Goa Kreo Semarang

Goa Kreo merupakan kawasan wisata yang ada di Kota Semarang. Kawasan ini semakin unik karena menjadi habitat bagi kawanan kera atau monyet liar.


zoom-inlihat foto
goa-kreo-semarang-5.jpg
TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin
Goa Kreo Semarang

Goa Kreo merupakan kawasan wisata yang ada di Kota Semarang. Kawasan ini semakin unik karena menjadi habitat bagi kawanan kera atau monyet liar.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Goa Kreo merupakan destinasi wisata alam yang ada di Kota Semarang.

Goa Kreo Semarang terletak di area Waduk Jatibarang.

Jadi selain dapat menikmati wisata di Goa Kreo, pengunjung juga bisa menikmati destinasi wisata lain yang sama-sama berada di area Waduk Jatibarang.

Goa Kreo menawarkan wisata alam bagi pengunjung.

Meski demikian, lokasi Goa Kreo tergolong mudah dijangkau dari berbagai lokasi Strategis di Kota Semarang.

Di sekitar lokasi Goa Kreo juga terdapat banyak spot foto yang menarik.

Spot foto yang menawarkan pemandangan Waduk Jatibarang ini terpisah dengan Goa Kreo.

Jadi pengunjung harus membayar kocek lagi untuk berpose di berbagai spot foto itu.

Kawasan Goa Kreo Semarang
Kawasan Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

  • Legenda


Sebagai destinasi wisata, Goa Kreo tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam saja.

Goa Kreo juga lekat dengan legenda yang hidup turun-temurun, melalui cerita lisan yang beredar di masyarakat.

Ada beberapa versi mengenai legenda Goa Kreo.

Meski demikian, hanya sedikit saja perbedaannya.

Secara umum, inti dari cerita yang berdar di masyarakat adalah sama.

Berdasarkan cerita tersebut, keberadaan Goa Kreo tidak bisa dilepaskan dari keberadaan para wali di tanah Jawa, terutama Sunan Kalijaga.

Kala itu, sedang dilakukan pembangunan Masjid Agung Demak, di Glagahwangi.

Beberapa wali ditugaskan untuk mencari kayu sebagai bahan tiang utama Masjid Agung Demak.

Konon, pada masa itu Sunan Kalijaga dan beberapa santrinya ditugaskan untuk mencari ke arah selatan.

Singkat cerita, Sunan Kalijaga berhasil menemukan pohon jati besar yang dinilai sesuai.

Pohon tersebut kemudian ditebang untuk dibawa ke Demak.

Untuk mempermudahkan dalam mengantar kayu tersebut, Sunan Kalijaga memilih untuk melarung (menghayutkan) kayu jati tersebut lewat sungai.

Ketika melewati belokan sungai, sayangnya kayu tersebut tidak bisa lewat karena terjepit di antara bebatuan.

Meski sudah melakukan berbagai upaya, Sunan Kalijaga dan rombongan tidak bisa mengatasi masalah tersebut.

Oleh karena itu rombongan memilih istirahat terlebih dulu di sebuah bukit yang ada goanya.

Di sini, Sunan Kalijaga bersemedi atau bermunajat untuk memohon petunjuk dan kemudahan dari Tuhan.

Pada waktu itu kemudian datanglah sekawanan kera yang terdiri atas kera berwarna merah, hitam, putih, dan kuning.

Kawanan kera tersebut bermaksud membantu kesulitan yang sedang dihadapi oleh Sunan Kalijaga beserta rombongan.

Kayu jati tersebut kemudian dipotong menjadi dua bagian.

Satu bagian ditinggal, dan bagian lain akan dibawa ke Demak.

Akhirnya, kayu tersebut berhasil dihanyutkan kembali untuk dibawa ke Demak.

Keempat kera tersebut ingin mengikuti perjalanan Sunan Kalijaga, akan tetapi Sang Sunan tidak mengizinkannya.

Sunan Kalijaga kemudian memberikan keempat kera tersebut tugas, yaitu untuk menjaga kayu jati tersebut serta sungai dan bukit bergoa yang ada.

Kala itu Sunan Kalijaga mengatakan "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata tersebut menjadi lebih akrab dengan "Kreo" yang menjadi nama dari goa tersebut.

Legenda Goa Kreo Semarang
Legenda Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

  • Lokasi


Goa Kreo terletrak di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah (Pos 50222).

Jika pengunjung datang dari arah kota, pengunjung dapat melalui Jalan Kaligarang.

Ambil saja rute menuju Klenteng Sam Poo Kong.

Tepat sebelum Kelenteng Sam Poo Kong, ada sebuah pertigaan.

Di pertigaan tersebut, belok kiri menuju Jalan Taman Gedung Batu Raya.

Selanjutnya, pengunjung tinggal menyusuri Jalan Simongan, Jalan Untung Suropati, kemudian menuju Jalan Candi Penataran Raya.

Kemudian, ikuti Jalan Raya Manyaran Gunungpati hingga menjumpai gapura wisata Goa Kreo di sebelah kanan jalan.

Melewati gapura tersebut, pengunjung hanya perlu menyusuri Jalan Raya Goa Kreo hingga sampai di kawasan wisata Goa Kreo.

Melalui rute ini, jarak Klenteng Sam Poo Kong menuju Goa Kreo sekitar 9,2 Km.

Selain Klenteng Sam Poo Kong, Goa Kreo juga mudah diakses dari berbagai tempat strategis lain di Kota Semarang.

Dari Universitas Negeri Semarang, Goa Kreo hanya berjarak sekitar 10,5 Km.

Jarak tersebut dapat ditempuh dengan waktu sekitar 25 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Dari objek wisata Puri Maerokoco, Goa Kreo berjarak sekitar 13,9 Km.

Kawasan Goa Kreo Semarang
Memasuki area parkir di sisi bawah, Kawasan Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

  • Gambaran


Memasuki Jalan Raya Goa Kreo, pengunjung akan disambut nuansa alam yang hijau.

Di sepanjang jalan ini, berjajar berbagai pohon yang membuat suasana menjadi asri.

Meski jalan sedikit berkelok dan berkontur naik-turun, aspal jalan tergolong bagus.

Jadi pengunjung dapat menikmati perjalanan dengan suasana alami.

Tidak perlu takut tersesat, di lokasi ini sudah tersedia penunjuk arah menuju Goa Kreo.

Setelah memasuki loket tiket, pengunjung harus memakirkan kendaraan di lokasi yang sudah disediakan.

Mulai di lokasi parkir ini, pengunjung akan mulai menjumpai keberadaan kawanan kera atau monyet liar.

Kawasan Goa Kreo merupakan habitat bagi monyet liar tersebut.

Meski demikian, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawan yang berkunjung ke Goa Kreo.

Kera di Goa Kreo Semarang
Kera di Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/A Nur Rosikin)

Dari lokasi tempat parkir kendaraan, pengunjung akan melewati anak tangga menurun yang cukup panjang.

Tangga tersebut akan membawa pengunjung menuju ke sebuah jembatan.

Jembatan inilah yang menghubungkan lokasi parkir dan Goa Kreo, karena memang dipisahkan oleh bagian dari Waduk Jatibarang.

Di ujung jembatan, terdapat patung monyet.

Beberapa monyet juga seringkali bermain di area jembatan ini.

Jembatan di kawasan Goa Kreo Semarang
Jembatan di kawasan Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

Di sini, pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang Waduk Jatibarang.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa berfoto dengan monyet yang ada di sana (dari kejauhan).

Meski demikian, pengunjung perlu berhati-hati.

Tidak disarankan membawa barang atau makanan yang dapat menarik perhatian monyet tersebut.

Di bagian tengah jembatan terdapat semacam ruang beratap.

Di bagian atap terdapat hiasan berupa relief berwarna, yang mengisahkan legenda Goa Kreo.

Relief di kawasan Goa Kreo Semarang
Relief di kawasan Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

Setelah melewati jembatan, akan dijumpai anak tangga naik.

Untuk sampai ke Gua Kreo, pengunjung harus melewati tangga ini.

Sebenarnya, di kawasan ini terdapat dua goa yang bisa dilalui, yaitu Goa Kreo dan Goa Landak.

Jika terus menyusuri tangga, pengunjung akan sampai ke bagian atas bukit.

Tangga tersebut memutar bukit, sehingga nantinya akan membawa ke arah jembatan lagi.

Goa Kreo Semarang
Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

  • Fasilitas


Sebagai kawasan wisata, Goa Kreo dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai dan terawat dengan baik.

Lokasi Parkir

Di Gua Kreo terdapat dua lokasi parkir yaitu dibagian atas dan dibagian bawah.

Lahan parkir atas (dekat loket parkir) hanya bisa digunakan untuk sepeda motor.

Sementara itu, mobil bisa menggunakan lahan parkir yang ada di bagian bawah.

Meski demikian, lahan parkir di sebelah bawah juga bisa digunakan untuk sepeda motor.

Ketika membeli tiket, pengunjung akan diarahkan menuju tempat parkir tersebut.

Ketika memarkirkan kendaraan, pastikan tidak meninggalkan barang.

Hal itu untuk menghindari rusaknya barang bawaan karena monyet yang ada.

Mushola

Goa Kreo juga dilengkapi dengan sarana ibadah.

Letak Mushola ada di dekat lokasi parkir atas.

Plang di Goa Kreo Semarang
Plang di Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

Toilet

Goa Kreo memiliki beberapa lokasi toilet umum.

Selain di dekat loket, di seberang jembatan juga terdapat toilet umum.

Kantin

Seusai menikmati keindahan kawasan Goa Kreo, pengunjung bisa beristirahat dan menikmati makanan di kantin.

Di sini terdapat banyak kantin, bukan hanya satu.

Jadi pengunjung bisa memilih menu yang diinginkan.

Lokasi Kantin ada di dekat lokasi parkir atas maupun bawah.

Kawasan Kuliner atau kantin di Goa Kreo Semarang
Kawasan Kuliner atau kantin di Goa Kreo Semarang (TribunnewsWiki.com/Ahmad Nur Rosikin)

  • Jam Operasional dan Harga Tiket


Goa Kreo buka mulai dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Untuk menikmati keindahan kawasan wisata Goa Kreo, pengunjung tidak perlu merogoh saku yang dalam.

Tiket masuk Goa Kreo Rp 4500 per orang.

Harga tersebut sudah termasuk asuransi bagi pengunjung.

Untuk memakirkan kendaraan roda dua, pengunjung dikenakan biaya Rp 3000 per kendaraan.

Ketentuan mengenai harga dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Goa Kreo
Kategori Destinasi Wisata
Alamat Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah
Pos 50222
Maps https://goo.gl/maps/4Ga8oDTtkZThnbBv9


Sumber :




Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved