Munir Said Thalib

Munir Said Thalib merupakan sosok yang dikenal sebagai pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) asal Indonesia. Munir tewas dibunuh dalam penerbangan menuju Amsterdam, pada 7 September 2004. Hingga kini, kasus Munir masih menyisakan tanda tanya


zoom-inlihat foto
kasus-munir.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO
ILUSTRASI - Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan mengenang 10 Tahun Kasus Munir dalam aksi Kamisan di Istana Negara, Kamis (4/9/2014). Pegiat HAM mendesak penegak hukum untuk membuka kembali kasus Munir untuk menjerat dan menghukum auktor intelektualis di balik pembunuhan Munir.

Munir Said Thalib merupakan sosok yang dikenal sebagai pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) asal Indonesia. Munir tewas dibunuh dalam penerbangan menuju Amsterdam, pada 7 September 2004. Hingga kini, kasus Munir masih menyisakan tanda tanya




  • Masa Kecil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 Desember 1965.

Semasa hidup, Munir dikenal sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

Masa kecil Munir diisi dengan bermain di area persawahan di sekitar rumahnya.

Kala itu ia tinggal di Jalan Diponegoro nonor 169, Batu, Jawa Timur.

Munir mengenyam pendidikan dasarnya di SD Muhammadiyah 4 Batu.

Pada masa tersebut, prestasi Munir di sekolah tidak menonjol, biasa-biasa saja.

Ketika duduk di bangku kelas 6 SD, ayah Munir meninggal dunia.

Sejak saat itu, ia mluai mengurangi kegiatan bermain bersama teman-temannya.

Munir lebih memilih membantu kakaknya, Muhfid Said Thalib, berjualan sepatu dan sandal di Pasar Batu.

Sejak kecil, Munir juga dikenal sebagai sosok yang pandai berbicara.

Meski demikian, ia tidak berhasil terpilih menjadi pengurus OSIS.

Hal itu terjadi lantaran nilai akademiknya yang biasa-biasa saja.

Munir paling menonjol dalam mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Menginjak bangku SMP, Munir tak hanya belajar di kelas.

Ia mulai aktif di organisasi ekstra kulikuler pecinta alam.

Menginjak masa SMA, Munir memilih memasuki jurusan IPS. (1)

Istri mendiang Aktivis Munir Said Thalib, Suciwati mengikuti aksi Kamisan ke-505 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Dalam aksinya selain meminta pemerintah serius untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu, juga untuk memperingati 13 tahun dibunuhnya Munir Said Thalib.
ILUSTRASI - Istri mendiang Aktivis Munir Said Thalib, Suciwati mengikuti aksi Kamisan ke-505 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Dalam aksinya selain meminta pemerintah serius untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu, juga untuk memperingati 13 tahun dibunuhnya Munir Said Thalib. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN )

  • Menjadi Mahasiswa


Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Munir melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Kala itu, ia tak hanya berkuliah di kelas saja.

Semasa menjadi mahasiswa Munir mulai aktif di berbagai organisasi kampus, baik intra maupun ekstra kampus.

Munir merupakan anggota Forum Studi Mahasiswa untuk Pengembangan Berpikir.

Di Dewan Perwakilan Mahasiswa Hukum Universitas Brawijaya, Munir menjabat sebagai sekretaris.

Tak hanya organisasi intra kampus, Munir juga mengikuti organisasi ekstra kampus, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pengalaman menjadi aktivis ini turut mewarnai rekam jejak Munir.

Pada akhirnya, pengalaman tersebut turut melatarbelakangi keseriusan Munir terhadap permasalahan hukum yang ada.

Hal inilah yang kemudian membawa Munir dikenal sebagai sosok pembela HAM di kemudian hari. (2)

ILUSTRASI - Suciwati, istri mendiang Munir, menunjukkan kuartet bergambar wajah suaminya saat mengunjungi pameran Kuartet Pembunuhan Politik Internasional karya wartawan dan fotografer Belanda, Arjan Onderdenwijngaard, di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (9/12/2011).
ILUSTRASI - Suciwati, istri mendiang Munir, menunjukkan kuartet bergambar wajah suaminya saat mengunjungi pameran Kuartet Pembunuhan Politik Internasional karya wartawan dan fotografer Belanda, Arjan Onderdenwijngaard, di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (9/12/2011). (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

  • Karier


Munir pernah menjadi Dewan Kontras, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.

Kontras sendiri dibentuk oleh sejumlah LSM, antara lain LPHAM, Elsam, CPSM, PIPHAM, AJI, dan organisasi PMII.

Tugas Kontras kala itu adalah untuk memantau persoalan HAM yang terjadi.

Maka tidak mengherankan apabila Kontras mendapat banyak masukan dari berbagai elemen masyarakat, mengenai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai daerah.

Pada masa itu Munir pernah menangani berbagai kasus penting, di antaranya menjadi penasihat hukum korban dan keluarga korban, dalam kasus penghilangan orang secara paksa terhadap 24 aktivis politik dan mahasiswa di Jakarta, pada 1997 hingga 1998.

Selain itu, Munir juga menjadi penasihat hukum keluarga korban tragedi Tanjung Priok, tahun 1984.

Munir juga pernah menangani kasus Araujo, yang dituduh sebagai pemberontak yang melawan pemerintah untuk memerdekakan Timor Timur pada 1992.

Pada tahun 1994, mencuat kasus Marsinah yang diduga tewas di tangan aparat keamanan.

Kala itu Munir juga turut menangani kasus tersebut.

Nama Munir melambung ketika menjabat sebagai Dewan Kontras.

Ia dikenal sebagai seorang pejuang yang membela hak orang-orang yang hilang diculik.

Berkat keberaniannya, Munir seringkali mendapat ancaman dari berbagai pihak.

Walau demikian, Munir tidak gentar dan terus melakukan perjuangan. (2)

Anggota Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan mengikuti aksi Kamisan ke-505 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Dalam aksinya selain meminta pemerintah serius untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu, juga untuk memperingati 13 tahun dibunuhnya Munir Said Thalib.
ILUSTRASI - Anggota Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan mengikuti aksi Kamisan ke-505 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2017). Dalam aksinya selain meminta pemerintah serius untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu, juga untuk memperingati 13 tahun dibunuhnya Munir Said Thalib. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN )

  • Meninggal Dunia


Munir berencana melanjutkan pendidikan di Amsterdam, Belanda, pada tahun 2004.

Munir berangkat dari Jakarta pada Senin, 6 September 2004, pukul 21.55 WIB, dengan penerbangan GA-974.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Amsterdam, pesawat sempat transit di Changi, Singapura.

Ketika melanjutkan perjalanan menuju Amsterdam, Munir merasa sakit perut setelah sebelumnya meminum jus jeruk.

Kala itu seorang dokter penerbangan sempat memberi pertolongan kepada Munir.

Ia dipindahkan ke sebelah bangku dokter untuk mendapatkan perawatan.

Meski demikian, Munir tak tertolong.

Munir dinyatakan meninggal 40 ribu kaki di atas tanah Rumania, 7 September 2004.

Berdasarkan hasil otopsi, Munir diketahui tewas akibat diracun.

Meski telah melalui berbagai proses hukum, hingga kini kasus Munir masih menyisakan tanda tanya. (2)

Sejumlah korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menggelar aksi solidaritas untuk aktivis pejuang HAM, Munir (almarhum), di Kantor Komisi Nasional (Komnas) HAM, Jakarta, Selasa (23/11). Mereka meminta Komnas HAM untuk segera membentuk tim penyelidik independen guna mengusut kematian Munir.
Sejumlah korban dan keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menggelar aksi solidaritas untuk aktivis pejuang HAM, Munir (almarhum), di Kantor Komisi Nasional (Komnas) HAM, Jakarta, Selasa (23/11). Mereka meminta Komnas HAM untuk segera membentuk tim penyelidik independen guna mengusut kematian Munir. (KOMPAS/M Yuniadhi Agung)

  • Rincian Riwayat Karier


Berikut ini adalah beberapa posisi penting yang pernah dijabat oleh Munir.

  • Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau HAM Indonesia Imparsial
  • Ketua Dewan Pengurus KONTRAS (2001)
  • Koordinator Badan Pekerja KONTRAS (16 April 1998-2001)
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI (1998)
  • Wakil Ketua Bidang Operasional YLBHI (1997)
  • Sekretaris Bidang Operasional YLBHI (1996)
  • Direktur LBH Semarang (1996)
  • Kepala Bidang Operasional LBH Surabaya (1993-1995)
  • Koordinator Divisi Pembunuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya (1992-1993)
  • Ketua LBH Surabaya Pos Malang
  • Relawan LBH Surabaya (1989) (3)
Sejumlah aktivis berdoa dan menabur bunga pada makam aktivis HAM, Munir Said Thalib di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Sisir, Kota Batu, Rabu (7/9/2016). Aktivis berharap dalang di balik kematian Munir yang meninggal diracun dalam pesawat Garuda saat akan ke Amsterdam Belanda bisa terungkap.
ILUSTRASI - Sejumlah aktivis berdoa dan menabur bunga pada makam aktivis HAM, Munir Said Thalib di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Sisir, Kota Batu, Rabu (7/9/2016). Aktivis berharap dalang di balik kematian Munir yang meninggal diracun dalam pesawat Garuda saat akan ke Amsterdam Belanda bisa terungkap. (SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO )

Organisasi

  • Sekretaris BPM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1988)
  • Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (1989)
  • Anggota HMI Komisariat Hukum Universitas Brawijaya
  • Ketua Umum Komisariat Hkukum Universitas Brawijaya HMI Cabang Malang
  • Sekretaris Al Irsyad Kabupaten Malang (1988)
  • Divisi Legal Komite Solidaritas untuk Marsinah
  • Sekretarsi Tim Pencari Fakta Forum Indonesia Damai. (4)

  • Penghargaan


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

  • Right Livelihood Award 2000 - Penghargaan pengabdian bidang kemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer (Swedia, 8 Desember 2000)
  • Mandanjeet Singh Prize, UNESCO - atas kiprahnya mempromosikan Toleransi dan Antikekerasan (2000)
  • Satu di antara Pemimpin Politik Muda Asia pada Milenium Baru (Majalah Asiaweek, Oktober 1999)
  • Man of The Year versi Majalah Ummat (1998)
  • Suardi Tasrif Awards, Aliansi Jurnalis Independen, (1998) (atas nama Kontras)
  • Serdadu Awards, Organisasi Seniman dan Pengamen Jalanan Jakarta (1998)
  • Yap Thiam Hien Award (1998)
  • Satu dari seratus tokoh Indonesia abad XX, Majalah Forum Keadilan (3)


Nama Munir Said Thalib
Lahir Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965
Dikenal Sebagai Aktivis
Pejuang HAM
Meninggal Rumania, 7 September 2004








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved