Wukuf

Wukuf merupakan salah satu rukun haji, tujuannya untuk mengingat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke Bumi dari surga karena mengingkari perintah Allah


Wukuf
Kemenag.go.id
Suasana jelang wukuf di Padang Arafah, Mekkah. 

Wukuf merupakan salah satu rukun haji, tujuannya untuk mengingat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke Bumi dari surga karena mengingkari perintah Allah




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bagi calon jamaah haji, tentu tidak asing dengan istilah wukuf di arafah.

Wukuf merupakan salah satu rukun haji, tujuannya untuk mengingat Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan ke Bumi dari surga karena mengingkari perintah Allah.

Mereka terbawa oleh tipu daya Iblis, kemudian mereka dipisahkan di dunia ini selama 40 tahun untuk bertemu kembali.

Inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah . “al Haj ‘Arafah,“ demikian sabda Nabi saw. 

Wuquf berarti “berhenti“ walau sejenak.

Wukuf berasal dari kata Waqafa yang bermakna ‘berhenti’.  

Maka, Wukuf adalah ritual haji yang mengajari umat Islam untuk sejenak meninggalkan aktivitasnya selama beberapa jam, yaitu berhenti dari kegiatan apapun agar bisa melakukan perenungan jati diri. (1) 

Dari segi pandangan hukum Islam, siapa yang berhenti walau sejenak di Padang Arafah setelah tergelincirnya matahari 9 Dzulhijjah, maka wukufnya dapat dinilai shahih, walau yang dituntut oleh hukum Islam demi kesempurnaan wukuf adalah keberadaan di tempat ini walau sesaat sebelum matahari terbenam sampai dengan walau sesaat sesudah terbenamnya.

Jamaah haji sedang berdoa ketika melaksanakan wukuf di padang Arafah.
Jamaah haji sedang berdoa ketika melaksanakan wukuf di padang Arafah. (bincangsyariah.com)

Mengapa walau sesaat, karena sesaat atau sedikit dapat menghasilkan atau mengakibatkan banyak dan langgeng jika itu diberkati atau dikehendaki  Allah.

Rasul saw. berpesan: “Ada saat–saat dalam perjalanan masa ini di mana Allah menganugerahkan aneka anugerah, maka berusahalah menemukan saat-saat itu.”

Salah  satu saat itu adalah  saat wukuf di Arafah.

Karena itu, sekali lagi garisbawahi apa yang dikemukakan di atas, bahwa wukuf telah sah walau sejenak, karena sejenak pada saat datangnya anugerah Allah itu–bila memanfaatkannya dengan baik–sudah cukup untuk mengubah hidup kita menjadi jauh lebih baik.

Padang pasir yang terbentang luas di mana berkumpul sekian banyak manusia dengan aneka suku, bangsa, latar belakang kedudukan sosial dan taraf hidup, mengantar yang berhaji menyadari tentang Padang Mahsyar di mana semua manusia akan berkumpul di hadapan Allah di hari kiamat itu.

Pakaian para pria berupa dua helai kain tanpa berjahit.

Itu serupa dengan yang akan membungkus badan kita meninggalkan dunia yang fana ini.

Lantunan Talbiyah yang menyatakan kehadiran ke Baitullah demi karena Allah sambil mengakui nikmat dan kebesaran-Nya, bertujuan menimbulkan suasana kebatinan yang mengantar seseorang berusaha mengenal diri dan dosa-dosanya serta menyadari kehadiran Allah serta keharusan mendekat kepada-Nya. (3)

  • Pengertian


Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang mengharuskan jamaah haji hadir dan berada di sekitar Arafah.

Baik itu dalam keadaan tidur ataupun bangun, berkendara ataupun duduk, berbaring ataupun berjalan dan dalam keadaan suci ataupun tidak.

Waktu wukuf dimulai pada tanggal 9 Dzulhijjah saat tergelincirnya matahari sampai terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Wukuf wajib dilakukan oleh semua jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji, hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini:

Rosulullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْمَرَ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ بِعَرَفَةَ فَسَأَلُوهُ فَأَمَرَ مُنَادِيًا فَنَادَى الْحَجُّ عَرَفَةُ مَنْ جَاءَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ طُلُوعِ  الْفَجْرِ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ (رواه ابو داود وغي

Artinya:

“Dari Abdurahman bin Yamar ra, bahwa: Manusia dari pendududuk Najed datang kepada Rasulallah saw di Arafah, bertanya kepadanya.

Lalu Rasulullah saw menyuruh seseorang berseru: Haji adalah Arafah. barang siapa datang (di Arafah) di malam jama’ (Muzdalifah) sebelum terbit fajar maka ia memperoleh haji.” (HR Abu Dawud dll).

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa hukum melaksanakan wukuf adalah wajib, karena wukuf merupakan salah satu rukun haji.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa amalan yang termasuk rukun haji, wajib untuk dilakukan.

Dan apabila ditinggalkan maka ibadah haji yang dilakukannya tidaklah sah.

Wukuf di Arafah adalah sebuah bentuk gambaran ketika manusia berkumpul di Padang Mahsyar nanti, ketika manusia dibangkitkan kembali dari kematian dan berwukuf dihandapan-Nya.

Dimana pada saat itu, semua manusia berada dalam kedudukan yang sama di mata Allah SWT.

Tidak ada perbedaan ras dan kedudukan, yang membedakan hanyalah kualitas dari ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Waktu wukuf disunnahkan dilaksanakan sejak tergelincir matahari sampai terbenam matahari dan mengahadap kiblat. Hal ini dijelaskan dalam hadist berikut ini:

عن علِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَةَ فَقَالَ هَذَا الْمَوْقِفُ وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ وَأَفَاضَ حِينَ غَابَتْ الشَّمْسُ (صحيح الترمذي

Artinya:

Dari Ali Bin Abu Thalib ra, Rasulullah saw wuquf di Arafah lalu bersabda: “Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf”. Lalu beliau bertolak (meninggalkan Arafah) ketika matahari terbenam (at-Tirmidzi)

(عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : ثُمَّ رَكِبَ حَتَّى أَتَى الْمَوْقِفَ فَجَعَلَ بَطْنَ نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ إلَى الصَّخَرَاتِ، وَجَعَلَ حَبْلَ الْمُشَاةِ بَيْنَ يَدَيْهِ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ (رواه مسلم

Artinya:

“Dari Jabir ra: Kemudian beliau tiba di tempat wukuf maka perut untanya (al-Qaswa) telah berada ke arah shakharat menghadap kiblat (HR Muslim).”

Al-Shakhrat adalah satu tempat berada di bawah Jabal Rahmah di padang Arafah.

Dan ketika berada di Arafah, perbanyaklah doa.

Hindari melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak ibadah Anda; mengobrol atau berjalan-jalan.

Lebih baik Anda memperbanyak doa dan dizikir, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut adalah hadist yang menjelaskan tentang hal tersebut:

Rosulullah SAW bersabda:

لِمَا رُوِىَ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (وراه الترمذي

Artinya:

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah dan sebaik-baik apa yang aku dan para Nabi sebelumku katakan adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُـحْيِي وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:

“Tiada Tuhan melainkan Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Yang Maha berkuasa atas segala sesuatu” (HR at-Tirmidzi) (2)

  • Tata Cara


Jika orang haji tidak berada di ‘Arafah pada waktu wukuf, maka tiada haji baginya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Artinya : Haji adalah wuquf di Arafah.

Maka siapa yang mendapati ‘Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar, sesunggunya dia telah mendapat haji

(HADITS RIWAYAT AHMAD, ABU DAWUD, TIRMIDZI DAN IBNU MAJAH)

Sebenarnya, tidak ada yang spesifik tentang kewajiban berwuquf, kecuali berdiam di kawasan Arafah antara waktu dzuhur sampai maghrib. 

Namun dari segi pandangan hukum Islam, siapa yang berhenti walau sejenak di Padang Arafah setelah tergelincirnya matahari 9 Dzulhijjah, maka wukufnya dapat dinilai shahih.

Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa.
Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019)

Aktivitasnya pun, tidak ada yang khusus, asalkan tidak keluar dari kawasan itu dan tidak melanggar ketentuan ibadah haji secara umum maka wukufnya dianggap sah. Dan, dengan sendirinya sudah memenuhi rukun haji.

Ada beberapa tata cara yang dilakukan saat wuquf. 

Tata cara wukuf, yaitu dimulai dengan mendengarkan khotbah wuquf, dilakukan dengan shalat jama’ taqdim, dapat dilakukan berjamaah atau sendirian.

 Saat wukuf juga disarankan memperbanyak istighfar,zikir, dan doa.

Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata: bahwa Rasulallah saw berwukuf lalu berangkat (meninggalkan Arafah) ketika matahari terbenam.

(HR SHAHIH AT-TIRMIDZI) (1)

  • Inti Sari


Semua ibadah harus dimulai dari niat.

Tetapi Wukuf ini lebih mendalam dari sekedar niat.

Karena ia berisi perenungan, pemikiran, pemahaman dan komitmen terhadap “niat”.

Bukan hanya untuk keabsahan ritual haji yang sedang kita jalani, melainkan lebih jauh dari itu, untuk menjalani realitas hidup kita, sepulang dari tanah suci.

Wukuf di Arafah.
Wukuf di Arafah. (Instagram/marco_umrah)

Di tempat wukuf, Allah menyiapkan situasi dan kondisi yang dapat mengantar pikiran dan jiwa agar lebih terarah kepada pencapaian kesempurnaan kita sebagai makhluk dwi dimensi.

Makhluk yang diciptakan Allah dari debu tanah dan Ruh Ilahi, tapi bukan untuk menetap di dunia, melainkan membangunnya guna mengekalkan kita di akhirat.

Rasul saw. berpesan: “Ada saat–saat dalam perjalanan masa ini dimana Allah menganugerahkan aneka anugerah, maka berusahalah menemukan saat-saat itu.”

TAFSIR AL MISBAH

Nah, yang tidak berada di sana, cobalah “ber wukuf “, yakni menghentikan walau sejenak hiruk-pikuk kesibukan.

Tenangkan jiwa, merenunglah.

Insya Allah ketika itu Anda akan mendengar suara yang mengantar Anda merasakan kehadiran Allah swt. dan dorongan untuk berinteraksi dengan-Nya.

dari Abu Hurairah ra Rasulallah saw bersabda: “Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”.

(HR AT-TIRMIDZI)

Arafah di sebut dalam Al-Qu’ran dalam bentuk plural ”Arafat” sebagaimana tertera dalam surat al-Baqarah ayat no. 198,

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Artinya: ”Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat” (1)



Ibadah Wukuf
Lokasi Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi
Pelaksanaan 9 Dzulhijjah
Bagian dari Ibadah Haji
   


Sumber :


1. amanajogja.com
2. www.primatourtravel.com
3. quraishshihab.com






ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved