TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah secara resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru yang berada di Kalimantan Timur (Kaltim).
Ibu kota negara baru tersebut akan berlokasi di sebagian Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat konferensi pers terkait pemindahan ibu kota Indonesia yang baru, Senin (26/8/2019).
Baca: Resmi, Ibu Kota Baru di Sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim
Baca: Prabowo Subianto Siap Berikan Lahan Miliknya di Penajam Panser Utara untuk Bangun Ibu Kota Baru
"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," kata Presiden Jokowi.
Keputusan penetapan lokasi ibu kota tersebut sudah melalui kajian intensif selama tiga tahun terakhir.
Pemilihan Kalimantan Timur disebabkan karena berada di lokasi yang strategis dan minim bencana gempa bumi dan gunung berapi.
Selain itu Kalimantan Timur berada di wilayah strategis dan berdekatan dengan wilayah kota yang telah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda.
Dengan demikian Kalimantan Timur telah memiliki kelengkapan infrastuktur, satu di antaranya adalah bandar udara.
Dilansir oleh TribunKaltim, Kamis (29/8/2019), bandar udara di Kalimantan Timur ternyata berjumlah dua bandara.
Bahkan kelasnya pun bukan bandara biasa melainkan bandara internasional yang sudah banyak penerbangan domestik dan luar negeri.
Namun dua bandara internasional tersebut bukan berada di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara tetapi ada di dua kota yang sudah masuk sebagai kota ramai, pendukung dari ibu kota baru RI.
Dua bandara tersebut berada di Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur.
Dengan demikian, masih bisa dikatakan bahwa lokasi ibu kota baru akan dikelilingi dua bandara Internasional.
Bandara yang ada di Kota Balikpapan, disebut Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
Jarak lokasi dari bandara ini ke Kutai Kartanegara atau ke Penajam Paser Utara hanya butuh sekitar paling cepat dua jam melalui jalur darat.
Keberadaan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau yang sering disebut Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini selalu langganan meraih pengharagaan tingkat dunia.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan jadi satu di antara 10 bandara PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil memperoleh akreditasi Airport Customer Experience Accreditation Program dari Airports Council International (ACI).
Hal terdsebut diungkapkan oleh GM Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha, Selasa (6/7/2019).
Baca: Kaltim Ternyata Punya 3 Stadion Bertaraf Internasional, Satu di Antaranya Mirip Stadion Eropa
Baca: Usulan Nama Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur menurut Warga Twitter, Jokograd hingga Mandalanusa
Lebih lanjut, akreditasi tersebut menjadikan Angkasa Pura I sebagai operator bandara pertama di Asia-Pasifik yang mayoritas bandaranya mendapatkan pengakuan atas komitmen peningkatan pengalaman pelanggan dari lembaga kebandarudaraan prestisius dunia yang berbasis di Montreal, Kanada ini.
"Suatu prestasi membanggakan khususnya Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan salah satu Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) terakreditasi pelayanan tingkat dunia," ungkapnya.
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan telah meraih beberapa penghargaan, di antaranya:
1. Bandara terbaik di Asia-Pasifik dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun
2. Bandara terbaik di bidang lingkungan dan suasana dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun
3. Bandara terbaik di bidang pelayanan pelanggan dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun
4. Bandara terbaik di bidang infrastruktur dan fasilitasi dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun.
Farid menambahkan prestasi ini bukan hanya untuk Angkasa Pura I saja, tetapi dirinya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat kota Balikpapan yang turut berperan sehingga peningkatan layanan terus diberikan.
Untuk diketahui, penilaian didasarkan hasil survei Airport Service Quality (ASQ) yang dirilis 6 Maret 2019 yang lalu di Kanada.
Dengan akreditasi dari ACI ini artinya pengelola bandara telah menunjukkan komitmen secara terus-menerus untuk mengulas dan meningkatkan pengalaman pelanggan mereka yang terus berubah, unggul, dan belajar bagaimana mereka dapat terus meningkat.
Perwakilan 10 bandara Angkasa Pura I ini akan diundang untuk menerima sertifikat akreditasi dalam ajang ACI Customer Experience Global Summit yang akan diadakan di Bali, 2-5 September 2019 mendatang.
Mereka bersama bandara-bandara internasional dunia yang turut mendapatkan akreditasi ini seperti Bandara John F. Kennedy New York (AS), Bandara Chattrapati Shivaji Mumbai (India), Bandara Incheon (Korea Selatan), serta Bandara Internasional Halifax Stanfield (Kanada).
Di Kota Samarinda, ada bandara yang bernama Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto atau orang lebih mudahnya sering sebut dengan nama Bandar Udara APT Pranoto Samarinda.
Sejak kemunculan Bandara APT Pranoto, ditanggapi positif seluruh masyarakat di Kalimantan Timur, memberikan kemudahan bagi mereka yang berada tinggal di lokasi Kalimantan Timur bagian Samarinda dan sekitarnya, tidak perlu datang ke Balikpapan.
Awal pembangunan Bandara APT Pranoto ini menggunakan dana ABPD namun dalam perjalananya, pemerintah pusat pun turut ikut kontribusi hingga akhirnya di akhir Oktober 2018, mulai resmi beroperasi melakukan penerbangan dari Samarinda tanpa harus ke Balikpapan dahulu.
Berkat kehadiran itu, masyarakat yang berasal dari Samarinda, Kutai Timur, Kota Bontang, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara tidak perlu lagi harus ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
(TRIBUNKALTIM.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)
Jangan lupa subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com!