17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah : Istana Bogor

Istana Bogor merupakan Istana Kepresidenan yang dulunya bernama Paleis Buitenzorg


zoom-inlihat foto
17-agustus-seri-tempat-bersejarah-istana-bogor.jpg
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah: Istana Bogor

Istana Bogor merupakan Istana Kepresidenan yang dulunya bernama Paleis Buitenzorg




  • Sejarah #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Istana Kepresidenan Bogor dikenal dengan nama Paleis Buitenzorg pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pada masa sebelum kemerdekaan, Istana Bogor menjadi kediaman resmi 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu Gubernur Jenderal Inggris.

Awal berdirinya Istana Bogor atau Paleis Buitenzorg ini dilatarbelakangi oleh banyaknya saudagar dan pedagang yang mencari tempat peristirahatan yang nyaman dari panasnya Batavia.

Kala itu, Gubernur Jenderal Gustaff Willem van Imhof melakukan survei lokasi hingga ke daerah Cianjur, Jawa Barat.

Pada akhirnya ia menemukan lokasi di daerah yang bernama Kampung Baru.

Daerah ini memiliki topografi yang landai.

Selain itu, iklim di daerah ini juga sejuk karena letaknya yang berada di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede.

Pada 1745, mulai dibangun tempat peristirahatan berlantai tiga lengkap dengan halaman luas dan terbuka.

Bangunan inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Paleis Buitenzorg, yang kemudian dikenal sebagai Istana Bogor.

Gustaff Willem van Imhof sendiri yang merancang desain bangunan ini.

Ia mengadopsi arsitektur Blenheim Palace, kediaman Duke of Malboroufh di Inggris.

Namun, hingga 1750, ia tidak bisa menyelesaikan bangunan tersebut.

Pada 1750-1752, meletus perang Banten.

Perang ini turut mengakibatkan Istana Bogor rusak berat.

Gubernur selanjutnya, yaitu Yacob Mosell, melanjutkan proses pembangunan dengan tetap mempertahankan gaya Blenheim Palace.

Sejak saat itu, ia juga tinggal di Paleis Buitenzorg, tepatnya pada 1750-1761.

Seiring dengan pergantian Gubernur Jenderal, proses pembangunan dan pengembangan Istana Bogor terus dilakukan.

Beberapa banguan dan fasilitas mulai dibangun di kompleks Istana Bogor.

Beberapa di antaranya adalah Gereja Zebaoth serta rumah sakit yang dibangun pada 1802.

Selanjutnya, Herman Willem Deandles menjadi Gubernur Hindia Belanda pada 1808-1811.

Pada saat ita memerintah, Deandles menambahkan dua bangunan baru di sayap kanan dan kiri yang mengapit bangunan induk.

Selain itu, gedung induk diubah menjadi dua lantai.

Untuk memperindah halaman Istana Bogor, Deandles mendatangkan enam pasang rusa dari perbatasan India-Nepal, pada 1811.

Sekarang, rusa tersebut terus berkembang biak hingga menjadi ikon bagi Istana Bogor.

Pada era Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles, Istana Bogor terus direnovasi agar bangunan induknya semakin menyerupai Istana Inggris.

Raffles menaruh minat yang besar terhadap botani.

Karena alasan itulah ia mengembangkan halaman belakang Istana Bogor sebagai kebun botani yang snagat luas.

Kebun tersebut dibuat dengan mengadopsi Kew Garden di Inggris.

Kebun Raya ini kemudian diresmikan oleh CGC Reinwardt, seorang guru besar dan direktur urusan Pertanian, Kerajinan, dan Ilmu, di Hindia Belanda

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal baron van der Capellen, dibangun menara berbentuk dome yang berada di tengah gedung induk.

Menara yang dibangun pada 1817-1826 ini berfungsi sebagai tempat untuk mengibarkan Belanda sekaligus memantau keamanan istana.

Pada 10 Oktober 1834, terjadi gempa hebat yang membuat sebagian besar Istana Bogor hancur.

Pada 1850, Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijemayer van Twist merobohkan sisa bangunan.

Kemudian Istana Bogor dibangun kembali dengan gara arsitektur Pallaido, yang populer di Eropa pada awal abad 19.

Kala itu, bangunan Istana Bogor diubah menjadi satu lantai.

Hal itu dilakukan mengingat Bogor yang rawan gempa pada saat itu.

Selama masa ini, Paleis Buitenzorg hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan.

Kala itu, pembangunan sudah hampir selesai.

Pada masa ini pula dibangun dua jembatan lengkung dari kayu yang menghubungkan bagungan induk dengan bangunan di sayap kanan dan kiri.

Seluruh bangunan Istana Bogor selesai pada masa Gubernur Jenderal Charles FP de Montanger, tepatnya pada 1856-1861.

Bangunan yang selesai pada masa ini merupakan bentuk Istana Bogor yang bertahan hingga sekarang. (1)

17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah: Istana Bogor
17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah: Istana Bogor (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

  • Penggunaan #


Pada 1870, Istana Bogor ditetapkan sebagai kediaman resmi gubernur Hindia Belanda.

Hal itu menjadikan seluruh aktivitas pemerintahan di era kolonial dilakukan di Istana Bogor.

Terakhir, Istana Bogor dihuni oleh Gubernur Jenderal Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg-Stachover menjadi gubernur terakhir yang menghuni Istana Bogor, tepatnya 1936-1942.

Ketika Jepang menduduki Indonesia, sang gubernur harus keluar dari Indonesia.

Hal ini sekaligus menandai penyerahan Istana Bogor kepada Jepang.

Pada masa pendudukan Jepang, Istana Bogor berfungsi sebagai markas tentara.

Bahkan, ruang bawah tanah yang ada dimanfaatkan Jepang untuk memenjarakan orang Belanda.

Pada saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Barisan Keamanan Rakyat (BKR) sempat menduduki Istana Bogor dan mengibarkan bendera merah putih.

Pengambilalihan ini gagal ketika tentara Ghurka datang dan memaksa para pemuda keluar dari Istana. (1)

Pada 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, sesuai hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Oleh karena itu, Paleis Buitenzorg diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Pada masa ini pula nama Istana Kepresidenan Republik Indonesia Bogor mulai digunakan.

Presiden Soekarno mulai memfungsikan Istana bogor sebagai kediaman, kantor, dan tempat diselenggarakannya acara kenegaraan, pada 1950. (2)

17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah: Istana Bogor
17 Agustus - Seri Tempat Bersejarah: Istana Bogor (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

  • Koleksi #


Presiden Soekarno terkenal sebagai pecinta seni.

Karena itu Istana Bogor dipenuhi dengan berbagai karya seni bernilai tinggi.

Berbagai karya seni seperti patung Presiden Yugoslavia, Josef Broz Tito, patung Sarinah karya Trubus, dan patung kepala Sang Budha dari Myanmar tampak menghiasi sisi ruang perpustakaan.

Di ruang kerja Bung Karno terdapat lukisan upacara perkawinan Rusia karya Makowski, lukisan flamboyan karya Addolf, patung Jatayu Merah, patung Wayang dari uang kepeng, keramik Thailand, dan keramik hadiah Perdana Menteri Uni Sovyet, Nikita Khruschev.

Hingga kini, lukisan yang terdapat di istana Bogor berjumlah 448 buah dan koleksi patung sebanyak 216 buah.

Istana Bogor juga mengoleksi keramik sebanyak 196 buah.

Semua karya seni bernilai tinggi tersebut kini tersimpan di museum istana Bogor. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Istana Bogor
Klasifikasi Istana Kepresidenan
Awal Pembangunan 1745
Pemrakarsa Gustaff Willem van Imhof
Arsitek Gustaff Willem van Imhof
Maps https://goo.gl/maps/cxt1b2xEHtpqSsoq8


Sumber :


1. kebudayaan.kemdikbud.go.id
2. presidenri.go.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved