Museum Mulawarman Kutai Kartanegara

Museum Mulawarman merupakan destinasi wisata sejarah di Kutai Kartanegara


zoom-inlihat foto
museum-mulawarman.jpg
kaltimprov.go.id
Museum Mulawarman

Museum Mulawarman merupakan destinasi wisata sejarah di Kutai Kartanegara




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Museum Mulawarman merupakan destinasi wisata bersejarah yang ada di Kalimantan Timur.

Pada awalnya, bangunan Museum Mulawarman merupakan bekas Keraton Kasultanan Kutai Kartanegara.

Bangunan Keraton Kutai Kartanegara didirikan oleh Holland Beton Mattscappy (HBM) pada masa pemerintahan Sultan Adji Mohammad Parikesit.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai Kartanegara mendirikan Museum Kutai pada 25 November 1971.

Museum Kutai dibentuk untuk memelihara peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara.

Kala itu, Museum Kutai menjadi bagian dari Pusar Kebudayaan dan Olahraga (PUSKORA).

Selanjutnya, dilakukan perundingan antara Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur, Pemerintah Tingkat II Kutai, dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai hasil dari perundingan tersebut, pengelolaan Museum Kutai diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 18 Februari 1976.

Sejak saat itu, status Museum Mulawarman menjadi Museum Negeri Provinsi.

Penggunaan nama Mulawarman merujuk pada Raja Kutai Kartanegara yang dikenal arif dan bijaksana. (1)

Museum Mulawarman
Museum Mulawarman ((https://kaltimprov.go.id/))

  • Gambaran Museum


Gerbang Museum Mulawarman terdapat patung yang berbentuk ular lembuh, pesut dan buaya.

Di bagian kanan dan kiri pintu utama terdapat harimau sebagai simbol keamanan.

Di halaman Museum Mulawarman memuat duplikat Lembu Suana, lambang kerajaan Kutai Kartanegara.

Selain itu, juga terdapat kolam berbentuk naga.

Hal itu merupakan simbol perjalanan hidup dan penjaga alam semesta yang menjadi mitos masyarakat Kutai Kartanegara.

Yang menarik, pemngunjung akan menjumpai totem yang terbuat dari kayu ulin.

Totem dengan tinggi 13 meter dan diameter 60 cm ini menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Dayak dari lahir, dewasa, hingga meninggal.

Sebelah kanan gedung induk Museum Mulawarman merupakan makam raja-raja Kutai Kartanegara.

Makam para Raja Kutai di Komplek Museum Mulawarman.
Makam para Raja Kutai di Komplek Museum Mulawarman. (TribunKaltim/M WIKAN H)

Area tersebut dilengkapi dengan taman yang tertata, sehingga tampak rapi dan asri.

Arsitektur gedung mengadopsi arsitektur suku Dayak yang ada di Kutai.

Beberapa adopsi tersebut antara lain, bangunan Bleh Peteh yaitu wadah untuk kalangan bangsawan suku Dayak Kenyah, patung-patung Blontang yang berfungsi sebagai peralatan upacara adat kematian suku Dayak, serta beberapa bentuk lungun yang semuanya ditata secara evokatif. (1)

Pintu masuk museum Mulawarman, yang dahulunya merupakan bangunan kerajaan Kutai.
Pintu masuk museum Mulawarman, yang dahulunya merupakan bangunan kerajaan Kutai. (TribunKaltim/M WIKAN H)

  • Koleksi


Museum Mulawarman memuat berbgaia koleksi peninggalan sejarah.

Berikut adalah beberapa koleksi tersebut.

Singgasana

Singgasana di yang masih tersimpan di Museum Mulawarman dibuat oleh Ir Vander Lube, pada tahun 1935.

Singgasana yang terbuat dari kayu ini memiliki gaya Eropa.

Dudukan dan sandaran singgasana terbuat dari kapuk yang terbungkus kain berwana kuning.

Para wisatawan sedang mendengarkan tour guide di Musem Mulawarman Tenggarong
Para wisatawan sedang mendengarkan tour guide di Musem Mulawarman Tenggarong (TribunKaltim/M WIKAN H)

Patung Lembuswana

Patung Lembuswana merupakan lambang Kasultanan Kutai Kartanegara.

Patung ini dibuat di Birma pada 1850 dan tiba di Kutai Kartanegara pada 1900.

Lembuswana diyakini merupakan kendaraan tunggangan Batara Guru.

Lembuswana juga disebut Paksi Liman Janggo Yoksi, yakni Lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkukuh seperti ayam jantan, berkepala raksasa, dan dilengkapi berbagai hiasan.

Kalung Uncal, yaitu aksesoris kebesaran Kasultanan Kutai Kartanegara.

Kalung Uncal digunakan ketika penobatan raja, atau acara sakral lainnya.

Koleksi perhiasan Kerajaan Kutai yang berada di Museum Mulawarman.
Koleksi perhiasan Kerajaan Kutai yang berada di Museum Mulawarman. (TribunKaltim/M WIKAN H)

Meriam Sapu Jagad, yaitu meriam peninggalan Belanda.

Prasasti Yupa, yang ditemukan di bukit Brubus Kecamatan Muara Kaman.

Prasasti tersebut merupakan tanda dimulainya zaman sejarah di Indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan berupa aksara Palawa dalam bahasa Sanskerta.

Prasasti Yupa ini merupakan tiruan dari Prasasti Yupa asli, yang berada di Museum Nasional, Jakarta.

Selain itu, terdapat berbagai koleksi lain sebaia berikut.

  • Seperangkat Gamelan dari Keraton Yogyakarta
  • Arca Hindu
  • Seperangkat meja tamu peninggalan Kasultanan Bulungan
  • Ulap Doyo
  • Minirama
  • Koleksi Numismatika
  • Koleksi Keramik
  • Dan lain-lain. (2)
Koleksi busana daerah Kutai di Museum Mulawarman Tenggarong.
Koleksi busana daerah Kutai di Museum Mulawarman Tenggarong. (TribunKaltim/M WIKAN H)

  • Lokasi


Museum Mulawarman terletak di Tenggarong, Ibukota Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

  • Tarif dan Jam Operasional


Museum Mulawarman buka setiap hari, kecuali hari Jumat.

Museum Mulawarman dapat dikunjungi mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

untuk dapat memasuki Museum Mulawarman, pengunjung dikenakan biaya Rp 3500 (dewasa), Rp 1500 (anak dan pelajar), dan Rp 5000 untuk wisatawan asing. (3)

Ketentuan mengenai tarif dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Museum Mulawarman
Kategori Tempat Bersejarah
Alamat Tenggarong, Ibukota Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Google Map https://goo.gl/maps/pW86o9mbVzKshF7p9
   


Sumber :


1. kaltimprov.go.id
2. www.getborneo.com
3. pantauanharga.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved