BJ Habibie: Pesan untuk Gubernur DKI Jakarta: Sinergikan Budaya, Agama, dan Pengetahuan

Berikut adalah pesan BJ Habibie kepada Gubernur DKI Jakarta


Natalia Bulan Retno Palupi

BJ Habibie: Pesan untuk Gubernur DKI Jakarta: Sinergikan Budaya, Agama, dan Pengetahuan
Kolase foto (Kompas.com dan Wikipedia)
Bacharuddin Jusuf Habibie pernah berpesan kepada Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilgub DKI Jakarta 2017 

Berikut adalah pesan BJ Habibie kepada Gubernur DKI Jakarta




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie (selanjutnya disebut BJ Habibie) lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 dan meninggal di Jakarta, 11 September 2019 akibat penyakit yang dideritanya.

Tercatat BJ Habibie menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Rhenish Westfalische Technishce Hochschule, Jerman.

Tokoh yang memiliki gelar lengkap Prof. Dr. Ing. H. BJ Habibie FREng ini merupakan satu dari sederetan cendekiawan kebanggaan Indonesia.

Salah satu prestasi BJ Habibie paling gemilang yang terkenal di dunia adalah Faktor Habibie.

Faktor Habibie merupakan rumus temuan untuk menghitung keretakan atau crack progression on random saat ia mempelajari fenomena fatigue pada konstruksi pesawat.

Rumus ini mampu menghitung crack progression sampai skala atom dalam material konstruksi pesawat.

Tak heran, berkat rumus temuan ini BJ Habibie dijuluki "Mr. Crack."

Kilas balik, pada saat kegiatan Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta, Presiden ke-3 RI BJ Habibie menyampaikan pesan agar siapapun yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta harus memperhatikan kesejahteraan tiap warganya.

Berikut adalah pesan Bacharuddin Jusuf Habibie saat Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta yang Tribunnewswiki.com dari Kompas.com.

BJ Habibie menyampaikan pesan agar siapapun yang terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta harus memerhatikan kesejahteraan tiap warganya.

Ia mengatakan bahwa pilkada merupakan proses penting bagi warga Jakarta sekaligus sebagai perwujudan demokrasi.

"Semua warga di dunia itu lihat karena di mana-mana ada ketenangan yang diharapkan tapi belum tentu di mana-mana ada ketenangan itu. Nah, hari ini diharapkan kita menjadikan contoh bagi yang mau mensejahterahkan wilayahnya," kata Habibie, usai memberikan hak pilihnya di TPS 5 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017).

Habibie mengatakan, pada hari ini warga DKI Jakarta tengah memilih figur yang terbaik. Dia menghargai warga yang semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi isu atau agenda politik.

Habibie berharap isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak berkembang dan memicu perselisihan.

Dia mengingatkan bahwa proses demokrasi kali ini merupakan mata rantai yang menentukan nasib pemerataan dan kesejahteraan warga ke depannya.

"Kita harus bekerja keras agar setiap orang bisa mendapat kesempatan, maka kita harus perjuangkan tiap manusia di bumi Indonesia. Jakarta harus menjadi contoh," ucap Habibie. [1]

Sebelumnya, jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, tiga pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta secara bergantian sowan ke Presiden ketiga RI, BJ Habibie.

Tiga paslon secara bergantian diundang dan dijamu Habibie di sebuah ruang perpustakaan bernama "Perpusatakan Habibie dan Ainun".

Ainun merupakan istri Habibie yang telah meninggal dunia. Lalu apa saja perbincangan ketiga paslon dengan tokoh yang dijuluki "Bapak Teknologi Indonesia" itu?

Djarot menyampaikan bahwa Habibie memberikan wejangan mengenai bagaimana membangun bangsa dengan menyinergikan tiga unsur utama, yaitu budaya, agama, dan pengetahuan.

"Itu harus disinergikan menjadi sinergi yang positif, kemudian itu bisa diaplikasikan untuk Jakarta," kata Djarot seusai bertemu Habibie.

Mereka juga mendiskusikan tentang kepemimpinan, termasuk memberi masukan kepada Ahok-Djarot untuk selalu tersenyum dalam menghadapi berbagai permasalahan. Habibie juga meminta Ahok-Djarot meneladani karakter para pendahulu.

Figur yang dijadikan contoh adalah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dengan jiwa nasionalismenya dan kesantunan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Di sisi lain, Djarot menampik kedatangan dirinya bersama Ahok untuk mencari dukungan pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Ahok, pertemuan itu sudah direncanakan sebelum Habibie berangkat ke Jerman.

  • Anies-Sandiaga

Giliran cagub-cawagub DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang berkunjung ke kediaman Habibie pada Kamis (26/1/2017) sore.

Pertemuan Anies-Sandiaga dan Habibie berlangsung lebih kurang dua jam.

Menurut Anies, Habibie menyampaikan pesan terkait demokrasi di Jakarta yang tengah menjadi perhatian, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia.

Pesan kedua yang diutarakan Habibie soal meningkatkan produktivitas masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja.

Karena kedatangan Anies-Sandiaga sehari sebelum debat cagub-cawagub, Habibie juga berpesan agar dalam debat, para pasangan calon bisa menunjukkan pendidikan politik bagi warga Jakarta.

Anies juga mengaku disebut "anak intelektual" oleh Habibie.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Anies- Sandiaga untuk memohon doa restu dari Habibie. Mereka berharap, Habibie mendoakan agar dalam Pilkada DKI 2017 ini diberi kemenangan.

"Kunjungan kami murni silaturahim dan mohon didoakan," kata Anies.

  • Agus-Sylvi

Cagub-cawagub DKI Jakarta nomor pemilih satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, menjadi pasangan yang terakhir sowan ke Habibie.

Agus-Sylviana datang ke kediaman Habibie pada Minggu (29/1/2017) pukul 15.00 WIB.

Dalam pertemuan yang berlangung selama satu jam itu, Habibie berharap agar Agus-Sylviana tetap menjunjung tinggi kebhinekaan di Jakarta.

Selain itu, Habibie berharap agar jika terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Agus-Sylviana konsisten membela kepentingan warga Jakarta.

Habibie juga memberikan masukan terkait pemerataan kesempatan kerja serta pembangunan yang merata bagi seluruh warga Jakarta.

Agus menyampaikan, Habibie meminta agar kebijakan pembangunan di Jakarta memerhatikan warga Jakarta.

Soal dukungan, Agus menilai Habibie tidak sekali pun menyatakan dukungan baik kepada dirinya dan Sylviana, maupun kepada dua paslon lain, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Saya pikir Pak Habibie sebagai negawaran, tokoh negara ini memberikan doa, tentunya untuk semua, siapapun yang terpilih jadi gubernur Jakarta," ujar dia.

"Beliau berharap yang terbaik, siapa pun itu, dan beliau berharap gubernur terpilih bisa menjalankan amanah dengan baik dan konsiten untuk membela kepentingan rakyat," kata Agus. [2]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936
Wafat Jakarta, 11 September 2019
Ihwal Detail Pesan untuk DKI Jakarta


Sumber :


1. pemilu.kompas.com
2. megapolitan.kompas.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved