Tarik Seluruh Mahasiswa Papua, Dewan Adat Papua Akan Bawa Masalah Rasisme ke Tingkat Internasional

Dewan Adat Papua akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di luar Papua.


Tarik Seluruh Mahasiswa Papua, Dewan Adat Papua Akan Bawa Masalah Rasisme ke Tingkat Internasional
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. 


Dewan Adat Papua akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di luar Papua.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dewan Adat Papua akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh pelajar dan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di luar Papua.

Hal tersebut disampaikan dalam sebuah rilis pers dengan kop Dewan Adat Papua yang beralamat di Jalan Raya Sentani, Jayapura, Papua.

Rilis pers yang berisi pernyataan sikap masyarakat adat Papua ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Dewan Adat Papua, Dominikus Sorabut.

Penarikan seluruh mahasiswa Papua itu merupakan dampak dari aksi rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang pada 16 Agustus 2019 silam.

“Pada menjelang Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74, rakyat Papua mendapat kado istimewa, yaitu hujatan monyet, anjing, babi, dan sejenisnya disampaikan kepada anak-anak kami, mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang oleh TNI, Polri dan Ormas Reaksioner pada tanggal 16 Agustus 2019,” tulis pers rilis yang diterima oleh TribunnewsWIKI.

Baca: 5 Anggota TNI Diberi Skorsing karena Kasus Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Baca: Mabes Polri Ungkap Skenario Pembuat Kerusuhan Papua: Indikasi Skenario Diduga Mulai di Rusuh Malang

Dewan Adat Papua juga mengkritisi sikap Presiden Jokowi terhadap isu rasisme yang diterima masyarakat Papua.

Menurut mereka, pernyataan maaf tidak bisa diterima karena rasisme dinilai akan terus ada.

“Hal ini terlihat pada kejadian rasisme ini benar, namun menurut Jakarta hoaks atau tipu, sekalipun sudah ada bukti juga dianggap hoaks dan masih menyangkal,” lanjutnya.

Lebih dari itu, rilis tersebut juga menuding bahwa janji Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah Papua secara komprehensif dan tuntas hanya berupa janji palsu untuk merebut hati masyarakat Papua.

Ada tiga poin utama dalam pers rilis tersebut, pertama adalah menarik seluruh mahasiswa dan pelajar Papua di seluruh pulau di Indonesia untuk pulang ke Papua.





Halaman
12
Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Fathul Amanah






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved