Sejarah #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Istana Tampaksiring merupakan istana kepresidenan yang terletak di Bali.
Istana Tampaksiring menjadi unik karena menjadi satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun pada masa setelah kemerdekaan.
Pendirian Istana Tampaksiring tidak bisa dilepaskan dari peran Presiden Soekarno.
Bahkan, Presiden Soekarno turut memberi banyak masukan terhadap rancang bangun Istana Tampaksiring.
Kala itu, Soekarno semakin sering menerima tamu negara.
Di waktu yang sama, para tamu juga menaruh minat pada Pulau Bali yang terkenal karena keindahannya.
Hal inilah yang menjadi latar belakang Soekarno menggagas pendirian Istana Tampaksiring di Bali.
Istana Tampaksiring terletak di Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Ginayar, Bali.
Lahan yang ditempati merupakan lahan pemberian dari Raja Gianyar.
Kala itu, Presiden Soekarno menunjuk RM Soedarsono untuk bertindak sebagai arsitek.
Kemudian pembangunan Istana Tampaksiring dilaksanakan di bawah pengawasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Seksi Gianyar, Tjokorda Gde Raka.
Pembangunan mulai dipersiapkan pada 1956.
Meski demikian, pembangunan dimulai pada 1957 dan selesai pada 1963.
Pada waktu itu, Gedung Pesanggrahan Raja Gianyar dirobohkan dan dibangun Gedung Wisma Merdeka, yang menjadi bangunan utama Istana Tampaksiring. (1)
Arsitektur #
Arsitektur Istana Tampaksiring berbeda dengan kelima Istana Kepresidenan yang lain.
Kelima Istana Kepresidenan yang lain memiliki bentuk dan gaya arsitektur Eropa.
Sementara itu, arsitektur Istana Tampaksiring sangat lekat dnegan nuansa khas Bali.
Rancang bangun Istana Tampaksiring sangat fungsional, menonjolkan kesederhanaan dan fungsinya sebagai wisma peristirahatan.
Untuk menciptakan kesan dan corak sederhana, batu alam dan batu bata khas bali sengaja ditonjolkan.
Istana Tampaksiring juga dilengkapi dengan ukiran batu paras dan tiang kayu bergaya Bali.
Semua bahan dari kayu jatib yang didatangkan dari Jawa.
Sementara itu, ukiran kayu dan batu dikerjakan oleh seniman Bali.
Kala itu Soekarno tidka hanya berperan sebagai penggagas atau pemberi ide pembangunan Istana Tampaksiring.
Soekarno juga berlaku sebagaiinsinyur sipil yang turut mengamati proses pembuatan konstruksi.
Layaknya Istana Kepresidenan yang lain, Soekarno juga menghiasi Istana Tampaksiring dengan berbagai karya seni bernilai tinggi.
Beberapa di antaranya adalah karya pematung Bali, Cokot, serta karya pelukis Le Mayeur, rudolf Bonnet, Dullah, Sudarso, dan Agus Djaja. (1)
Bangunan #
Istana Tampaksiring terdiri atas beberapa bangunan sebagai berikut.
- Wisma Merdeka
Wisma Merdeka adalah bagian istana yang merupakan hunian bagi presiden dan keluarganya.
Bangunan ini memiliki luas 1200 m2.
Wisma Merdeka terdiri atas beberapa bagian. Ruang tidur I dan ruang tidur II Presiden, ruang tidur keluarga, ruang tidur dokter pribadi presiden, dan ruang kerja.
Ruang makan dan ruang tamu adalah bagian terluas di Wisma Merdeka.
Beberapa bagian wisma memakai dinding terawangan, yaitu tembok dengan ukiran timbul dan berlubang khas Bali.
Ruang Tamu Wisma Merdeka berfungsi sebagai tempat menerima tamu negara.
Ruang tamu keseluruhan ruangan pada wisma ini berhiaskan patung-patung, lukisan lukisan pilihan, dan perabotan-perabotan yang serasi dengan nuansa dan fungsi wisma.
Dari sebelah kiri ruang tamu ke arah kaki bukit terlihat kompleks pura yang dilatari oleh aliran air bersih dari mata air Tirta Empul.
Riwayat terjadinya Tirta Empul (air suci) ini direkam ke dalam hiasan relief khas Bali di dinding kanan serambi belakang wisma.
Pada masa Soekarno, Wisma Merdeka difungsikan sebagai tempat Presiden Soekarno untuk mencari inspirasi, merumuskan pemikiran-pemikiran, dan menuliskan pidato-pidato.
- Wisma Negara
Wisma Negara dibangun pada tahap kedua dan selesai pada tahun 1963.
Wisma Negara mempunyai luas 1.476 m2.
Bagian utama Wisma Negara sama seperti bagian utama Wisma Merdeka.
Wisma ini dibangun di atas tanah berbukit.
Dua bukit yang menopang kedua wisma dipisahkan oleh celah bukit sedalam 15 meter.
Wisma Negara digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu Negara.
Antara Wisma Merdeka dengan Wisma Negara dihubungkan oleh jembatan penghubung sepanjang 40 meter dan lebar 1.5 meter.
Tamu-tamu negara yang datang berkunjung untuk membina persahabatan, selalu diantar melalui jembatan ini.
Hal ini membuat jembatan ini dikenal dengan Jembatan Persahabatan.
- Wisma Yudhistira
Wisma Yudhistira terletak di tengah kompleks Istana Tampaksiring, memiliki luas 1825 m2.
Wisma ini merupakan tempat menginap para menteri dan pejabat tinggi Negara yang sedang berkunjung ke Istana Tampaksiring.
Kamar-kamar yang ada di sini juga dimaksudkan sebagai tempat beristirahat.
Wisma ini juga memiliki ruangan untuk petugas yang melayani presiden, keluarga, dan para tamu negara.
- Wisma Bima
Wisma Bima memiliki luas 2310 m2.
Wisma ini selesai dibangun pada 1963.
Nama Wisma Bima diambil dari nama putra kedua pendawa.
Wisma ini berfungsi sebagai tempat beristirahat para pengawal dan petugas yang melayani presiden, keluarga. atau tamu negara beserta pengiringnya. (2)
- Graha Bung Karno
Presiden Megawati Soekarnoputri membangun gedung konferensi Graha Bung Karno pada tahun 2003.
Pembangunan ini dilakukan untuk menyambut KTT ASEAN 2003.
Gedung konferensi ini dapat menampung hingga 300 undangan.
Kala itu, diselenggarakannya KTT ASEAN 2003 juga mendorong percepatan renovasi interior hampir diseluruh bagian Istana Tampaksiring. (1)
Riwayat Kunjungan Tamu Negara #
Sejak berdiri pada 1963, Istana Tampaksiring telah digunakan untuk menyambut berbagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Beberapa tamu yang pernah berkunjung ke Istana Tampaksiring adalah sebagai berikut.
- Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia)
- Presiden Ho Chi Minh (Vietnam)
- Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India)
- Perdana Menteri Nikita Kruschev (Uni Soviet)
- Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard (Belanda)
- Putra Mahkota Akihito dan Putri Michiko (Jepang)
- Presiden Ne Win (Birma)
- Pangeran Norodom Sihanouk (Kamboja)
- Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar (1)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)
| Nama | Istana Tampaksiring |
|---|
| Klasifikasi | Istana Kepresidenan |
|---|
| Google Map | https://goo.gl/maps/s6tnc7gEjsxgXYot9 |
|---|
| Batas Barat | Jalan Ir. Soekarno |
|---|
| Batas Timur | Kompleks Pura Tirta Empul |
|---|
| Batas Utara | Jl. Mawar, rumah penduduk |
|---|
| Batas Selatan | Tegalan |
|---|
Sumber :
1. presidenri.go.id
2. cagarbudaya.kemdikbud.go.id