Firli Bahuri

Firli Bahuri merupakan politisi dan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Selatan sejak 20 Juni 2019. Firli Bahuri merupakan satu dari sepuluh daftar Capim KPK periode 2019-2023.


zoom-inlihat foto
firli-bahuri.jpg
Kapolda Sumsel Irjen Firli Bahuri mengikuti tes wawancara dan uji publik calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (27/8/2019)
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Firli Bahuri merupakan politisi dan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Selatan sejak 20 Juni 2019. Firli Bahuri merupakan satu dari sepuluh daftar Capim KPK periode 2019-2023.




  • Riwayat Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Irjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. atau  dikenal sebagai Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Firli Bahuri lahir di  Lontar, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, pada 8 November 1963.

Firli Bahuri merupakan Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Sumatra Selatan yang dilantik sejak 20 Juni 2019.

Firli Bahuri menjalani pahit getirnya kehidupan dan penuh tantangan.

Desa tempat Firli Bahuri dilahirkan, Desa Lontar, berlokasi seberang Sungai Ogan dan tidak memiliki akses keluar.

Sehingga untuk menuju jalan raya, warga termasuk Firli Bahuri harus berjalan kaki melewati pematang sawah dan tiga kali melewati jembatan.

Selain sang Ayah, Bahuri telah meninggal dunia pada 1974 sehingga Firli Bahuri menjadi anak yatim yang tinggal bersama lima saudara dan ibu tunggal.

Bahkan ketika sekolah dasar, Firli Bahuri menyadap getah karet setiap sepulang sekolah.

Hasil dari kerja kerasnya tersebut ditabung selama tiga bulan sehingga Firli Bahuri berhasil membeli sepeda dengan uang sendiri.

Ketika SMP Firli Bahuri terpaksa berjalan kaki menuju sekolah dari rumah yang berjarak 8 kilometer.

Semasa SMA Firli Bahuri bekerja serabutan dengan bekerja sebagai pencuci mobil dan berjualan spidol dengan modal Rp 25 untuk satu lusin spidol di Pasar Cinde.

Spidol tersebut dijual kembali seharga Rp 50 satu llusin di Taman Ria Sriwijaya, Palembang.

Dalam semalam, Firli Bahuri dapat menjual 6 lusin spidol dan bisa membawa uang Rp 150. (1)

Baca: Rekam Jejak Irjen Firli, Capim KPK dari Polri yang Ditolak 500 Pegawai KPK

Baca: Sudah Diumumkan, Berikut 10 Nama Capim KPK yang Diserahkan ke Jokowi

Capim KPK periode 2019-2023, Firli Bahuri
Capim KPK periode 2019-2023, Firli Bahuri (KOMPAS.com/FITRI)

  • Pendidikan dan Riwayat Karier #


Riwayat Pendidikan :

  • AKABRI (1990)
  • PTIK (1997)
  • SESPIM (2004)
  • LEMHANNAS PPSA (2017)

Riwayat Karier dan Jabatan

  • Kapolres Persiapan Lampung Timur (2001)
  • Wakapolres Lampung Tengah
  • Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2005)
  • Kapolres Kebumen (2006)
  • Kapolres Brebes (2007)
  • Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009)
  • Asisten Sespri Presiden (2010)
  • Dirreskrimsus Polda Jateng (2011)
  • Ajudan Wapres RI Boediyono (2012)
  • Wakapolda Banten (2014)
  • Karodalops Sops Polri (2016)
  • Wakapolda Jawa Tengah (2016)
  • Kapolda Nusa Tenggara Barat (2017)
  • Deputi Penindakan KPK (2018)
  • Kapolda Sumatra Selatan (2019) (2)
Capim KPK periode 2019-2023, Firli Bahuri
Capim KPK periode 2019-2023, Firli Bahuri (Kolase Kompas.com/surabaya.tribunnews.com)

  • Ditolak 500 Pegawai KPK #


Pada 2018 Firli Bahuri sempat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sebelum ditarik kembali ke Mabes Polri.

Ketika menjabat Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri diduga melanggar kode etik karena bertemu dan bermain tenis dengan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi.

Muhammad Zainul Majdi pada saat tersebut merupakan saksi yang tengah diperiksa  suatu kasus yang diusut oleh KPK. (3)

Selain itu 500 pegawai KPK telah menandatangani penolakan Firli Bahuri sebagai Capim KPK peridoe 2019-2023.

Selain kasus kontroversial sebelumnya, Firli Bahuri juga merupakan bekas ajudan mantan Wakil Presiden Boediono yang sempat tersandung beberapa kasus dugaan korupsi. (4)

  • Kekayaan #


Firli Bahuri tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan dengan beragam ukuran di wilayah Bandar Lampung dan Bekasi.

Satu diantaranya merupakan warisan tanah seluas 250 meter per segi dan bangunan seluas 87 meter per segi di Bekasi dengan nilai Rp 2,4 miliar.

Adapun nilai total aset tanah dan bangunan Firli mencapai Rp 10.443.500.000.

Firli Bahuri juga tercatat memiliki 5 kendaraan yaitu motor Honda Vario tahun 2007 dengan nilai Rp 2,5 juta, Yamaha N-Max tahun 2016 dengan nilai Rp 20 juta.

Selain itu Firli Bahuri juga memiliki berbagai jenis mobil di antaranya dan mobil Toyota Corolla Altis tahun 2008 dengan nilai Rp 70 juta, Toyota LC Rado tahun 2010 dengan nilai Rp 400 juta dan Kia Sportage 2.0 GAT tahun 2013 senilai Rp 140 juta.

Firli Bahuri tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp 7.150.424.386.

Istri Firli, Ardina Safitri, memiliki bisnis berupa panti pijat yang diakui Firli memiliki omzet miliaran.

Firli Bahuri tercatat mengurus laporan kekayaannya terakhir dalam jabatannya sebagai Deputi Penindakan KPK, April 2018 hingga Juni 2019 lalu. (5)

(Tribunnewswiki/Magi)



Nama dan Gelar Irjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si.
Lahir Sumatra Selatan, 8 November 1963
Profesi Politisi, Polisi
Keluarga
Ayah Bahuri
Ibu Tamah
Istri Ardina Safitri
Anak Rizqa Agustin Ananda Putri
Rizqi Arfiananda Dhira Putra


Sumber :


1. pop.grid.id
2. wap.mi.baca.co.id
3. www.tagar.id
4. www.tribunnews.com
5. nasional.kompas.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved