Hari Ini dalam Sejarah: 17 Agustus 1950 Pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS)

Selain menjadi tanggal kemerdekaan, 17 Agustus rupanya juga menjadi hari di mana Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan pada tahun 1950.


zoom-inlihat foto
pelantikan-anggota-dpr-nkri.jpg
pendidikanzone.blogspot
Pelantikan Anggota DPR NKRI

Selain menjadi tanggal kemerdekaan, 17 Agustus rupanya juga menjadi hari di mana Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan pada tahun 1950.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - 17 Agustus menjadi tanggal bersejarah bagi Bangsa Indonesia.

Di tanggal tersebut, 74 tahun silam tepatnya 17 Agustus 1945 Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Hal ini menjadi tanda terbebasnya Indonesia dari penjajahan.

Selain menjadi tanggal kemerdekaan, 17 Agustus rupanya juga menjadi hari di mana Republik Indonesia Serikat (RIS) dibubarkan pada tahun 1950.

  • Republik Indonesia Serikat (RIS)


Republik Indonesia Serikat (RIS) lahir atas hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag Belanda pada 2 November 1949.

Konferensi Meja Bundar
Konferensi Meja Bundar (wawasansejarah.com)

Saat itu, Republik Indonesia Serikat (RIS) terbagai menjadi tujuh negara bagian dan delapan negara otonom.

Berikut adalah tujuh negara bagian RIS:

Negara Republik Indonesia

Negara Indonesia Timur (NIT)

Negara Pasundan

Negara Jawa Timur

Negara Madura

Negara Sumatra Timur (NST)

Negara Sumatra Selatan (NSS)

Berikut adalah delapan negara otonom RIS:

Jawa Tengah

Kalimantan Barat

Dayak Besar

Daerah Banjar

Kalimantan Tenggara

Kalimantan Timur

Bangka

Belitung

Riau (1)

Pada 16 Desember 1949 di Yogyakarta, Panitia Pemilihan Nasional RIS memilih Soekarno menjadi presiden Indonesia Serikat pertama, dan peresmiannya dilakukan tanggal 17 Desemer 1949.

Pada 19 Agustus 1949 terbentuklah kabinet RIS dengan susunan:

Perdana Menteri: Mohammad Hatta

Menteri Luar Negeri: Mohammad Hatta

Menteri Pertahanan: Hamengku Buwono IX

Menter Dalam Negeri: Ide Anak Agung Gde Agung

Menteri Keuangan: Syafruddin Prawiranegara

Menteri Perekonomian: Ir. Juanda

Menteri Perhubungan dan Pekerjaan Umum: Ir. H. Laoh

Menteri Kehakiman: Prof. Dr. Mr. Soepomo

Menteri P dan K: dr. Abu Hanifah

Menteri Kesehatan: dr. Josef Leimena

Menteri Perburuhan: Mr. Wilopo

Menteri Sosial: Mr. Kosasih Purwanegara

Menteri Agama: K. H. Wahid Hasyim

Menteri Penerangan: Arnold Mononutu

Menteri Negara: Sultan Hamid Alkadrie II, Mr. Mohammad Roem, Dr. Suparno

Upacara penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia Serikat berlangsung bersamaan di dua tempat yaitu di Paleis op de Dam di Amsterdam, Belanda dan jakarta.

Pada 27 Desember 1949, Perdana Menteri RIS Mohammad Hatta atas nama pemerintah RIS menerima kedaulatan dari Ratu Juliana dan Wakil Perdana Menteri RIS, Hamengku Buwono IX menerima kedaulatan RIS dari wakil tinggi mahkota Belanda, A. H. J. Lovink. (2)

Penandatangan piagam RIS
Penandatangan piagam RIS (wawasansejarah.com)

Tahun 1949 menjadi masa sulit bagi Indonesia karena banyaknya demonstrasi yang menuntut pembubaran RIS.

Berikut faktor-faktor yang melatarbelakangi pembubaran RIS:

1. Tidak sesuainya negara Republik Indonesia Serikat dalam Konstitusi Republik Indonesia Serikat dengan tujuan awal dan cita-cita proklamsi negara Republik Indonesia pada tahun 1945.

2. Sebagian besar rakyat Indonesia tidak puas dengan hasil Koneferensi Meja Bundar (KMB) yang melahirkan negara Republik Indonesia Serikat (RIS) sehingga menyebabkan banyaknya demonstrasi menuntut bergabung kedalam bagian dari Republik Indonesia.

3. Bentuk negara federal merupakan bentukan Belanda dibawah pimpinan Van Mook sehingga orang yang menyetujui bentuk negaara ini berarti setuju dengan kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia.

4. Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah sistem pemerintahan dari kolonial Belanda yang tidak menginginkan kekuasaan dan pengaruhnya hilang begitu saja dari Indonesia setelah berkuasa selama 350 tahun.

5. Tidak hanya memecah belah persatuan dan kesatuan RI namun RIS juga menimbulkan maslah sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi rakyat Indonesia.

6. Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat namun lebih berpihak kepada Belanda yang jelas-jelas hanya akan menguasai kembali RI.

7. Pendukung unitarisme adalah anggota kabinet sehingga menimbulkan gerakan untuk membubarkan bentuk negara federal dan mengembalikanya ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (1)

Demonstrasi menuntut pembubaran RIS
Demonstrasi menuntut pembubaran RIS (wawasansejarah.com)

Pada tanggal 8 Maret 1950 Pemerintah RIS di Jakarta mengeluarkan UU Darurat No. 11 Tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS.

Berdasarkan UU tersebut, beberapa negara bagian mulai menggabungkan diri dengan RI di Yogyakarta.

Negara bagian RIS pun tinggal terdiri dari RI, NIT, dan NST.

Pada tanggal 19 Mei 1950, diadakan perundingan antara Pemerintah RIS yang diwakili Mohammad Hatta setelah mendapat mandat dari NIT dan NST dangan Pemerintah RI yang diwakili oleh Abdul Halim.

Perundingan itu menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam piagam persetujuan yang berisi:

1. RIS dan RI sepakat membentuk negara kesatuan berdasarkan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

2. RIS dan RI membentuk panitia bersama yang bertugas menyusun UUD negara kesatuan.

Pada tanggal 21 Juli 1950, Pemerintah RIS dan RI berhasil menyepakati Rancangan UUD Negara Kesatuan.

Pada tanggal 14 Agustus 1950, Parlemen RI dan Senat RIS mengesahkan Rancangan UUD Negara Kesatuan menjadi Undang Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950).

Sehari kemudian, Presiden Soekarno membacakan piagam terbentuknya NKRI dan dinyatakan mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.

Dengan demikian, sejak 17 Agustus 1950 negara RIS secara resmi dibubarkan dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. (3)

(Tribunnewswiki.com/Fathul Amanah)



Hari Ini dalam Sejarah Pembubaran Republik Indonesia (RIS)
Tanggal 17 Agustus 1950
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved