Fakta Elza Syarief yang Dimaki Nikita Mirzani: Dekat Keluarga Cendana, Dipecat Sepihak Partai Hanura

Sosok pengacara kondang Elza Syarief jadi sorotan lantaran dilabrak oleh Nikita Mirzani, berikut fakta-fakta tentangnya


zoom-inlihat foto
pengacara-elza-syarief-2.jpg
Tribunnews.com
Pengacara Elza Syarief


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok pengacara kondang Elza Syarief jadi sorotan lantaran dilabrak oleh Nikita Mirzani, berikut fakta-fakta tentangnya.

Baru-baru ini, Nikita Mirzani yang tiba-tiba muncul di dalam studio Hotman Paris Show.

Ia langsung marah dan memaki Elza Syarief yang sedang menjadi bintang tamu.

Emosi Nikita memuncak karena selalu dituduh dan dicemarkan nama baiknya oleh sang mantan suami, Sajad Ukra dan pengacaranya, Elza Syarief.

Elza Syarief, sosok kelahiran Jakarta, 24 Juli 1957 ini diketahui sebagai salah satu pengacara terkenal di Indonesia.

Selama ini, klien yang ditangani Elza memang lebih banyak artis maupun public figure.

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa fakta tentang Elza Syarief.

Punya Kedekatan dengan Keluarga Cendana

Kiprah Elza Syarief bersama keluarga Cendana diawali kala menangani kasus tanah perusahaan milik Bambang Trihatmodjo.

Keberhasilannya menangani kasus tersebut langsung menaikkan pamornya sebagai pengacara.

Pada 1996,Tommy Soeharto pun menunjuk Elza sebagai corporate lawyer yang menangani beberapa perusahaan miliknya.

Elza Syarief saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).
Elza Syarief saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019). (KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA)

Kemudian, sosok Elza makin berkibar setelah diminta menjadi salah satu kuasa hukum Tommy pada 2000.

Kala itu, Tommy sedang terbelit hukum atas tuduhan keterlibatan dalam kasus tukar guling PT Goro Bathara Sakti-Bulog.

Elza mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Advokat Prabowo-Hatta

Elza sempat ditunjuk menjadi anggota Tim Merah Putih yang mengusung pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ia bertugas menangani gugatan hasil Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi hingga Pengadilan tata Usaha Negara.

Gugatan tersebut terkait dengan hasil pilpres yang tidak bisa diterima pihak Prabowo dan Hatta.

Hanya saja, MK akhirnya menggugurkan gugatan tersebut.

Dipecat Hanura

Pendiri Partai Hanura Elza Syarief nampak duduk di barisan tim kuasa hukum kubu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa saat menggelar jumpa pers di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Elza baru bergabung dalam barisan di tengah jumpa pers berlangsung.

Melihat kedatangan Elza, Ketua Tim Advokasi Merah Putih Mahendradata pun menyambutnya.

"Selamat datang Elza Syarief, mantan Hanura.

Baru dipecat tujuh jam yang lalu," ujar Mahendradatta di Gedung MK, Jakarta, Jumat (25/7/2014), dikutip dari Kompas.com.

"Saya ketua DPP," sahut Elza.

Saat ditemui seusai jumpa pers, Elza terlihat enggan menjelaskan pemecatannya secara gamblang.

Ia mengatakan, pemecatannya tidak sesuai dengan aturan.

"Masalah itu akan saya persoalkan sendiri, jadi saya tidak mau bicara itu lebih dulu," ujar Elza.

Dipolisikan Anggota DPR

Pengacara Elza Syarief mengaku sudah mengetahui dirinya dilaporkan oleh anggota DPR dari Fraksi NasDem, Akbar Faizal ke Bareskrim.

Dalam laporan Senin (28/8/2017) pagi tadi, Akbar Faizal mempolisikan Elza Syarief dengan dua dugaan yakni memberikan kesaksian palsu dan ‎pencemaran nama baik.

"Iya saya sudah tahu‎. Saya bicara begitu di persidangan karena memang itu ada di BAP Yani (Miryam S Haryani) yang dibuat KPK," ucap Elza dalam pesan singkat yang diterima Tribunnews.com.

Dikonfirmasi soal adanya somasi yang dilayangkan oleh Akbar Faisal soal‎ keterangan Elza Syarief pada sidang politikus Hanura, Miryam S Haryani dalam kasus korupsi e-KTP.

Lantaran Jaksa pada KPK di sidang 21 Agustus lalu mengungkapkan BAP Elza menyebut bahwa Akbar Faisal bersama sejumlah orang lainnya menekan Miryam.

Sehingga Akbar Faisal mengirim somasi 3x24 jam namun tidak ditanggapi hingga berujung pada laporan Polisi, Elza membenarkan adanya somasi tersebut.

Laporkan Farhat Abbas

Pengacara Farhat Abbas dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penipuan pada Senin (28/1/2019) lalu.
Farhat dilaporkan dengan nomor laporan LP/540/1/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

Ia dilaporkan oleh Asnawi Patanjengi atas dugaan penipuan terhadap advokat Elza Syarief dengan kerugian kurang lebih Rp 10 miliar.

Pengacara Elza Syarief menghadiri panggilan KPK pada Senin (17/4/2017). Ia datang sebagai saksi dalam kasus pemberian Keterangan palsu terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Elza ditemani oleh pengacara Farhat Abbas.
Pengacara Elza Syarief menghadiri panggilan KPK pada Senin (17/4/2017). Ia datang sebagai saksi dalam kasus pemberian Keterangan palsu terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Elza ditemani oleh pengacara Farhat Abbas. (KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya pelaporan tersebut.

"Ya benar, kami sudah terima laporannya," kata Argo dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com pada Jumat (1/2/2019).

Dalam laporannya, Asnawi menyertakan dua saksi, yakni Roni Sapulete dan Siska.

Kompas.com telah mengonfirmasi laporan ini kepada Elza melalui sambungan telepon, namun Elza enggan berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Asnawi selaku kuasa hukumnya.

"Langsung ke pengacara saya ya," kata Elza.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved