17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Pemilu 1955

Pemilu 1955 merupakan pemilu yang diadakan pertama di Indonesia. Pada saat itu pemilu 1955 dikenal dengan pemilu yang paling demokratis.


zoom-inlihat foto
pemilu-1955v.jpg
brilio.net
Presiden Soekarno memasukkan suara ke Kotak Suara.

Pemilu 1955 merupakan pemilu yang diadakan pertama di Indonesia. Pada saat itu pemilu 1955 dikenal dengan pemilu yang paling demokratis.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilu 1955 merupakan pemilu yang diadakan pertama di Indonesia.

Pada saat itu pemilu 1955 dikenal dengan pemilu yang paling demokratis.

Pada saat itu pemilu 1955 diadakan ketika indonesia mengalami kekacauan yang menjadikannya kurang kondusif.

Kekacauan tersebut antara lain kekacauan dari pemberontakan DI/TII (Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia) yang dipimpin Kartosuwiryo.

Pada saat itu anggota bersejanta masih diberikan kewenangan untuk mengikuti pemilu. (1)

  • Latar Belakang #


Setelah tiga bulan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, pemerintah sudah berniat untuk mengadakan pemilu.

Hal ini telah dinyatakan pada 3 November 1945 dalam Maklumat X atau Maklumat Wakil Presiden Moh Hatta.

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Puputan Bayu (1771)

Baca: 17 AGUSTUS - Tradisi Gebuk Bantal

Isi maklumat tersebut menyebutkan bahwa pemilu akan dilaksanakan pada Januari 1946 untuk pemilihan anggota DPR dan MPR.

Namun pada kenyataannya Pemilu dapat dilakukan pada 1955 dan tidak dapat dilaksanakan dalam satu kali kesempatan saja.

Penyebab Indonesia belum bisa menyelenggarakan pemilu pada saat itu karena Indonesia belum memiliki UU yang mengatur pemilu.

Alasan lainnya karena pada saat itu negara sedang dalam kondisi tidak kondusif.

Kemudian pemberontakan dan serbuan pasukan asing ke Indonesia membuat negara Indonesia kembali mengalami peperangan.

Kemudian Maklumat X menjadi dasar dari sistem multi partai yang berada di Indonesia.

Isi maklumat selain kapan dilaksanakannya pemilu juga menyebutkan jika harus dibentuk partai politik sebanyak-banyaknya, agar masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan mengenai politik.

Kemdian Pemilu 1955 akhirnya mendapatkan hukum berupa UU No 7 tahun 1953.

Pada saat itu Undang-Undang dibuat pada masa Kabinet Wilopo sebagai Perdana Menteri dari Partai PNI.

Berdasarkan UU tersebut, pemilu 1955 diadakan untuk memilih anggota DPR dan konstituante. (1)

  • Partai #


Pada Pemilu 1955 sebanyak 260 kursi diperebutkan untuk DPR dan 520 untuk Konstituante.

Pada saat itu, pemilihan dilakukan pada 29 September 1955.

Berikut peserta dan hasil pemilu pertama 1955:

  • Partai Nasional Indonesia (PNI): 57 kursi
  • Masyumi: 57 kursi
  • Nahdlatul Ulama (NU): 45 kursi
  • Partai Komunis Indonesia (PKI): 39 kursi
  • Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII): 8 kursi
  • Partai Kristen Indonesia (Parkindo): 8 kursi
  • Partai Katolik: 6 kursi
  • Partai Sosialis Indonesia (PSI): 5 kursi
  • Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI): 4 kursi
  • Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti): 4 kursi
  • Partai Rakyat Nasional (PRN): 2 kursi
  • Partai Buruh: 2 kursi
  • Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS): 2 kursi
  • Partai Rakyat Indonesia (PRI): 2 kursi
  • Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI): 2 kursi
  • Murba: 2 kursi
  • Baperki: 1 kursi
  • Persatuan Indonesia Raya (PIR) Wongsonegoro: 1 kursi
  • Grinda: 1 kursi
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai): 1 kursi
  • Persatuan Dayak (PD): 1 kursi
  • PIR Hazairin: 1 kursi
  • Partai Persatuan Tharikah Islam (PPTI): -
  • AKUI: 1 kursi
  • Persatuan Rakyat Desa (PRD): 1 kursi
  • Partai Republik Indonesia Merdeka (PRIM): 1 kursi
  • Angkatan Comunis Muda (Acoma): 1 kursi
  • R.Soedjono Prawirisoedarso 1 kursi. (2)

  • Tahapan #


Pemilu 1955 dibagi menjadi dua tahap yakni:

1. Tahap pertama adalah Pemilu yang dilakukan untuk memilih anggota DPR.

Tahap pertama ini dilaksanakan pada 29 September 1955.

Tahap pertama diikuti oleh 29 Partai politik dan individu.

2. Tahap kedua merupakan pemilu untuk memilih anggota konstituante.

Pemuli tahap kedua dilaksanakan pada 15 Desember 1955. (3)

  • Sistem #


Pada Pemilu 1955 sistem yang digunakan yakni perwakilan proporsional.

Wilayah Republik Indonesia dibagi menjadi 16 daerah pemilihan.

Daerah pemilihan ini meliputi 208 daerah kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa.

Daerah ke 16 yakni Irian Barat yang tidak dapat bergabung karena masih dibawah kekuasaan Belanda.

Perwakilan proporsional yakni bahwa setiap daerah akan mendapatkan sejumlah kursi berdasarkan penduduknya.

Ketentuan dari perakilan proporsional yakni mendapatkan minimal 6 kursi untuk Konstituante dan 3 kursi untuk Parlemen.

Hasilnya akan diberikan kepada partai dan calon anggota sesuai perolehan jumlah suaranya. dan sisa kursi akan digabungkan untuk berbagai partai di pemilihan maupun di untuk partai yang berada di tingkat nasional. (1)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Dilaksanakan Tahap pertama (29 September 1955)
Tahap kedua (15 Desember 1955)
Pemilihan DPR dan Konstituante
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved