TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki kasus penemuan empat kerangka manusia yang ditemukan di kebun di Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Banyumas.
Polisi telah memastikan bahwa empat kerangka tersebut adalah satu keluarga.
Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa (27/8/2019), dari empat korban, tiga korban adalah anak Misem yaitu Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46), dan Heri Sutiawan alias Heri (41) dan satu korban lainnya adalah anak dari Ratno yaitu Vivin Dwi Loveana alias Pipin (22).
Sementara empat pelaku yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Saminah alias Minah (53) dan ketiga anaknya, Sania Roulitas alias Sania (37), Irvan Firmansyah alias Irvan (32) dan Achmad Saputra alias Putra (27).
Ternyata Minah merupakan anak kedua Misem, dengan demikian korban dan pelaku masih bersaudara.
Baca: Fakta Penemuan 4 Kerangka Manusia di Banyumas, Ada Bekas Luka hingga Diduga Korban Pembunuhan
Baca: Fakta Jasad Dibakar dalam Mobil di Sukabumi: Terungkapnya Identitas Korban hingga Pelaku Pembunuhan
Dalam penyelidikan polisi, yang melatarbelakangi pembunuhan keluarga tersebut adalah terkait persoalan harta.
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, selama beberapa tahun sering terjadi percekcokan antara Saminah dengan kakaknya, Supratno dan adik-adiknya, Yono dan Heri.
"Beberapa tahun terakhir mereka selalu cekcok terkait dengan penggunaan harta yang merupakan harta milik orangtuanya, Misem," kata Bambang saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Jawa Tengah, Dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com, Selasa (27/8/2019).
Mereka selama ini tinggal di tanah milik Misem yang luasnya sekitar 298 meter persegi.
Di tanah tersebut berdiri dua rumah, yakni rumah Misem yang ditinggali bersama Supratno, Yono, Heri dan Vivin.
Sedangkan rumah satunya ditinggali para tersangka, yaitu Minah dan ketiga anaknya, Sania, Irvan dan Achmad.
"Saminah sudah membangun rumah di lahan tersebut, dibangunkan mantan suaminya, ini menimbulkan kecemburuan yang lain."
"Sekitar 20 tahun lalu sempat datang pihak bank foto-foto rumah, seperti akan diagunkan. Ini menimbulkan kemarahan Minah dan memicu kemarahan saudara-saudaranya," kata Bambang.
Baca: Ibu Kota Pindah Ke Kaltim, Anies: Jakarta Tetap Jadi Pusat Ekonomi dan Macet Tak Bisa Berkurang
Baca: Betulkah Lahan Ibu Kota Baru Milik Prabowo Subianto, Prabowo Sudah Setuju Ibu Kota Pindah sejak 2014
Sejak saat itu Saminah sering terlibat pertengkaran dan adu mulut dengan saudaranya.
Pertengkaran antara kakak beradik tersebut sering dilihat oleh kedua anak Minah yaitu Irvan dan Putra.
"Anak-anaknya (Minah) selalu menyaksikan ibunya "dikeroyok" satu lawan tiga. Begitu mereka sudah beranjak dewasa lanjut besar mereka ikut terlibat. Mereka merasa harus melindungi sehingga mereka ikut membela Ibunya," ungkap Bambang.
Sebelumnya, ditemukan empat kerangka manusia yang terpendam di kebun belakang rumah Misem, warga Grumbul Karanggandul, Kecamatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dari hasil penyelidikan, keempat kerangka merupakan satu keluarga dan korban pembunuhan.
Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap empat pelaku yang ternyata masih saudara korban.
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, pembunuhan dilakukan tersangka pada 9 Oktober 2014, di rumah orangtua mereka.
(KOMPAS.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)