Sebut Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras, Mahathir Dikritik Oposisi

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menuliskan pernyataan kontroversial tentang suku Melayu tetap miskin karena tidak mau bekerja keras.


zoom-inlihat foto
mahathir-mohamad-sebut-suku-melayu-tak-mau-bekerja-keras.jpg
TRIBUNNEWS/HO
Mahathir Mohamad


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menuliskan pernyataan kontreversial soal Suku Melayu.

Dalam blog pribadinya, seperti dikutip Kompas.com dari South China Morning Post, Senin (9/9/2019), Mahathir mengkritik etos kerja yang dimiliki Suku Melayu.

Ia meminta supaya Suku Melayu bekerja lebih keras lagi untuk mencapai kesuksesan dan berhenti melayangkan kemarahan.

“Suku Melayu perlu menyadari apa yang terjadi kepada mereka. Sangat disayangkan, sejauh ini mereka belum sadar,” tulis Mahathir.

“Suku Melayu masih enggan bekerja dan membiarkan warga asing mengerjakannya, sehingga warga asing membludak mendatangi Malaysia,” lanjutnya.

Mahathir juga menuliskan bahwa saat ini ada sekitar tujuh juta tenaga kerja asing yang bekerja di Malaysia.

Ia mengkhawatirkan nasib Suku Melayu jika mereka tak kunjung menyadari hal tersebut.

Baca: Orang Sunda Dicap Pemalas dan Tidak Disiplin, Wagub Jabar Angkat Bicara

Mahathir bahkan mengatakan bahwa Suku Melayu tetap miskin karena selama ini mereka tidak mau bekerja keras.

“Nasib kita ada di tangan kita sendiri. Marah-marah kepada yang lain tidak akan menyelesaikan persoalan. Suku Melayu tetap miskin karena tidak mau bekerja keras dan serius berbisnis,” kata Mahathir mengakhiri kritikannya.

Kritikan Mahathir ini ditulis menjelang adanya rencana demonstrasi akbar yang digelar kubu oposisi partai Organisasi Nasional Melayu Bersaatu (UMNO) dan Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Kedua partai yang kerap menggaungkan isu ras dan agama ini berencana menggelar aksi pada 14 September mendatang.

Aksi ini disebut-sebut akan fokus pada isu kesulitan yang dihadapi Suku Melayu di negara mereka sendiri dalam mencari pekerjaan.

Karena itu, tulisan Mahathir ini disebut-sebut sebagai sindiran halus terhadap kedua partai tadi.

Salah seorang pemimpin UMNO, Razlan Rafii mempertanyakan tulisan Mahathir yang menurutnya melecehkan bangsa sendiri.

“Untuk mencapai negara yang makmur, diperlukan perumusan kebijakan yang tepat, pendidikan yang memadai serta implementasi yang efektif,” kata Razlan.

Baca: Sebut Kerusuhan di GBK Hanya Lempar-lempar Air, Polisi Indonesia Dikritik Menpora Malaysia

Koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa memang sedang menghadapi merosotnya dukungan dari Suku Melayu.

Suku Melayu kerap mempertanyakan apakah Mahathir dengan koalisinya akan tetap menjamin dan mempertahankan keistimewaan Suku Melayu di berbagai sendi kehidupan seperti yang termaktub dalam konstitusi.

Meski meraih kemenangan mengejutkan di pemilu 2018, hanya 25-30 persen Suku Melayu yang memilih Pakatan Harapan.

Sisanya memberikan suara mereka ke UMNO dan PAS.

Pemerintahan Mahathir memang sedang giat meluncurkan kebijakan yang diharapkan bisa meningkatkan dukungan mereka di kalangan Suku Melayu.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved