17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan serangkaian pertempuran rakyat indonesia dalam memperjuangkan keutuhan NKRI kembali. Pada saat itu, pertempuran di Semarang terjadi antara rakyat Semarang dengan Jepang. Pertempuran terjadi dari 14 Oktober 1945 hingga 19 Oktober 1945.


17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Pertempuran Lima Hari di Semarang
boombastis.com
Pertempuran Lima Hari Semarang 

Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan serangkaian pertempuran rakyat indonesia dalam memperjuangkan keutuhan NKRI kembali. Pada saat itu, pertempuran di Semarang terjadi antara rakyat Semarang dengan Jepang. Pertempuran terjadi dari 14 Oktober 1945 hingga 19 Oktober 1945.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan serangkaian pertempuran rakyat indonesia dalam memperjuangkan keutuhan NKRI kembali.

Pada saat itu, pertempuran di Semarang terjadi antara rakyat Semarang dengan Jepang.

Pertempuran terjadi dari 14 Oktober 1945 hingga 19 Oktober 1945.

Pertempuran yang terjadi selama lima hari, menjadikan pertempuran ini diberi nama "Pertempuran Lima Hari di Semarang". (1)

Pertempuran LIMA HARI SEMARANG 2
Jepang melucuti senjatanya. (0djakartalloyd.co.id)

  • Sejarah


Keadaan situasi kota Semarang setelah kemerdekaan Indonesia agak berbeda.

Setelah Kaiji dapat direbut dari tangan Jepang, kekuatan pemuda Semarang dikerahkan untuk menghadapi penyerahan senjata oleh militer Jepang.

Penyerahan senjata tersebut berpusat di Kidoo Boetai kepada para pemuda pejuang dan BKR Semarang.

Baca: 17 AGUSTUS - 8 Tokoh Proklamasi dan Perannya dalam Kemerdekaan Indonesia

Baca: 17 AGUSTUS – Serial Sejarah Nasional: Indische Partij

Namun penyerahan senjata tersebut tidak jadi dilakukan.

Penyebab berselisihnya antara Indonesia dengan pihak Jepang, dan membuat pihak Jepang menyerang Indonesia yakni:

  1. Mereka merasa terikat oleh perintah tentara Sekutu untuk mempertahankan status quo di daerah-daerah yang mereka duduki, dengan disertai ancaman hukuman bila hal itu tidak mereka laksanakan.
  2. Para pemuda Indonesia tidak bisa memahami psikologis Jepang, sehingga para pemuda Indonesia tidak mampu menahan untuk tidak menyerang Jepang. Padahal bisa jadi Jepang akan menyerah kepada Indonesia.
  3. Sering terjadi perselisihan antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang, sehingga permasalahan kecil yang timbul dapat menjadi peristiwa yang besar.

Peristiwa Lima Hari di Semarang terjadi akibat terdengar kabar bahwa akan terjadi penyerahan senjata oleh para petugas pemerintah Jepang.

Kemudian senjata tersebut akan diambil alih oleh pejuang Indonesia dan BKR.

Kemudian sebagian senjata berhasil dikumpulkan di gedung sekolah Jepang yang terletak di lereng bukit bernama Bergota.

Namun ketika pimpinan RI setempat dan pimpinan BKR Laut Semarang menghubungi tentara Jepang Kidoo Butai di Jatingaleh, sikap militer Jepang tidak kooperatif.

Hal tersebut keadaan semakin memanas.

Kemudian peristiwa perobekan bendera Nasional Merah Putih oleh tentara Jepang membuat keadaan semakin memburuk.

Penguasa Jepang yang mengetahui semangat pejuang rakyat Semarang tinggi, penguasa Jepang akhirnya memerintahkan Kidoo Butai, pasukan istimewa Jepang di Jatingaleh untuk terjun ke utara dan merebut kembali senjata serta menguasai wilayah Semarang.

Bergeraknya pasukan Kidoo Butai menyebabkan terjadinya pertempuran Lima Hari di Semarang. (2)

Kemudian pemuda Semarang bergerak menuju aula rumah sakit Purusara sebagai markas pejuang.

Semangat para pejuang Indoneisa disambut oleh para pemuda yang berada di Rumah Sakit.

Kemudian pada 14 Oktober 1945 tepatnya 06.30 , pemuda rumah sakit mendapatkan intruksi untuk mencegat kendaraan Tentara Jepang.

Kemudian para pemuda Semaran gberhasil menyita mobil sedan dan melucuti senjatanya.

Kemudian hingga sore, pemuda Indonesia bergerak mencari tentara Jepang dan menjeblokaskannya ke dalam Penjara Bulu.

Pukul 18.00 tentara Jepang membalas dendam dan melucuti anggota Polisi Istimewa yang sedang menjaga sumber air minum warga Semarang "reservoir Siranda".

Pada saat itu tentara Jepang membawa anggota polisi Indonesia dan disiksa.

Kemudian terdengar kabar bahwa tentara Jepang memberi racun ke sumber air "reservoir siranda".

Kemudian Dr Kriadi mendapat telepon dari Rs. Purusara untuk memeriksa kandungan air di Reservoir Siranda.

Dr Kariadi langsung menuju ke sumber mata air tanpa memperhatikan keselamatannya, karena pada saat itu Jepang sedang gencar menyerang rakyat Semarang.

Isteri Dr. Kariadi yang bernama drg. Sunarti menahan keinginan Dr Kariadi, namun Dr Kariadi tetap nekat karena berhubungan dengan nyawa banyak orang, akhirnya drg. Sunarti tidak bisa mencegahnya lagi.

Namun ketika Dr Kariadi menuju Reservoir Siranda, mobil yang ditumpangi Dr Kariadi dihadang tepatnya di Jalan Pandanaran.

Dr Kariadi ditembaki dan akhirnya terbunuh.

Meninggalnya Dr. Kariadi menyebabkan amarah rakyat Semarang menjadi tinggi.

Kemudian pada 15 Oktober 1945 pada pukul 03.00 WIB, Mayor Kido memerintahkan 1000 orang tentara Jepang untuk melakukan penyerangan ke pusat kota Semarang.

Tanggal 17 Oktober 1945 tentara Jepang mengumumkan untuk melakukan genjatan senjata, namun justru Jepang melakukan serangan ke berbagai kampung di Semarang.

Pada 19 Oktober 1945 pertempuran terus terjadi. (3)

Pertempuran yang berlangsung secara sengit menimbuljan korban jiwa hingga 2000 nyawa dari rakyat Indonesia.

Sedangkan dari Jepang telah meninggal dunia sebanyak 1000 tentara.

Pada saat pertempuran, TKR Semarang hingga TKR Laut, dan Laskar Rakyat Semarang menghadapi serangan tentara tersebut.

Setelah pertempuran Lima Hari di Semarang mereda, tentara Sekutu mendarat di Kota Semarang yang terdiri dari Inggris, Belanda, Australia, Gurkha, dan Sikh.

Kemudian pada 21 Oktober terjadi lagi sebuah pertempuran melawan tentara sekutu. (2)

Tokoh

  1. Mr. Wongsonegoro selaku Gubernur Jawa Tengah waktu itu (dia sempat ditahan tentara Jepang)
  2. Dr. Karyadi selaku Kepala Laboratorium Dinas Pusat Purusara
  3. Dr. Sukaryo dan Sudanco Mirza Tokoh indonesia (ditangkap tentara Jepang bersama dengan Mr. Wongsonegoro)
  4. Mayor Kido pimpinan Kido Butai yang memiliki sebuah markas di Jalan Jatingaleh
  5. drg. Sunarti. Sesosok wanita gigih (isteri Dr. Karyadi)
  6. Jendral Nakamura, Sosok Jendral dari Jepang yang berhasil ditangkap oleh TKR di Magelang. (3)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!

(TribunnewsWiki/Sekar)



Nama Pertempuran Lima Hari Semarang
Tanggal Kejadian 14 Oktober 1945 hingga 19 Oktober 1945
Lokasi Semarang
   


Sumber :


1. semarangkuto.blogspot.com
2. djakartalloyd.co.id
3. semarangkuto.blogspot.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved