17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Emma Poeradiredja

Emma Poeradiredja merupakan seorang tokoh aktivis wanita yang diberi gelar Bintang Mahaputra Pertama IV


Natalia Bulan Retno Palupi

17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Emma Poeradiredja
kebudayaan.kemdikbud.go.id
17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Emma Poeradiredja 

Emma Poeradiredja merupakan seorang tokoh aktivis wanita yang diberi gelar Bintang Mahaputra Pertama IV




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Emma Poeradiredja lahir di Cilimus, Jawa Barat, pada 13 Agustus 1902.

Nama asli Emma Poeradiredja adalah Nyi Raden Rachmat'ulhadiah Poeradiredja.

Akan tetapi nama tersebut tidak lebih populer dibanding nama Emma Poeradiredja.

Emma Poeradiredja lahir dari pasangan Raden Kardata Poeradiredja dan Nyi Siti Djariah binti Sastrasoewega.

Selain Emma Poeradiredja, dari pernikahan tersebut lahir juga Raden Iman Kurnaeni Ontario Poeradiredja, Raden Adil Poeradiredja, dan Raden Haley Koesna Poeradiredja.

Emma Poeradiredja memulai pendidikan dasarnya di HIS Tasikmalaya.

Selepas lulus, ia melanjutkan ke MULO Bandung pada 1917 hingga 1921.

Selanjutnya Emma Poeradiredja melanjutkan pendidikannya di luar negeri, tepatnya di SSVS Dientoxamount.

Lulusan dari sekolah tersebut bisa disetarakan dengan lulusan AMS atau HBS.

Setelah lulus, Emma Poeradiredja bekerja di staatspoorwegen, sekarang menjadi PT KAI.

Selanjutnya ia ditugaskan untuk menempuh pendidikan di Universitij of Wisconsin, mempelajari administrasi kesejahteraan pegawai. (1)

17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Emma Poeradiredja
17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Emma Poeradiredja (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

  • Organisasi


Selama bersekolah di MULO, Emma Poeradiredja aktif sebagai anggota Jong Java.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota Jong Islamieten Bond (JIB).

Ia mengetuai organisasi tersebut pada 1925.

Pada 1925-1940, Emma Poeradiredja aktif sebagai pemimpin pandu puteri di Natipij, kemudian Pandu Indonesia.

Aktifnya Emma Poeradiredja dalam organisasi kepemudaaan turut membawanya ke Kongres Pemuda I.

Ketika Kongres Pemuda II dilangsungkan, Emma Poeradiredja memberikan tanggapan mengenai kemajuan wanita dan pendidikan.

Pergerakan Emma Poeradiredja tidak hanya berhenti di situ.

Pada 1930, ia mendirikan Pasundan Istri dan menjadi ketua hingga 1970.

Bahkan ia menjadi ketua Kongres Perempuan Indonesia III yang dilangsungkan di Bandung pada 1938.

Tak hanya organisasi kepemudaan dan pergerakan, Emma Poeradiredja aktif pula di bidang sosial.

Ia mendirikan sebuah panti asuhan di Bandung pada 1935, mendirikan rumah jompo (1936), hingga menjabat sebagai Badan Keselamatan Rakyat (BKR) bagian wanita di Bandung.

Emma Poeradiredja pernah menduduki jabatan sebagai Direktur Utama Yayasan Kematian Warga Kereta Api (KWKA). (2)

  • Karier Politik


Emma Poeradiredja juga merupakan tokoh politik.

Ia pernah menjadi anggota Dewan pertimbangan Agung (DPA) pada 1959-1965.

Pada era MPRS, ia menjadi anggota hingga 20 Maret 1968.

Karier di bidang politik terus berlanjut.

Emma Poeradiredja menjadi anggota DPR/MPR Pemilu 1971.

Selain itu, ia menjadi bagian dari berdirinya Universitas Padjajaran.

Emma Poeradiredja tergabung sebagai Anggota Panitia Pendiri Universitas Padjajaran.

Di bidang pendidikan, Emma Poeradiredja juga menjadi anggota Dewan Penyantun Institut Tekonologi Bandung, serta Dewan Penyantun IKIP Bandung. (2)

  • Wafat


Emma Poeradiredja wafat pada Senin, 16 April 1976.

Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.

Beberapa waktu sebelumnya, pemerintah Indonesia memberi Emma Poeradiredja sebuah penghargaan.

Tanda Penghormatan Bintang Mahaputra Pertama IV disematkan oleh Presiden Soeharto pada 1975. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama mma Poeradiredja (Nyi Raden Rachmat'ulhadiah Poeradiredja)
Lahir Cilimus, 13 Agustus 1902
Ayah Raden Kardata Poeradiredja
Ibu Nyi Siti Djariah binti Sastrasoewega
Dikenal Sebagai Aktivis Perempuan
Wafat 16 April 1976
Makam Taman Makam Pahlawan Cikutra bandung


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. kebudayaan.kemdikbud.go.id


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved