Kisah Dramatis Modesta yang Selamat dari Mobil yang Terjun di Jurang 50 Meter di Nangaroro Nagekeo

Kisah Dramatis Modesta yang Selamat dari Mobil yang Terjun di Jurang 50 Meter di Nangaroro Nagekeo.


zoom-inlihat foto
modestakupang.jpg
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Modesta, korban selamat, terbaring di RS RSUD Bajawa, NTT, Kamis (29/8/2019). Kisah Dramatis Modesta yang Selamat dari Mobil yang Terjun di Jurang 50 Meter di Nangaroro Nagekeo.


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Meski mobil yang ditumpangi terjun ke dalam jurang sejauh 50 meter, Modesta Fonga (40) selamat dan hanya mengalami patah tulang dan luka lecet.

Modesta bahkan mampu keluar sendiri dan berjalan sejauh 25 meter untuk meminta pertolongan. 

Modesta Fonga (40) warga Mataloko Kabupaten Ngada merupakan korban selamat dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tunggal di Desa Riti Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Rabu (28/8/2019).

Baca: 10 Cara yang Harus Diperhatikan untuk Mencegah Data Pribadi Tidak Bocor

Baca: Ibu Tua Ini Tiap Lebaran Masih Masak buat Anak-Cucunya, Padahal Semua Sudah Dibantai Saminah

Mobil yang Modesta tumpangi jatuh ke dalam jurang sedalam 50 meter.

Modesta mengalami patah tulang tangan kanan dan luka lecet di tangan bagian kiri.

Modesta bersama tiga korban selamat lain sedang dirawat intensif di RSUD Bajawa.

Mereka adalah Ina Deornai (43) mengalami benturan dan luka lecet di dahi, siku tangan kanan, Priskita Huta Hayun (35) mengalami luka memar mata bagian kanan, dan dahi da Yulista Sowo (1) mengalami luka memar bagian kepala dan mata bagian kiri.

Baca: Anaknya Nikahi Bule, Ayah Bambang Irawan Petugas PPSU Bangga Tapi Sempat Ragu

Baca: Nasib Gojek di Luar Negeri: Ditolak Malaysia, Disayang Singapura hingga Thailand

Sedangkan Patar Sowo (5) sudah pulang kerumah karena hanya mengalami luka ringan.

Saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruangan Anggrek RSUD Bajawa, Modesta tampak berbaring di tempat tidur sambil memangku tangan kanannya yang patah.

Ia saat itu didampingi sang suami, Hengki Ornay bersama beberapa kerabat.

Modesta tampak semangat dan lantang menceritakan kembali peristiwa tersebut.

Modesta mengaku bahwa kejadian itu tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Namun ada hal-hal buruk yang menghantui dirinya pada malam hari sebelum kejadian tersebut.

Modesta berkisah, Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 10.30 Wita ia bersama keluarga (5 orang) berangkat menuju Desa Riti Nangaroro untuk ikut acara syukuran komuni pertama anak dari kerabat di sana.

Namun nahas menimpa mereka di tikungan tanjakan, mobil yang mereka tumpangi terjun ke jurang sehingga mereka mengalami luka ringan dan berat serta sang sopir meninggal dunia ketika dirujuk ke RSUD Ende.

"Sebelum kejadian malam kemarin saya mimpi. Mimpi itu kami menari bersama di Kampung. Mungkin itu mimpi buruk. Tapi saya tidak hiraukan dan saya sadar malam itu langsung lakukan semacam buang mimpi buruk. Buat tanda salib di dahi dengan menggunakan tangan dan air liur. Tapi saya tidak pikir kalau mimpi itu pertanda buruk," ungkap Modesta, kepada POS-KUPANG.COM di RSUD Bajawa, Kamis (29/8/2019).

Ia berkisah, dalam perjalanan menuju Desa Riti tidak ada firasat apa-apa dan semuanya baik-baik saja.

Sampai di TKP itu tiba-tiba mobil terjun dan mungkin saja sopir hilang kendali sehingga mobil bukan maju ke depan tapi maju ke arah kanan ke jurang.

"Kami sadar saat mobil itu jatuh. Kami tahu kami saat itu jatuh ke jurang. Dan mobil sampai dibawa juga banting satu kali baru diam di tempat," ujarnya.

Ia melihat dirinya aman-aman saja dan yang lain berteriak minta tolong.

Modesta lari menuju jalan raya di Desa Riti meminta pertolongan warga setempat.

"Saya dengan tangan patah naik ke atas. Sekitar jarak 25 meter saya pegang salah kayu kering lalu terjatuh lagi kebawa hingga baju saya robek semua. Saya tetap naik ke atas jalan umum. Sampai di atas ada orang lewat dan mereka mulai bantu kami. Mereka warga turun semua untuk bantu angkat 5 orang dibawa jurang. Kami kemudian dihantar menggunakan Pikap bapa Desa Riti dan bawa ke Puskesmas Nangaroro. Kami rawat disana awalnya," ungkapnya.

Ia mengungkapkan setelah mendingan dirawat di Puskesmas Nangaroro, ia dan empat orang lainnya dirujuk ke RSUD Bajawa sedangkan sang sopir (Albertus Sowo) dirujuk ke RSUD Ende.

"Kami tiba tadi malam di RSUD Bajawa. Kami bersyukur sampai saat ini sudah mendingan dan berkat bantuan banyak pihak. Karena kejadian ini sadis," ungkapnya.

Sementara itu, suami dari Modesta, Hengky Ornay, mengaku kaget ketika sang istri bersama keluarga lainnya mengalami peristiwa naas tersebut.

Hengky mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di Mbay. Ia mendapatkan informasi setelah sang istri sudah di Puskesmas Nangaroro.

"Tadi malam saya dari Mbay langsung ke RSUD Bajawa. Saya sangat bersyukur mereka luput. Hanya bapa Albertus yang meninggal dunia," paparnya.

Kronologi Lakalantas Tunggal di Nangaroro

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, membeberkan, kronologi kejadian kecelakaan tunggal di Desa Riti Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

AKP Sudirman mengatakan mobil Kijang Rover No. Pol. EB 7201 AD yang dikemudikan oleh Albertus Sowo (70) memuat 5 orang penumpang dari arah Bajawa Kabupaten Ngada.

Mereka melakukan perjalanan dari Mataloko dengan tujuan ke Desa Riti dalam rangka mengikuti Acara syukuran Komuni Suci Pertama (sambut baru) di wilayah Desa Riti.

AKP Sudirman menjelaskan sampai ditikungan dan tanjakan di Desa Riti, sang sopir hilang kendali (out of control) sehingga mobil tidak bisa melaju dan langsung terjun ke jurang sedalam 50 meter.

"Sampai di tempat kejadian tepatnya di tikungan dan tanjakan, pengemudi hilang kendali, sehingga mobil tersebut langsung terjun ke jurang, dengan kedalaman kurang lebih 50 meter," ungkap AKP Sudirman, kepada POS-KUPANG.COM.

Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil Kijang Rover Nomor Polisi EB 7201 AD yang dikemudikan Albertus Sowo (70) mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Desa Riti Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 17.30 Wita.

Dugaan sementara, kecelakaan lalu lintas itu disebabkan karena out of control dan mobil terjun ke jurang.

Akibat kecelakaan tersebut, sopir dikabarkan meninggal dunia sedangkan 5 orang penumpang mengalami luka ringan dan berat.

Korban semuanya merupakan warga Mataloko Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada.

Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, kepada POS-KUPANG.COM, membenarkan kejadian itu.

Baca: Massa Aksi Protes Bakar SPBU, Kantor Telkom, dan Lempari Batu ke Aparat di Jayapura

AKP Sudirman menjelaskan Albertus Sowo (sopir) meninggal dunia ditengah jalan saat hendak dirujuk ke RSUD Ende karena mengalami luka serius.

Penumpang, Ina Deornai (43) mengalami benturan dan luka lecet di dahi, siku tangan kanan, Modesta Fonga (40) mengalami patah tulang tangan kanan dan luka lecet di tangan bagian kiri.

Patar Sowo (5) mengalami luka lecet di tangan kanan, pipi bagian kiri dan dahi bagian kanan. Priskita Huta Hayun (35) mengalami luka memar mata bagian kanan, dan dahi.

Sedangkan Yulista Sowo (1) mengalami luka memar bagian kepala dan mata bagian Kiri.

(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)





Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Kamu Harus Mati

    Kamu Harus Mati adalah sebuah film misteri yang
  • Film - Keluarga Suami Adalah

    Keluarga Suami Adalah Hama adalah sebuah film drama
  • Boah Sartika

    Lahir pada 8 Maret 2000, perjalanan Boah Sartika
  • Film - Gudang Merica (2026)

    Gudang Merica adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved