Tayangan Televisi Indonesia Dianggap Memprihatinkan, Desta Putuskan Buat Film Pretty Boys

Film yang diproduksi oleh The Pretty Boys Pictures dan Anami Films ini menghabiskan waktu satu setengah bulan untuk syuting.


Tayangan Televisi Indonesia Dianggap Memprihatinkan, Desta Putuskan Buat Film Pretty Boys
Instagram/desta80s
Pretty Boys akan tayang 19 September 2019. 


Film yang diproduksi oleh The Pretty Boys Pictures dan Anami Films ini menghabiskan waktu satu setengah bulan untuk syuting.

"Namun, semakin ke sini, televisi mulai menampilkan tayangan yang tidak mendidik. Perusahaan TV seakan berlomba-lomba menghadirkan tayangan yang kurang mendidik generasi penerus. Semua itu dilakukan hanya demi kepentingan rating dan share," kata Desta.

Sehingga keresahan tersebut membuat Desta dan Vincent membuat film Pretty Boys.

"Film Pretty Boys ini menjadi semacam ungkapan terhadap keresahan tersebut. Jadi, TV-kah yang menodai kita atau kita yang menodai TV? Apakah kita memang sedang mengalami Kehancuran Dunia Televisi?" kata Desta.

Film Pretty Boys
Film Pretty Boys (Instagram/prettyboyspictures)

Film ini menceritakan tentang perjalanan dua sahabat yakni Rahmat Maha Wsa (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah Santoso (Vincent Rompies).

Rahmat dan Anugerah sudah bersahabat sejak kecil dan memiliki mimpi yang sama, masuk TV dan terkenal.

Mimpi yang sama diantara keduanya ternyata memiliki tujuan yang berbeda.

Rahmat ingin menjadi terkenal dan membuatnya dikelilingi wanita cantik dan dikagumi.

Baca: FILM - Men in Black (2002)

Baca: Gara-gara Desta, Tompi Pertama Kali menjadi Sutradara di Film Pretty Boys

Sedangkan Anugerah ingin masuk TV dan dapat disandingkan dengan pembawa acara idolanya, yakni seperti Koes Hendratmo, Nico Siahaan, Bob Tutupoli, Sonny Tulung, dan sederet nama terkenal lainnya di dunia pertelevisian Indonesia.

Ayah Anugerah melarang cita-citanya untuk bekerja di dunia entrertainment.

Menurut Pak Jono dunia entertainment dekat dengan hal buruk.

Sehingga, Anugerah memutuskan untuk kabur ke Jakarta bersama sahabatnya Rahmat.

Namun keduanya justru menjadi pelayan koki dan restoran.

Kemudian hadirlah Asty sebagai penyejuk bagi Anugerah.

Suatu hari, Aungerah dan Rahmat menjadi penonton bayaran dan bertemu dengan koordinator penonton bayaran.

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!





Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved