TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kereta API Rapih Dhoho yang melaju dari arah Jombang ke Surabaya menabrak mobil Datsun Go pada Kamis (12/9/2019).
Mobil tersebut berisi empat penumpang yang tewas di lokasi kecelakaan yang terletak di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dikutip dari Kompas.com, kecelakaan tersebut terjadi ketika mobil menyebrangi perlintasan kereta api tanpa palang pintu.
Berikut beberapa fakta kecelakaan api tabrak mobil yang telah dihimpun Tribunnewswiki.com:
Korban Tewas Luka Parah
Penumpang mobil yang terdiri dari empat orang tersebut meninggal dunia dalam keadaan luka yang cukup parah.
Di lokasi kecelakaan dua orang langsung tewas ditempat, yakni Wawan Raharjo (31), warga Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dan Fajar Nur Hidayat (13), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Sementara dua orang lainnya meninggal di RSUD Jombang.
Dua orang tersebut yakni Sabanet de Dayev (13), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, serta Nabila Hada Salsabila (13), warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Baca: Lirik dan Terjemahan Lagu Ed Sheeran Thinking Out Loud, beserta Video Klipnya
Mobil Terpental 15 Meter
Kecelakaan tersebut menyebabkan mobil terpental sejauh 15 meter.
Seorang saksi mata Aris Prasetyo mengungkapkan jika empat orang terjepit di dalam mobil yang ringsek.
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana mengatakan kecelakaan terjadi saat mobil tersebut melintas dari utara.
"Akibat kurang memperhatikan situasi saat menyeberang rel kereta api, mobil tertabrak Kereta Api Rapih Dhoho," ungkap Inggal kepada Kompas.com.
Perlintasan yang Tidak Dijaga
Ixfan Hendriwintoko Manajer Humas Daop 7 Madiun mengungkapkan, jika perlintasan kereta api memang tidak dijaga.
Perlintasan terdapat kurang lebih 1,5 kilometer di sebelah timur Stasiun Kereta Api Jombang ini memang sering memakan korban jiwa.
"Berapa kali terjadi kecelakaan di pelintasan itu, kami belum lengkap datanya. Tapi di situ memang sudah sangat sering terjadi. Itu pelintasan yang tak terjaga," kata Ixfan saat dihubungi, Jumat (13/9/2019) pagi.
Rencananya perlintasan tersebut akan ditutup secara permanen.
Baca: Tanggapan Ernest Prakasa mengenai Revisi UU KPK, Ernest: Jangan Kita Main Dukung, Kritisi Terus
Selama 2019 Terdapat 3 Kecelakaan
Kepala Desa Sumbermulyo Fuad mengatakan bahwa rencana penutupan secara permanen sudah ada sejak lama.
Namun warga sekitar menolak penutupan tersebut.
Sehingga perlintasan kereta api tersebut tetap dibuka, padahal sudah terjadi beberapa kecelakaan di tempat tersebut.
"Sudah lama ada rencana ditutup. Tapi karena sebagian warga masih menolak, sampai sekarang belum ditutup, padahal sudah sering kejadian (insiden tertabrak kereta)," kata Fuad.
Baca: Terjadi Kerusuhan di Depan Gedung KPK, Polisi: Pelaku akan Kami Identifikasi
Bahkan dirinya tidak mengingat seberapa sering terjadinya kecelakaan.
Sepanjang 2019 sedikitnya sudah ada 3 kecelakaan yang telah memakan korban jiwa.
"Minggu depan akan kami sosialisasikan lagi soal rencana penutupan pelintasan itu," kata Ixfan.
(TribunnewsWiki/Sekar)