Akibat saling lawan, Bripka Nuzul juga langsung dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka yang cukup serius.
Baca: Duh, Kok Tega Benar, Ibu Muda Rela Jual Anak Kembarnya agar Bisa Beli HP Baru dan Bayar Kartu Kredit
Baca: Dikabarkan Jualan Sepatu Bekas, Mantan Pemain Timnas Indonesia Budi Sudarsono Beri Konfirmasi
5. Meninggal
Namun, nyawa Zaenal tak tertolong, ia meninggal pada Sabtu (7/9/2019).
Polres Lotim disebut sudah membiayai pengobatan dan pemakaman Zaenal.
Polisi juga disebut sudah melakukan musyawarah dengan keluarga Zaenal.
Baca: Ini Permintaan Terakhir Bocah Fathir Ahmad yang Meninggal Setelah Di-Bully: Tangkap Iqbal Mamah!
Baca: Dinilai Provokasi Masyarakat untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, Sri Bintang Dipanggil Polisi
6. Tanggapan sang Ayah: Lebih baik Zaenal dipenjara
Ayah Zaenal, Sahabudin mengatakan, lebih baik anaknya dipenjara daripada dipukul hingga akhirnya tewas.
Zaenal menyebutkan, ia mengetahui anaknya masuk rumah sakit melalui informasi yang disampaikan pihak polisi.
“Awalnya, ibunya yang pergi dulu, saya akan pergi selesai salat Jumat, karena saya mengira anak saya sakit biasa,” ungkap Sahabudin, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2019).
Alangkah terkejutnya Sahabudin saat melihat anaknya di rumah sakit dengan kondisi babak belur, dengan luka di bagian wajah, belakang leher dan bagian kaki.
“Dalam hati saya menyebutkan, lebih baik saya lihat Zaenal masuk penjara 10 tahun, daripada dipukul dan mati,” tutur Sahab.
“Tidak bisa saya bayangkan bagaimana ruma anak saya itu jika saat dipukuli. Dipenjara saja 10 tahun tidak apa-apa,” ungkap Sabab sambil menghela napas panjang.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)