laut.

Pada tahun 2014 di Provinsi Sumatera Selatan terdapat kapal/ perahu penangkap ikan sebanyak 40.159 unit. 

Peternakan

Kegiatan peternakan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber pangan hewani seperti daging, telur maupun susu. Berbagai macam jenis ternak yang dikembangkan oleh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan meliputi sapi potong, sapi perah, kambing, domba, babi, ayam buras, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik.

Data yang disampaikan oleh Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan meyebutkan bahwa populasi ternak sapi potong mengalami peningkatan dari 215.953 ekor pada tahun 2013 menjadi 245.175 ekor di tahun 2014.

Jumah pemotongan pada tahun 2013 sebanyak 86.064 ekor dan pada tahun 2014, jumlah pemotongan menurun menjadi 83.040 ekor (4)

Energi

Sumber daya alam khususnya potensi energi primer yang terdapat di wilayah Sumatera Selatan merupakan daya tarik kuat bagi masuknya penanaman modal untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Hal ini didukung oleh letak Provinsi Sumatera Selatan diantara Pulau Jawa dan Singapura/Malaysia yang secara ekonomi sangat strategis.

Potensi sumber daya energi Sumatera Selatan seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan panas bumi terdapatnya tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi khususnya melalui Pembangunan Ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri.

Pembangunan Ketenagalistrikan di Sumatera Selatan melalui Pembangunan Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dengan bahan bakar batubara nilai kalori rendah yang potensinya berlimpah.

Ini akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatera yang saat ini dalam kondisi kritis selain untuk kebutuhan ekspor ke Malaysia dan pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial dan rumah tangga serta transportasi yang relatif banyak.

Wisata

  • Jembatan Ampera
  • Palembang Icon
  • G Art Studio
  • Al-Qur'an Al-Akbar
  • Gunung Dempo
  • Masjid Agung Palembang
  • Pulau Kemaro
  • Jakabaring Sport Complex
  • Benteng Kuto Besak
  • Baba Ong Boen Tjit House
  • Taman Kambang Iwak Besak (5)

  • Makanan Khas
    • Pempek
    • Tekwan
    • Laksan
    • Celimpungan
    • Burgo
    • Lakso
    • Martabak Palembang
    • Mie Celo


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Provinsi Sumatera Selatan
Ibu Kota Palembang
Luas 91.592,43 km2
Gubernur Herman Deru
Wakil Gubernur Mawardi Yahya
Ketua DPRD Giri Ramanda Nazaputra Kiemas
Kecamatan 212
Kelurahan 3.081
Dana Alokasi Umum Rp. 788.813.301.000,-
Situs Resmi www.sumselprov.go.id
Maps https://goo.gl/maps/sJv9hFCN64FTLQnf9


Sumber :


1. www.sumselprov.go.id
2. www.sumselprov.go.id
3. www.sumselprov.go.id
4. bappeda.sumselprov.go.id
5. www.tripadvisor.co.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved