TRIBUNNEWSWIKI.COM - Farhat Abbas tampak mengutarakan keinginannya soal pemindahan ibu kota negara apabila dirinya menjadi seorang presiden.
Melalui akun Instagram-nya, Farhat Abbas mengunggah sebuah tulisan yang mengatakan bahwa apabila dirinya menjadi seorang presiden, Jakarta akan tetap menjadi kota negara.
Sementara, kota pemerintahan akan dirancang dan dibangun secara bergilir dalam selang waktu beberapa tahun.
Farhat Abbas mengungkapkan bahwa strategi tersebut akan membentuk pemerataan pembangunan SDA dan SDM tiap kota.
"Kalo gue yg jadi presiden, jakarta tetap kota negara, sedangkan kota pemerintahan akan gue rancang dan bangun secara bergilir ( bergantian ) saat ini Jakarta ( jawa ) berikutnya Di timut ( papua ) Kalimantan dan Sumatera ( aceh ) masing2 20 tahunan, agar terjadi pemerataan pembangunan manusia, alam, budaya, ekonomi, kota.
Pemikiran ini atas dasar kebhinekaan daerah, pulau2 dan manusianya, gue yakin pemerataan itu ada di dalam hati dan janji serta harapan, semoga ide gue ini makin mempererat persatuan Kita semua sebagai Indonesia Bangsa yg besar makmur sentosa. Dr Farhat Abbas SH MH - Advokat/ ahli Tata Negara," tulis Farhat Abbas, Minggu (1/9/2019).
Baca: Jungkook BTS Ulang Tahun, Member BTS hingga Justin Bieber Berikan Ucapan Selamat
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan lokasi ibu kota baru pada Senin (26/8/2019) siang.
Melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi mengumumkan bahwa lokasi ibu kota baru berada di Kalimantan Timur.
Wilayah tersebut meliputi sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi.
Selain itu Presiden Joko Widodo juga memberikan alasan terkait pemilihan Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru.
Menurut Jokowi, wilayah tersebut memiliki resiko bencana yang minim, seperti bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor.
Selain itu Kalimantan Timur berada di wilayah strategis dan berdekatan dengan wilayah yang telah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda.
Tak hanya itu, Jokowi juga menyampaikan alasan bahwa wilayah tersebut telah memiliki infrastruktur yang lengkap dan terdapat lahan yang telah dikuasai oleh pemerintah sebanyak 180 ribu hektar.
Baca: Alami Kecelakaan, Mobil Ihsan Tarore Ringsek Bagian Depan, Kenangan Penutup Tahun
Dalam konferensi pers tersebut, Jokowi mengatakan bahwa Jakarta akan dikembangkan menjadi kota bisnis.
"Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus dikembangkan jadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan dan pusat jasa berskala regional dan global," ungkap Jokowi, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Jokowi, Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Panajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara agar beban Jakarta tidak terlalu berat.
"Sudah terlalu berat sebagian pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan pusat jasa," kata Presiden Joko Widodo, dikutip dari Kompas.com.
Kemudian alasan lainnya, beban pulau Jawa semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.
Baca: Film Gundala Tayang, Produser Mengaku Gugup, Sutradara Joko Anwar Malah Senang
"Dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa. Dan pulau Jawa sebagian sumber ketahanan pangan," ujar Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi memutuskan ibu kota negara harus dipindah.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria Cika)
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWiki Official