TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aulia Kesuma (45) alias AK yang merupakan dalang pembakaran serta pembunuhan suami dan anak tirinya Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23) ternyata sebelumnya sempat membayar dukun untuk menyantet Edi alias Pupung.
Dilansir WartaKotaLive.com (2/8/2019), Aulia Kesuma bahkan telah menghabiskan uang sebanyak Rp 40 juta untuk mencari dan membayar dukun santet untuk berinisial A untuk suaminya tersebut.
"Tersangka AK mencari dukun untuk menyantet korban biar meninggal.
Dia mengeluarkan uang Rp 40 juta untuk biaya ke dukun untuk santet suaminya.
Tapi suaminya nggak mempan disantet," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (2/9/2019), dikutip TribunnewsWiki dari WartaKotaLive.com (2/8/2019).
Baca: Deretan Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Saipul Jamil hingga Adu Banteng Xenia vs Nissan Juke
Baca: Update Terkini Kecelakaan Maut Tol Cipularang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 9 Orang
Setelah tidak mempan disantet, Aulia Kesuma kemudian berniat mencari senjata api guna menghabisi suaminya tersebut.
Namun karena kekurangan uang, akhirnya Aulia Kesuma tak bisa membeli senjata api tersebut.
"Dan mencari eksekutornya untuk menembak.
Dia mengeluarkan Rp 25 Juta untuk beli senpi.
Tapi kurang karena harganya Rp 50 Juta.
Lalu nambah Rp 10 Juta, tapi nggak jadi menembak karena harga senpinya mahal," ungkap Argo.
"Akhirnya terpikirkan kembali untuk menghabisi dengan membakar
Itu sudah direncanakan dari awal juga," imbuhnya.
Dalam perencanaan pembunuhan, Aulia Kesuma pun ternyata tidaklah sendiri melainkan dibantu oleh keponakannya.
Keponakan tersebut sudah dianggap anaknya sendiri yaitu Kelvin alias KV, lalu dua tersangka dari Lampung.
"Juga ada orang lain yang ikut serta dalam rencana pembunuhan tersebut," katanya.
RENCANA PEMBUNUHAN SEJAK JULI 2019 DI APARTEMEN
Argo menjelaskan pembunuhan kepada Edi alias Pupung dan Dana ini direncanajan bulan Juli 2019 di sebuah apartemen di Kalibata.
"Berawal dari perencanaan di bulan Juli.
Di apartemen itu ada pertemuan tersangka AK.
BUNGA UTANG HINGGA RP 200 JUTA PER BULAN
Dia sering curhat ke pembantunya inisial T, kalau dia nggak kuat ada utang. Dia utang di dua bank di Jakarta totalnya Rp 10 Miliar," kata Argo.
Di satu bank, tambah Argo, Aulia utang Rp 2,5 Miliar dan satu bank lain Rp 7,5 Miliar.
"Bunganya sekitar Rp 200 Juta per bulan.
Dengan adanya utang tersebut, tersangka AK keluh kesah terus.
Dia berupaya bagaimana caranya agar suaminya mau rumahnya di Lebak Bulus, dijual untuk membayar utang tersebut," kata Argo.
Tapi, tambah Argo, suami Aulia, yakni Edi alias Pupung tak pernah kunjung merelakan menjual rumahnya.
"Hingga direncanakanlah pembunuhan itu mulai dari santet, ditembak dan dibakar," katanya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Suyudi menjelaskan kasus ini berawal saat tersangka Aulia curhat soal masalah ekonominya ke mantan pembantunya TN.
"Karena bunga berjalan dia kepayahan membayarnya yakni Rp 200 Juta perbulan," kata Suyudi.
Kemudian katanya Aulia minta bantuan TN untuk membunuh suami dan anak tirinya.
"Karenanya TN mengenalkan suaminya bernama RD ke tersangka AK.
RD diminta untuk mencari dukun santet dan menyantet korban, tapi nggak berhasil," katanya.
Sehingga, kata Suyudi, opsi kedua rencana pembunuhan dengan menembak korban dan mencari eksekutor serta senpi dengan menyiapkan uang Rp 25 Juta.
"RD sempat berangkat ke jogja untuk mencari eksekutor dan senpi diminta tersangka AK.
Tapi gak berhasil," kata Suyudi.
Kemudian katanya Aulia curhat lagi ke pembantunya yang sekarang yakni TT.
Baca: Fakta Jasad Dibakar dalam Mobil di Sukabumi: Terungkapnya Identitas Korban hingga Pelaku Pembunuhan
Baca: Kesal dengan Istri, Pria Ini Bakar Motor, Picu Kebakaran Lahap 31 Rumah dan 90 Kios di Mamuju Tengah
"Oleh TT sempat dikenalkan ke AK, dukun santet, yang tak berhasil santet korban.
Oleh dukun santet akhirnya AK dikenalkan lagi oleh SK dan AG, asal Lampung yang nantinya membantu pelaku mengeksekusi korban," katanya.
Aulia dan dua tersangka lain yakni SK dan AG yang dihadirkan dalam jumpa pers tampak membisu dan tak menanggapi pernyataan wartawan.
Suyudi mengatakan dalam kasus ini untuk sementara pihaknya menetapkan 4 tersangka yakni Aulia Kesuma, dan keponakannya yang dianggap anak yakni KV alias Kelvin serta dua eksekutor yang membantu pembunuhan yakni AG dan SK.
(WARTAKOTALIVE.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)