17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Perang Banjar (1859-1905)

Perang Banjar adalah perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda pada 1859 hingga 1905 yang terjadi di Kesultanan Banjar.


zoom-inlihat foto
perang-banjar.jpg
budayacenters.blogspot.com
Perang Banjar

Perang Banjar adalah perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda pada 1859 hingga 1905 yang terjadi di Kesultanan Banjar.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang Banjar memiliki nama lain Perang Kalimantan Selatan atau Perang Banjar-Barito karena letaknya di Kesultanan Banjar.

Dimulai ketika Belanda memonopoli perdagangan di Kesultanan Banjar dan menginginkan kekuasaan atas urusan kerajaan sehingga situasi berubah menjadi kalut.

Sebenarnya sudah terjadi beberapa peperangan kecil dan bentrokan senjata karena kontrak perdagangan lada yang ditandatangani bersama dengan Kesultanan Banjar.

Pada Desember 1816, Belanda menandatangani kontrak baru dengan sultan yang menandai dimulainya kekuasaan Belanda atas Kesultanan Banjar.

Beberapa penyebab terjadinya Perang Banjar antara lain:

  1. Rakyat Banjar tidak suka dan tidak setuju dengan merajalelanya Belanda dalam menguasai perkebunan dan pertambangan yang ada di Kalimantan Selatan.
  2. Terlalu ikut campurnya pihak Belanda terhadap urusan kesultanan.
  3. Belanda ingin menguasai daerah Kalimantan Selatan karena di daerah tersebut ditemukan pertambangan batu bara.
  4. Belanda merencanakan menghapus jabatan sultan di Kesultanan Banjar.
  5. Belanda tidak menyetujui Pangeran Hidayatullah menjadi Sultan Banjar.
  6. Setelah mencopot jabatan sultan dari Tamjidullah, Belanda kemudian membubarkan Kesultanan Banjar. (1)
Kapal uap Celebes berperang melawan benteng rakit apung yang disebut Kotamara dikemudikan orang Dayak pada tanggal 6 Agustus 1859 di pulau Kanamit, sungai Barito.
Kapal uap Celebes berperang melawan benteng rakit apung yang disebut Kotamara dikemudikan orang Dayak pada tanggal 6 Agustus 1859 di pulau Kanamit, sungai Barito. (wikimedia.org)

  • Kronologi


Perlawanan rakyat Banjar terhadap Belanda dimulai saat Belanda mengangkat Sultan Tamjid sebagai Sultan Banjar pada tahun 1859.

Padahal, yang seharusnya naik tahta adalah Pangeran Hidayat.

Sultan Tamjid tidak disukai oleh rakyat karena terlalu memihak Belanda.

Pangeran Antasari berusaha untuk membela hak Pangeran Hidayat dengan bersekutu dengan para Kepala Daerah Hulu Sungai, Martapura, Barito, Pleihari, Kahayan, Kapuas dan lainnya.

Usaha Pangeran Antasari untuk melakukan penyerangan terhadap Belanda juga didukung oleh rakyat Banjar.

Pada mulanya gerakan ini berdiri sendiri-sendiri.

Baru kemudian dipersatukan oleh Pangeran Antasari.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Pangeran Antasari

Pada tanggal 28 April 1859 pecahlah Perang Banjar.

Pangeran Antasari dibantu Pangeran Hidayatullah, Demang Lehman, Haji Buyasin, Tumenggung Antaluddin dan Pangeran Amrullah menyerang tambang batu bara milik Belanda dan Benteng Pengaron.

Kemudian muncul beberapa pertempuran di tempat lain seperti Pertempuran Benteng Tabanio di Agustus 1859, Pertempuran Benteng Gunung Lawak pada September 1859, Pertempuran Munggu Tayur pada Desember 1859 dan Pertempuran Amawang pada Maret 1860.

Tumenggung Surapati sukses merusak kapal Onrust di Sungai Barito.

Karena keterbatasan persenjataan, Pangeran Hidayatullah menyerah ke Belanda  pada tahun 1861 dan dibuang ke daerah Cianjur. (1)

Meski Pangeran Hidayatullah telah tiada, Pangeran Antasari terus berjuang melawan penjajah.

Untuk memperkuat pertahanan, Pangeran Antasari mendirikan tujuh unit benteng di Teweh.

Semasa hidup, pedoman Pangeran Antasari adalah 'haram menyerah'.

Pangeran Antasari wafat karena sakit parah pada 11 Oktober 1862.

Namun perjuangannya terus dilanjutkan oleh Gusti Mat Seman, Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad dan Antung Durrahman.

Perang Banjar berakhir pada tahun 1905.

Anak Pangeran Antasari, Muhammad Seman, gugur pada 24 Januari 1905. (3)

Perang Barito yang termasuk dalam rangkaian Perang Banjar
Perang Barito yang termasuk dalam rangkaian Perang Banjar (wikimedia.org)

  • Dampak


Setelah perang berakhir, Kesultanan Banjar runtuh.

Akibat kemenangan Belanda, Kesultanan Banjar kemudian dihapuskan untuk menghindari konflik lebih lanjut dan menghindari perlawanan rakyat Kalimantan Selatan.

Belanda juga menghapuskan pemerintahan-pemerintahan bawahan dari kerajaan tersebut sehingga tidak ada penerus kerajaan. 

Belanda menerapkan aturan-aturan baru bernama Residentie Zuider en Ooster Afdeelingvan Borneo.

Berbagai sumber daya di Kalimantan kemudian dikuasai oleh Belanda yang mengakibatkan rakyat menderita.

Eksploitasi besar-besaran terjadi pada pengambilan sumber daya alam secara paksa berupa rempah-rempah, perkebunan, dan tambang batu bara yang dilakukan langsung oleh Pemerintah Belanda. (4)

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe channel YoutubeTribunnewsWiki



Nama Perang Banjar
Kategori Sejarah Nusantara
Waktu 1859-1905
Lokasi Kesultanan Banjarmasin
Tokoh Pangeran Hidayatullah, Demang Lehman, Amin Ullah, Pangeran Antasari


Sumber :


1. satujam.com
2. sejarahlengkap.com
3. www.republika.co.id
4. hukamnas.com


Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Fathul Amanah






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved