Kementerian PPN/Bappenas - Rencana Pemindahan Ibu Kota

Berikut adalah konsep rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang dibahas dalam acara Youth Talk di Jakarta, pada Selasa, (20/8/2019).


zoom-inlihat foto
kementerian-ppnbappenas-rencana-pemindahan-ibu-kota-negara-dalam-youth-talk-20-agustus-2019.jpg
(Tangkapan Layar Kementerian PPN/Bappenas Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara)
Kementerian PPN/Bappenas Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara dalam Youth Talk, 20 Agustus 2019

Berikut adalah konsep rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang dibahas dalam acara Youth Talk di Jakarta, pada Selasa, (20/8/2019).




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konsep rencana pemindahan ibu kota negara dibahas dalam acara Youth Talk di Jakarta, pada Selasa (20/8/2019).

Rencana pemindahan ibu kota tersebut termaktub dalam materi paparan Kementerian PPN / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di acara Youth Talks pada 20 Agustus 2019.

Materi ini berisikan sejumlah paparan tentang pemindahan ibu kota negara.

Beberapa kerangka paparan di antaranya: (1) Kenapa harus pindah, (2) Mengapa Ibu Kita harus pindah ke luar Jawa, (3) Kemana harus pindah, (4) Apa saja yang dipindahkan, (5) Ibu Kota Negara yang diinginkan, (6) Lesson Learned pemindahan Ibu Kota Negara, (7) Timeline dan tahapan pemindahan, dan (8) Pembiayaan untuk pemindahan Ibu Kota Negara.

Materi paparan Kementerian PPN/Bappenas yang berjumlah 35 halaman tersebut Tribunnewswiki.com terima pada Selasa, (27/8/2019).

Berikut adalah paparan yang dituliskan tanpa perubahan makna dan atau interpretasi untuk menjaga otentisitas.

  • Alasan Perpindahan #


Perpindahan ibu kota memiliki alasan perpindahan sebagai berikut:

  • Pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, konsentrasi penduduk terbesar di Jakarta dan Jabodetabekpunjur

Jakarta masuk ranking 9 kota terpadat di dunia.

  • Jakarta dan Jabodetabek:

Kemacetan tinggi dan commuting time:

  1. Commuting time 2-3 jam/trip atau 4-5 jam/round trip
  2. Indeks kemacetan terdapat di peringkat ke-7 dari 403 kota yang disurvey di 56 negara.
  3. Memiliki kinerja kemacetan (Gridlocks) terburuk dengan 33.240 stop-start index, sehingga menyebabkan komunikasi dan koordinasi antar K/L tidak efektif.
  4. Kerugian ekonomi akibat kemacetan meningkat dari Rp. 56 Triliun per tahun di 2013 menjadi Rp. 65 triliun per tahun.
  • Pencemaran Udara dan Sungai:
  1. Jakarta berada pada ranking 1 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berdasarkan Air Quality Index Value (Data AirVisual, Agustus 2019)
  2. Kualitas air sungai 96 % tercemar berat
  • Potensi ancaman gempa di Jakarta

Wilayah Jakarta terancam oleh aktivitas Gunung Api (Gunung Krakatau, Gunung Gede) dan potensi gempa-tsunami Megathrust Selatan Jawa Barat dan Selat Sunda dan gempa darat Sesar Baribis, Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri.

  • Mengapa Ibu Kota Harus Pindah ke Luar Jawa? #


Daerah di luar Jawa dipilih sebagai tujuan pemindahan ibu kota.

Hal tersebut mempunyai alasan yaitu:

Sekitar 57 % penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

  1. Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk tertinggi 56,56 % dari total jumlah penduduk Indonesia, sementara itu daerah-daerah lain memiliki jumlah penduduk sangat rendah (<10%) kecuali Pulau Sumatera
  2. Kontribusi Ekonomi per Pulau terhadap PDB Nasional: Kontribusi ekonomi Pulau Jawa terhadap PDB Nasional adalah sebesar 58,49 %, Share PDRB Jabodetabek terhadap PDB Nasional sebesar 20,85 %.
  3. Krisis ketersediaan air di Pulau Jawa terutama DKI Jakarta dan Jawa Timur
  4. Konversi lahan terbesar terjadi di Pulau Jawa

  • Kemana Harus Pindah? #


Beberapa daerah dipilih menjadi lokasi strategis dalam pemindahan ibu kota:

  1. Lokasi strategis, berada di wilayah tengah Indonesia yaitu di provinsi: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan.
  2. Lokasi bebas bencana gempa bumi dan tsunami yaitu berada di provinsi: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.
  3. Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan disampaikan dalam Pidato Kenegaraan Presiden tanggal 16 Agustus 2019.

Kriteria Penentuan Lokasi:

  • Kriteria 1:

Ketersediaan Lahan Luas Milik Negara: Delineasi kawasan dan penggunaan lahan, Status penguasaan atas lahan.

  • Kriteria 2:

Kemiringan lahan dan daya dukung tanah: Topografi dan kemiringan lahan, Daya Dukung tanah dan formasi geologi.

  • Kriteria 3:

Ketersediaan sumber daya air: Daya dukung air permukaan (sungai dan waduk). Daya dukung air tanah (CAT)

  • Kriteria 4:

Kawasan rawan bencana banjir

Sebaran dan potensi batubara dan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Sebaran lahan gambut dan kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan

  • Kriteria 5:

Dekat dengan kota eksisting yang sudah berkembang: Infrastruktur transportasi, Sumber Energi

  • Kriteria 6:

Sosial Budaya: Karakteristik Sosial Budaya

  • Kriteria 7:

Pertahanan dan Keamanan: Perimeter Pertahanan dan Keamanan

  • Apa saja yang dipindahkan? #


Berikut adalah lembaga-lembaga negara yang dipindahkan:

  1. Istana dan lembaga eksekutif
  2. Legislatif: Kantor dan perumahan
  3. Yudikatif: Kantor dan Perumahan
  4. Keamanan: Kepolisian, Angkatan Bersenjata
  5. Pertahanan: Lapisan pertahanan statis dan dinamis
  6. Bank Sentral dan Perbankan Utama
  7. Perwakilan Negara/Kedutaan Besar
  8. Information and Communication Technologi (ICT)
  9. Perguruan Tinggi
  10. Lembaga-lembaga penelitian

  • Ibu Kota Negara yang Diinginkan #


Berikut adalah visi ibu kota negara baru:

  1. Simbol identitas bangsa
  2. Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable
  3. Modern dan Berstandar Internasional
  4. Tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.
  • IBU KOTA BARU SEBAGAI SIMBIL IDENTITAS BANGSA
  1. Batavia merupakan peninggalan kolonial, dikenal dengan sebutan 'Queen of the East', representasi kepentingan Belanda, bukan kepentingan rakyat Indonesia.
  2. Indonesia memerlukan rancangan Ibu Kota dengan urban design yang dapat: Merepresentasikan identitas dan persatuan bangsa dalam kerangka nation and state building:, Merefleksikan kebhinekaan Indonesia
  3. Ibu Kota sebagai representasi identitas bangsa digambarkan melalui Monumental Building, Museum, dan Cultural Exhibition Area.
  • IBU KOTA NEGARA: LIVING WITH NATURE (KONSEP FOREST CITY)
  1. Penerapan konsep forest city, sehingga RTH minimal 50% dari total luas area meliputi: Recreational Park, Green Spaces, Zoo, Botanical Garden, dan Sport Complex, yang terintegrasi dengan bentang alam yang ada seperti kawasan berbukit dan Daerah Aliran Sungai (DAS), dan struktur topografi.
  2. Pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon (Solar Energy, Gas, dst) untuk Power and Gas Supply, Efficien Power Grid, Street and Building Lighting
  3. Untuk efisiensi dan konservasi energi diperlukan Green Building Design melalui penerapan Circular Water Management System, Efficient Lighting System, dan District Cooling System.
  4. Kota yang berorientasi pada Public Transportation Berbasis Rel, Non-Motorized Mode (Sepeda dan Pedestrian) yang terintegrasi.
  • IBU KOTA NEGARA: SMART AND INTELLIGENT CITY
  1. Penggunaan smart technology dan aplikasi berorientasi manusia
  2. International University, Research, dan High Tech Industries menjadi salah satu magnet pertumbuhan.
  3. Penerapan konsep "Intellegent City" yang mandiri dan aman.
  4. Menerapkan Integrated Information System dan Intelligent Transport System
  5. Penggunaan Smart Water Management System berbasis Internet of Things (IoT)
  6. Penerapan Smart Waste Management
  7. Suplai Gas tidak menggunakan tabung LPG melainkan menggunakan jaringan gas bawah tanah.
  8. Menggunakan teknologi Smart Grid (solar cell dan angin) dan distribusi listrik menggunakan jaringan bawah tanah.
  • IBU KOTA NEGARA: MODERN DAN BERSTANDAR INTERNASIONAL
  1. Standar International dalam penyediaan fasilitas: ISO
  2. ISO 37120: city services and quality of life
  3. ISO 37111: smart cities
  4. ISO 37123: resilient cities
  5. ISO 21001: school and Universities
  6. ISO 9000, ISO 9001, ISO 9002: Hospital
  7. ISO 20121: MICE (Convention and Exhibition Center)
  8. ISO/TC83: Sport and other recreational facilities

  • Pembelajaran dari Pemindahan Ibu Kota Negara Lain #


Konsep pemindahan ibu kota mengambil pembelajaran dari negara lain, yaitu:

    • Total biaya: USD 9000 juta:
    • USD 2.970 juta (33 %) berasal dari Swasta
    • USD 1.470 juta (16,3 %) berasal dari Investasi Asing

Tujuan Pemindahan

    1. Memilih lokasi "Center of the Eurasian Continent" sebagai representasi kebijakan luar negeri berorientasi multivektor
    2. Ibu Kota baru Simbol Citra Negara
    3. Meningkatkan kesatuan nasional

  • Timeline dan Tahapan Pemindahan #


RANCANGAN ZONASI DAN TAHAPAN PEMBANGUNAN

  • 2021 - 2024: Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (2000 ha): Istana, Kantor Lembaga Negara (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif), Taman Budaya, Botanical Garden.
  • 2025 - 2029: Pembangunan Kawasan IKN (40.000 ha): Perumahan ASN/TNI/POLRI, Diplomatic Compund, Fasilitas pendidikan dan kesehatan, Universitas, Science and Techno Park, High Tech and Clean Industries, R&D Center, MICE/Convention Center, Sport Center, Museum, Shopping Mall, Pangkalan Militer.
  • 2030-2045: Pertama, Pembangunan Kawasan Perluasan IKN 1 (200.000 ha): National Park, Konservasi Orang Utan, Klaster Pemukiman Non-ASN. Kedua, Pembangunan Kawasan Perluasan IKN 2 (> 200.000 ha): Metropolitan, Wilayah pengembangan terkait dengan wilayah provinsi sekitarnya.

TIMELINE PELAKSANAAN PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA

  • 2017 - 2019: Penyusunan dan Penyelesaian Kajian
  • 2020: Penyiapan Regulasi dan Kelembagaan, Penyusunan Master Plan Kota, dan Perencanaan Teknis Kawasan.
  • 2021: Penyediaan Lahan, Penyusunan DED Kawasan, dan Ground Breaking Pembangunan Ibu Kota Negara Baru
  • 2022 - 2024: Pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan sebagian Kawasan IKN
  • 2024: Awal Pemindahan ke Ibu Kota Negara Baru

  • Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota Negara #


ESTIMASI PEMBIAYAAN IBU KOTA

Kebutuhan Infrastruktur:

  1. Fungsi Utama: Istana, Kantor Lembaga Negara (eksekutif, legislatif, yudikatif), Bangunan Strategis TNI/POLRI, Pangkalan Militer
  2. Fungsi Pendukung: Rumah Dinas ASN/POLR/TNI, Sarana Pendidikan & Kesehatan, Hunian Non-ASN
  3. Fungsi Penunjang: Fasilitas Sarana Prasaranan, RTH
  4. Kebutuhan Pengadaan Lahan

Total dana sekitar 485,2 Triliun Rupiah atau sekitar USD 34,05 Bilion.

Biaya ini belum termasuk biaya lain terkait pemindahan ibu kota negara seperti biaya operasional pemerintahan selama masa konstruksi, biaya operasional pemerintahan selama masa transisi.

Asumsi Jumlah Penduduk dipindahkan total:

1.500.000,00, yang terdiri dari

  • Semua ASN pada lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
  • Semua anggota POLRI dan TNI
  • Semua anggota keluarga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan POLRI dan TNI (4 orang keluarga)
  • Pelaku ekonomi

SKEMA PEMBIAYAAN

KPBU dan Swasta diharapkan sebagai sumber utama pembiayaan

  • 19,2 % yaitu sejumlah 93,5 Triliun didanai oleh APBN untuk biaya: Infrastruktur pelayanan dasar, Pembangunan Istana Negara, Bangunan Strategis TNI/POLRI, Rumah Dinas ASN/TNI/POLRI, Pengadaan Lahan, Ruang Terbuka Hijau, Pangkalan Militer
  • 54,6 % yaitu sejumlah 265,2 Triliun didanai oleh KPBU untuk biaya: Gedung Eksekutif, legistlatif, dan yudikatif, Pembangunana infrastruktur utama (selain yang telah tercakup dalam APBN), Sarana pendidikan dan sarana kesehatan, Museum dan lembagan permasyarakatan, Sarana dan prasarana penunjang.
  • 26,2 % yaitu sejumlah 127,3 Triliun didanai oleh Swasta untuk biaya: Perumahan Umum, Pembangunan perguruan tinggi, Science-Technopark, Peningkatan bandara, pelabuhan, dan jalan toll, Sarana kesehatan, Shopping Malla, MICE.

--

Sumber:

Kementerian PPN / Bappenas, Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara, Menteri Perencanaan Pembangunanan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Acara Youth Talks di Jakarta, 20 Agustus 2019.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara
Pembuat Kementerian PPN / Bappenas
Tanggal 20 Agustus 2019
Acara Youth Talk
Daerah Jakarta


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved