TRIBUNNEWSWIKI.COM – Penyanyi Ariana Grande menggugat brand pakaian Forever 21.
Ariana Grande mengklain bahwa Forever 21 berusaha untuk menipu pelanggan agar berpikir Ariana Grande mendukung merek tersebut.
Gugatan itu diajukan pada Senin (2/9/2019) di Pengadilan Federal di Los Angeles, Amerika Serikat.
Sebagian besar gugatan Ariana Grande tersebut berkisar pada pencitraan dari video musiknya ‘7 Rings’.
Video ‘7 Rings’, menggambarkan tentang pesta yang diadakan di rumah dengan nuansa merah muda yang kental.
Baca: Lirik dan Chord Lagu Boyfriend - Ariana Grande feat Social House
Baca: Ariana Grande
Sedangkan Ariana Grande sendiri serta teman-temannya dalam video tersebut berhiaskan berlian.
Dikutip dari New York Times, gugatan tersebut menyangkut masalah dengan postingan dari akun Instagram Forever 21 yang menayangkan snapshot dari video klip ‘7 Rings’.
Bukan hanya itu, tetapi juga termasuk iklan dimana Forever 21 memperlihatkan model yang mirip dengan Ariana Grande.
Kemiripan model tersebut mencakup berambut cokelat dengan ekor kuda tinggi serta berpakaian serupa dengan Ariana Grande dalam Video ‘7 Rings’.
Dalam satu posting di akun Instagram Forever 21, model itu memakai aksesori rambut dengan dua bola bulu pink.
Baca: Sewa Apartemen Mahal di NYC, Dua Lipa dan Anwar Hadid Tinggal Bareng?
Baca: Gigi Hadid Mengajak Tyler Cameron Bertemu Ibunya, Akankah Hubungan Mereka jadi Serius?
Caption yang ditulis juga merupakan penggalan lirik dari ‘7 Rings’ (Gee thanks, just bought it - “Wah terima kasih, beli saja itu”).
Selain itu Forever 21 juga meminta masyarakat untuk membeli trend mode mereka tersebut “shop our favorite trend” yang hampir mirip dengan lirik ‘7 Rings’ (Buy myself all of my favorite things).
Dalam pos lain, model mengenakan busana yang sangat mirip dengan yang dikenakan Ariana Grande dalam klipnya.
Dalam postingan itu tampak model mengenakan celana bermotif dan stiletto merah muda.
“swipe up to shop," tulis akaun Forever 21.
"Kemiripannya luar biasa dan niat Forever 21 jelas untuk menyarankan kepada publik bahwa Ms. Grande mendukung Forever 21, produknya, dan berafiliasi dengan Forever 21," salah satu bunyi gugatan itu.
"Setelah Ariana Grande merilis lagu hit ‘Thank U, Next’ November lalu, Forever 21 menghubungi perwakilannya untuk menawarkan kesepakatan dukungan yang akan dipusatkan di media sosial," kata gugatan itu.
Baca: Dian Sastro Jadi Dewi Api di Jagat Sinema BumiLangit, Produser: Dian Tidak Suka Karakter Cantik
Baca: Mengenang Kisah Asmara Gigi Hadid dan Zayn Malik yang Diwarnai Drama Putus Nyambung
Perwakilan Ariana Grande mempertimbangkan kesepakatan itu tetapi akhirnya menolak karena retail fesyen itu tidak bersedia membayar seperti yang diinginkan pihak Grande.
Pada bulan Februari, setelah merilis album ‘Thank You, Next’, Ariana Grande memperhatikan gambar-gambar itu dan menghubungi pengacaranya.
Menurut dokumen pengadilan, Forever 21 membagikan "setidaknya 30 gambar dan video yang tidak sah menyalahgunakan nama, gambar, penampilan dan musik Ms. Grande" selama Januari dan Februari 2019.
Meskipun Forever 21 setuju untuk menghapus semua posting yang tidak sah, klaim gugatan, tapi gambar-gambar itu tetap di akun media sosial toko itu sampai pertengahan April.
Grande juga menggugat Riley Rose, sebuah perusahaan kecantikan milik Forever 21, menuduhnya juga menyalahgunakan gambar-gambar dari video musik ‘7 Rings’.
Baca: Gigi Hadid Pacaran dengan Tyler Cameron, Jalan Bareng hingga Kepergok Keluar dari Apartemen Gigi
Baca: Bebe Rexha Rayakan Ultah dengan Merilis Lagu Not 20 Anymore, Berikut Lirik dan Video Klipnya!
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (3/9/2019), Forever 21 mengatakan bahwa mereka membantah tuduhan dalam gugatan tersebut.
Tetapi mereka tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang proses pengadilan yang tertunda.
Perusahaan mengatakan bahwa itu adalah pendukung Ariana Grande dan telah bekerja dengan perusahaan lisensi selama dua tahun terakhir.
"Kami berharap bahwa kami akan menemukan solusi yang dapat disepakati bersama dan dapat terus bekerja sama di masa depan," kata pernyataan itu.
Gugatanyang dilayangkan Ariana Grande termasuk pelanggaran hak publisitasnya, yang merujuk pada kontrol atas penggunaan komersial atas nama dan identitasnya.
Ini juga menyangkut dukungan palsu, pelanggaran merek dagang, dan pelanggaran hak cipta.
Atas gugatan tersebut pihak Ariana Grande meminta ganti rugi setidaknya $ 10 juta atau setara dengan Rp 141,9 miliar.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)