Hari Raya Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan

Hari Raya Chuseok adalah hari libur nasional Korea Selatan yang dirayakan sekitar musim gugur. Masyarakat biasanya merayakan dengan mudik, pesta makan, atau pergi ke festival.


Hari Raya Chuseok, Thanksgiving ala Korea Selatan
Instagram @nct_dream
Anggota boy group NCT Dream dari kiri ke kanan Jisung, Jaemin, dan Jeno merayakan Hari Raya Chuseok dengan pesta makan bersama 

Hari Raya Chuseok adalah hari libur nasional Korea Selatan yang dirayakan sekitar musim gugur. Masyarakat biasanya merayakan dengan mudik, pesta makan, atau pergi ke festival.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Raya Chuseok (추석) atau hari bulan purnama adalah tiga hari libur nasional di Korea Selatan.

Hari Raya Chuseok adalah peringatan musim panen yang jatuh pada hari ke-15 bulan 8 kalender lunar.

Hari Raya Chuseok dilakukan untuk mensyukuri keberhasilan hasil panen yang melimpah sehingga biasa disebut sebagai festival bulan panen.

Pada Hari Raya Chuseok, warga Korea Selatan akan mudik atau pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, ziarah ke makam keluarga, pesta makan, atau menghadiri berbagai festival.

Selain itu akan banyak ditemukan masyarakat Korea Selatan yang mengenakan pakaian adat seperti Hanbook.

Hari Raya Chuseok telah diperingati sejak jaman kerajaan Silla (57 SM – 935).

Chuseok juga dikenal sebagai Hangawi atau hari besar di tengah-tengah musim gugur.

Biasanya Hangawi dirayakan dengan mengadakan lomba tenun menenun, dan pemenang akan dipersembahkan makanan hasil panen yang melimpah.

Chuseok hampir serupa dengan Thanksgiving, dimana masyarakat akan  berterimakasih dan bersyukur kepada para leluhur dan berbagi dengan mereka yang kurang beruntung. (1)

Baca: Tidak Ada Lagi Festival Lampion di Dieng Culture Festival Tahun Depan

Baca: Festival Erau

 

  • Tradisi


Berikut beberapa tradisi yang dilakukan ketika Hari Raya Chuseok tiba :

Charye

Pagi hari ketika Hari raya Chuseok, para anggota keluarga berkumpul di rumah untuk melakukan ritual penghormatan terhadap para leluhur atau Charye.

Charye secara resmi diadakan dua kali dalam setahun yaitu saat Seollal (tahun baru kalender Lunar) dan Chuseok.

Perbedaan kedua ritual ini adalah saat Seollal, makanan yang dipersembahkan kebanyakan tteokguk, sup kue beras.

Sedangkan saat Chuseok makanan persembahan didominasi beras yang baru dipanen, shindoju, dan songpyeon (kue beras).

Setelah ritual, para anggota keluarga duduk bersama di satu meja dan menikmati hidangan.

Beolcho

Mengunjungi makam para leluhur saat Hari Raya Chuseok disebut dengan Seongmyo.

Ketika melakukan ziarah, para anggota keluarga melakukan kegiatan Beolcho yaitu mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar permakaman sebagai wujud penghormatan.

 Ssireum

Ssireum adalah olahraga gulat tradisional Korea Selatan.

Selama pertandingan dua orang kompetitor saling berhadapan di tengah arena berpasik dan berusaha mengeluarkan lawannya dari arena dengan menggunakan kekuatan dan kemampuan.

Pegulat paling akhir yang berhasil bertahan di pertandingan dinobatkan sebagai pria tertangguh di daerah penyelenggaranya.

Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa kapas, beras, atau seekor anak sapi.

Ganggangsullae

Ganggangsullae adalah tarian melingkar yang dilakukan oleh para perempuan berpakaian Hanbok.

Para perempuan saling berpegangan tangan membuat lingkaran dan menyanyi bersama di malam saat bulan purnama atau pada malam Chuseok.

Chuseokbim

Kata 'Bim' mengacu pada arti mempercantik diri sendiri dengan pakaian baru untuk hari raya atau pesta.

terdapat dua jenis bim, yaitu seolbim dan chuseokbim.

Dulu masyarakat akan mempercantik diri dengan pakaian tradisional Korea.

Namun saat ini masyarakat sering mengenakan pakaian ala Barat atau bahkan tidak menyiapkan bim sama sekali. (2)


Berikut makanan khas yang disajikan ketika Hari raya Chuseok tiba, diantaranya :

Songpyeon 

Songpyeon adalah satu dari hidangan yang menjadi ciri khas perayaan Hari raya Chuseok.

Songpyeon disajikan dalam pesta makan ketika seluruh keluarga telah berkumpul, atau bisa juga dibagikan pada tetangga atau rekan.

Songpyeon dibuat dari tepung beras dan dibentuk lebih kecil dari bola golf, dengan isian wijen, kacang, kacang merah, kacang mede dan lain sebagainya.

Jeon

Makanan khas yang dihidangkan ketika Hari Raya Chuseok adalah Jeon atau panekuk tradisional Korea Selatan.

Jeon dibuat potongan ikan, daging dan sayuran yang dimasukan ke dalam kocokan telur dan tepung terigu lalu digoreng. (3)

Torantang

Torantang adalah sup yang dibuat dari umbi talas yang ditambahkan daging atau tahu.

Torantang diklaim bisa melancarkan fungsi pencernaan sehingga masyarakat yang melakukan pesta makan ketika Hari Raya Chuseok tidak perlu khawatir jika makan terlalu banyak.

Hwayangjeok

Hwayangjeok merupakan daging tumis dan sayuran warna-warni yang ditusuk serta ditata rapi dengan taburan bubuk biji pinus. 

Galbi Jjim

Galbi Jjim adalah semur daging iga sapi yang dicampur dengan sayuran.

Rasa Galbi Jjim seperti semur daging Indonesia yang khas dengan rasa manis dan asin.

Namun rasa manis Galbi Jjim didapat dari kurma, bukan kecap atau gula merah.

Baesuk

Baesuk terbuat dari rebusan buah pir dengan campuran jahe yang menghangatkan tubuh.

Untuk menambah rasa, Baesuk ditambahkan dengan kurma dan madu.

Baesuk adalah minuman tradisional Korea Selatan yang berkhasiat mencegah flu.

Twigim

Twigim adalah gorengan ala Korea Selatan yang dibuat secara sederhana.

Telur, ubi, udang, cumi-cumi, bakso, paprika, atau sayurani dibalurkan ke tepung, lalu digoreng hingga matang.

Biasanya Twigim dikonsumsi dengan kecap asin atau dengan saus fermentasi cabai. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



   


Sumber :


1. inikpop.com
2. www.visitkorea.or.id
3. jakarta.tribunnews.com
4. www.idntimes.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved