Pesan BJ Habibie untuk Masa Depan Indonesia

Berikut adalah pesan BJ Habibie perihal masa depan Indonesia pada saat ceramah Shalat Tarawih di rumahnya di Jakarta, Selasa (7/6/2017)


Pesan BJ Habibie untuk Masa Depan Indonesia
Kolase foto (Wikimedia Commons)
Bacharuddin Jusuf Habibie 

Berikut adalah pesan BJ Habibie perihal masa depan Indonesia pada saat ceramah Shalat Tarawih di rumahnya di Jakarta, Selasa (7/6/2017)




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie (selanjutnya disebut BJ Habibie) lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dan meninggal di Jakarta, 11 September 2019 akibat penyakit yang dideritanya.

Tercatat BJ Habibie menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Rhenish Westfalische Technishce Hochschule, Jerman.

Tokoh yang memiliki gelar lengkap Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie FREng ini merupakan satu dari sederetan cendekiawan kebanggaan Indonesia.

Salah satu prestasi BJ Habibie paling gemilang yang terkenal di dunia adalah Faktor Habibie.

Faktor Habibie merupakan rumus temuan untuk menghitung keretakan atau crack progression on random saat ia mempelajari fenomena fatigue pada konstruksi pesawat.

Rumus ini mampu menghitung crack progression sampai skala atom dalam material konstruksi pesawat.

Tak heran, berkat rumus temuan ini BJ Habibie dijuluki "Mr. Crack."

Kilas balik, pada saat kegiatan shalat terawih di rumah BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, baru dimulai sekitar pukul 21.00, Selasa (7/6/2017), Habibie mengisi ceramah dengan cerita pengalaman hidupnya yang panjang, terutama soal pesawatnya.

Di ceramahnya ini, Habibie juga memberi pesan tentang masa depan Indonesia.

Berikut adalah pesan Bacharuddin Jusuf Habibie tentang masa depan Indonesia yang Tribunnewswiki.com himpun dari Kompas.com.

BJ Habibie mengisi ceramah dengan cerita pengalaman hidupnya yang panjang pada kegiatan shalat terawih di rumah Presiden ke-3 RI BJ Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, yang dimulai sekitar pukul 21.00, Selasa (7/6/2017).

Ceramahnya tentang masa depan Indonesia bermula saat Habibie menyampaikan soal kehebatan manusia kepada puluhan anggota Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia (ICMI) yang datang saat itu.

Habibie menjelaskan bahwa manusia adalah satu-satunya ciptaan Allah SWT yang diberikan kemampuan untuk berpikir dan memahami dunia secara sistematis.

Oleh karenanya, Habibie menuturkan bahwa ilmu selalu berkembang.

"Dunia berubah, teknologi berkembang disebabkan karena manusia itu sifatnya mampu menjelaskan sesuatu yang bagi dia tidak jelas, dia terus secara konsisten mencari penjelasan secara logis, berdasarkan ilmu-ilmu yang pasti bisa dia pahami dan jelaskan, berdasarkan itu dia bisa prediksi akan terjadi ini itu," kata Habibie.

Habibie membuka cerita hidupnya ketika dia sedang menempuh studi doktoralnya di Technische Hochschule Aachen, Jerman, tempat sekolah para pakar aeronautika terhebat dari seluruh dunia.

Habibie mengaku "ditahan" oleh sekolahnya untuk tetap bekerja sebagai asisten pengajar sembari melanjutkan studi doktoralnya. [1]

BJ Habibie dan Pesawat Rancangannya
BJ Habibie dan Pesawat Rancangannya (Grid.Id)

"Saya ditawarkan tinggal di sekolah menjadi guru besar, enggak mau. Ditawarkan kerja pergi ke Amerika untuk membuat supersonic transport, tidak mau. Karena cita-cita saya buat pesawat terbang untuk Indonesia," ungkap Habibie.

Disertasi Habibie mengenai hypersonic mendapat apresiasi tinggi hingga dia ditawari sebagai guru besar.

Kendati demikian, Habibie ngotot ingin kembali ke Tanah Air.

Habibie kemudian kembali diminta untuk menyelesaikan sebuah proyek strategis.

Untuk mewujudkan mimpinya membuat pesawat bagi Indonesia, Habibie juga sempat bekerja di sebuah perusahaan industri pesawat terbang paling kecil di Hamburg, Hamburger Flugzeugbau.

Pada usia 28 tahun, ia bergabung bersama senior-seniornya merancang teori, mendesain pesawat, dan berbagai terobosan lainnya.

Habibie dipanggil pulang oleh Presiden Soeharto pada 1974 untuk mengembangkan industri dalam negeri.

Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kemudian dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia dibesarkan Habibie untuk menyediakan pesawat bagi Indonesia.

Habibie menepis tudingan pekerjaannya adalah bagian dari ambisi orde baru Soeharto.

"Industri strategis dirgantara itu, kapal terbangnya jelas, tiba-tiba ditutup, hei kok dianggap programnya orde baru? Siapa bilang orde baru? Itu bukan ide saya, itu yang memperkenalkan Bung Karno dan dia berkeyakinan bahwa NKRI yang negara maritim dengan 17.000 pulau hanya bisa dipersatukan jika kita membuat pesawat terbang mandiri, sesuai dengan kebutuhan kita," kata Habibie.

Habibie juga menceritakan kebanggaannya menerima penghargaan dari International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 1944 atas pengabdian hidupnya untuk kontribusi penerbangan komersial.

Nama Habibie yang terpampang di Markas ICAO sempat membuat kaget Menteri Maritim Indroyono Soesilo saat mewakili Indonesia dalam konferensi internasional.

Habibie yang awalnya enggan menghadiri penerimaan penghargaan itu, mengaku akhirnya datang dan mengejutkan para hadirin termasuk Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali.

"Saya diminta menyampaikan sesuatu. Saya berhenti, perkataan pertama yang saya keluarkan Bismillahirrahmanirrahim. Kaget semua, karena isunya Islam tidak ramah terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Habibie seraya meminta cucunya mengambilkan medali itu.

Penghargaan itu, kata Habibie, hanya diberikan 50 tahun sekali.

Habibie teringat ketika sedang sakit, harus menghadiri konferensi pers di hadapan puluhan wartawan untuk menjawab soal penghargaan itu.

Semua sudah mengenal siapa Habibie, dan hanya ada tiga pertanyaan wartawan kepadanya.

Habibie ditanya oleh wartawan perihal usia berapa pada 7 Desember 1944, apa yang dilakukan hari itu, dan pada pukul 10.00 waktu Chicago, apa yang sedang dilakukannya.

Pukul 10.00 pada 7 Desember 1944, pimpinan negara dunia berkumpul di Chicago untuk mengesahkan Chicago Convention yang mendefinisikan ulang industri penerbangan yang saat itu hanya dikembangkan untuk kepentingan perang. Konvensi itu pula yang menjadi kelahiran ICAO.

"Saya jawab saat itu usia saya 8 tahun di mana saya tinggal di pinggir hutan di rumah Bugis, tidak sekolah karena kami mengungsi, dan saya hari itu renang lompat ke kali, memberi makan rumput untuk kuda, dan malam sebelum tidur saya baca Al Quran," kata Habibie.

Tak ada yang menyangka seorang pionir di bidang penerbangan memiliki masa kecil seperti Habibie.

Habibie mengatakan takdirlah yang mengantarkannya dari pedalaman timur Indonesia, menjadi Presiden Indonesia dan tokoh dunia.

"Anda harusnya lebih baik, yang jadikan saya begitu bukan orangtua saya tapi rakyat. Perjuangan rakyat itu dengan imtaq (iman dan takwa) dan iptek yang diberikan dari Allah," ujar Habibie. [2]

Pesawat N250 Gatotkaca Karya BJ Habibie
Pesawat N250 Gatotkaca Karya BJ Habibie (instagram.com/@mensobsession/@alinurdin_29)

Habibie menggarisbawahi pentingnya perkembangan dunia.

Bahwa ada nilai absolut yang akan berlaku sepanjang masa, dan nilai relatif yang berubah mengikuti zaman.

"Keadaan sekarang berubah, kalau kita anggap semua nilai-nilai absolut, jangan heran kita ke belakang terus tidak berkembang. Berarti anda nyeleweng dari Quran, Anda diberikan oleh Allah kemampuan berpikir, beranalisa, mengambil kesimpulan berdasarkan pengalaman, mengambil proyeksi ke depan dengan memanfaatkan bahasa yang Anda pahami, et cetera," katanya.

Terakhir, Habibie optimistis masa depan Indonesia akan lebih baik dengan didasari pada imtaq dan iptek.

Ia berharap akan ada Habibie-Habibie lainnya dari berbagai daerah, suku, agama, maupun ras lainnya yang dapat mengabdi pada Indonesia.

"Saya minta kepada Anda, bersatulah," ucap Habibie.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Nama Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936
Wafat Jakarta, 11 September 2019
Ihwal Detail Pesan Habibie tentangMasa Depan Indonesia


Sumber :


1. pemilu.kompas.com
2. pemilu.kompas.com


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Imbas Pandemi Virus Corona, Juventus

    Juventus mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk
  • Persib Jamin Gaji Para Pemain

    Persib Bandung mengklaim masih membayar gaji para pemainnya dengan
© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved