TRIBUNNEWSWIKI.COM – Derita akibat perang saudara yang terjadi di Suriah dialami oleh banyak orang, tidak terkecuali penduduk sipil setempat.
Perang saudara ini sudah mengisi kolom-kolom berita utama di berbagai media di seluruh media sejak 2011 silam.
Gambaran Suriah yang tengah dilanda konflik ini disiarkan secara luas bersama dengan berbagai kisah pilu yang diakibatkannya.
Banyak warga sipil tertimbun reruntuhan gedung, banyak dari mereka mengalami luka fisik bahkan meninggal dunia.
Dikutip dari National Geographic Indonesia, seorang bocah bernama Jouma, ikut dipaksa menanggung dampak perang tak berkesudahan itu.
Baca: Aturan Karyawan Google: Dilarang Saling Ejek sampai Bahas Politik di Tempat Kerja
Petaka bermula ketika Jouma dan keluarganya tengah menyelamatkan diri ke Suriah Utara ketika serangan udara terjadi.
Namun nahas, di tengah perjalanan bus mereka justru dihantam serangan udara.
Akibatnya, jendela bus pecah sehingga membuat wajah Jouma mengalami luka parah.
Tidak hanya itu, kedua matanya bahkan mengalami buta total.
Sang ayah juga tidak luput dari petaka itu, jari-jari kakinya hancur akibat kejadian tersebut.
Namun luka fisik bukanlah satu-satunya derita yang harus mereka tanggung.
Baca: Aturan Karyawan Google: Dilarang Saling Ejek sampai Bahas Politik di Tempat Kerja
Luka fisik bisa dibilang hanya sebagian kecil dampak dari apa yang mereka alami.
Selain luka fisik, mereka juga mengalami traumatik yang sulit disembuhkan akibat kejadian itu.
Bahkan ada kemungkinan trauma itu akan selalu membayangi seumur hidup mereka.
Pihak keluarga juga mengakui, bahwa setelah kejadian itu ayah Jouma kerap mengalami mudah lupa.
TIdak hanya itu, mereka juga jadi sulit tidur karena efek traumatik tragedi serangan udara yang menimpa mereka.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)