Stevens–Johnson Syndrome (SJS)

Stevens–Johnson Syndrome adalah kelainan langka namun serius yang menyerang kulit, selaput lendir, alat kelamin, dan mata dan dalam kasus yang paling parah bahkan bisa menyebabkan kematian


Melia Istighfaroh

Stevens–Johnson Syndrome (SJS)
instagram.com/@mandystroyer/
Stevens–Johnson Syndrome 

Stevens–Johnson Syndrome adalah kelainan langka namun serius yang menyerang kulit, selaput lendir, alat kelamin, dan mata dan dalam kasus yang paling parah bahkan bisa menyebabkan kematian




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Stevens–Johnson Syndrome adalah kelainan langka namun serius yang menyerang kulit, selaput lendir, alat kelamin, dan mata.

Stevens–Johnson Syndrome biasanya disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan tertentu atau bisa juga disebabkan oleh infeksi.

Stevens–Johnson Syndrome sering dimulai dengan gejala seperti flu dan demam.

Dalam beberapa hari, kulit penderita Stevens–Johnson Syndrome akan mulai melepuh dan mengelupas, membentuk daerah mentah yang sangat menyakitkan yang disebut erosi yang menyerupai luka bakar air panas yang parah.

Erosi kulit biasanya mulai pada wajah dan dada sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pada sebagian besar individu yang terkena, kondisi ini juga merusak selaput lendir, termasuk lapisan mulut dan saluran udara, yang dapat menyebabkan masalah ketika menelan dan bernapas.

Lepuh yang menyakitkan juga dapat mempengaruhi saluran kemih dan alat kelamin.

Stevens–Johnson Syndrome juga bisa mengancam jiwa penderitanya.

Sekitar 10% penderita Stevens–Johnson Syndrome meinggal karena penyakit tersebut dan sekitar 50% mengalami toxic epidermal necrolysis atau keadaan paling fatal dari Stevens–Johnson Syndrome. (1) 

  • Gejala


Tanda dan Gejala Stevens–Johnson Syndrome adalah:

  • Demam
  • Nyeri kulit meluas yang tidak dapat dijelaskan
  • Ruam kulit merah atau ungu yang menyebar
  • Melepuh pada kulit dan selaput lendir pada mulut, hidung, mata dan alat kelamin
  • Kulit mengelupas

     

Baca: Sindrom Nefrotik (Nephrotic Syndrome)

 

Baca: Putranya Idap Penyakit Langka Sindrom Williams, Dede Sunandar Rela Jual Organ Tubuh Demi Kesembuhan

Gejala yang mungkin dialami oleh penderita Stevens–Johnson Syndrome sebelum munculnya ruam adalah:

  • Demam
  • Sakit mulut dan tenggorokan
  • Merasa sangat lelah
  • Batuk
  • Mata terasa perih (3)

Pada anak-anak, Stevens–Johnson Syndrome bisa dipicu oleh infeksi virus, seperti:

  • Penyakit gondok
  • Flu
  • Virus herpes-simplex
  • Demam kelenjar

Sedangkan pada orang dewasa, Stevens–Johnson Syndrome sering diakibatkan oleh reaksi buruk terhadap obat-obatan.

Obat-obatan yang paling sering menyebabkan Stevens–Johnson Syndrome adalah:

  • Allopurinol
  • Carbamazepine
  • Lamotrigine
  • Nevirapine
  • Obat-obatan antiinflamasi (meloxicam dan piroxicam)
  • Fenobarbital
  • Fenitoin
  • Sulfamethocazole dan obat antibiotik lainnya
  • Sertraline
  • Sulfasalazine (2) 

Jika seseorang mengalami tanda-tanda atau gejala yang mengacu kepada Stevens–Johnson Syndrome maka diharapkan untuk segera mencari bantuan medis untuk mendapatkan perawatan.

Kasus Stevens–Johnson Syndrome yang parah mungkin perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) atau unit luka bakar.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah berhenti minum obat apapun yang diindikasikan menjadi penyebab Stevens–Johnson Syndrome.

Ketika di rumah sakit, perawatan untuk menghilangkan gejala Stevens–Johnson Syndrome bisa meliputi:

  • Obat pereda nyeri untuk meredakan rasa perih.
  • Obat kumur dengan kandungan obat bius dan antiseptik, untuk membuat mulut mati rasa dalam waktu sementara agar pasien dapat menelan makanan lebih mudah.
  • Antibiotik, pada pasien yang mengalami infeksi bakteri.
  • Obat antiradang jenis kortikosteroid, yang dioles atau diminum untuk mengurangi peradangan pada area yang terkena.

Kemudian, untuk proses penyembuhannya pihak medis akan melakukan beberapa tindakan seperti:

  • Memberikan cairan dan nutrisi melalui tabung yang melalui hidung dan kemudian masuk ke perut pasien yang bertujuan untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan kulit yang hilang akibat luruhnya lapisan kulit
  • Mengompres luka dengan kain basah untuk meredakan nyeri pada lepuh ketika proses penyembuhan
  • Mengoleskan pelembab biasa tanpa aroma
  • Memberikan obat tetes mata atau salep mata untuk gejala yang berhubungan dengan mata

Setelah Stevens–Johnson Syndrome berhasil diobati, reaksi pada kulit akan berhenti dan kulit baru dapat mulai tumbuh setelah beberapa hari.

Tetapi lamanya waktu yang diperlukan untuk pulih dari Stevens–Johnson Syndrome akan bergantung pada seberapa parahnya, dan kadang-kadang bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya. (4) 

Komplikasi Stevens–Johnson Syndrome

  • Infeksi kulit sekunder (selulitis)
  • Infeksi darah (Sepsis) yang terjadi ketika dari infeksi memasuki aliran darah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh sehingga bisa menyebabkan syok dan kegagalan pada organ
  • Peradangan pada mata yang pada kasus paling parah dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang luas yang mengakibatkan gangguan penglihatan.
  • Kerusakan paru-paru yang mengakibatkan kegagalan pernapasan akut. (3) 

(TRIBUNNEWSWIKI/Ami Heppy)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Nama Stevens–Johnson Syndrome (Sindrom Stevens–Johnson)
   


Sumber :


1. ghr.nlm.nih.gov
2. www.nhs.uk
3. www.mayoclinic.org
4. www.alodokter.com


Editor: Melia Istighfaroh




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved