17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: I Gusti Ngurah Made Agung

I Gusti Ngurah Made Agung adalah seorang Raja Badung yang diberi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya melawan pasukan Belanda di Bali.


zoom-inlihat foto
i-gusti-ngurah-made-agung.jpg
ikpni.com/puriagungdenpasar.com
I Gusti Ngurah Made Agung

I Gusti Ngurah Made Agung adalah seorang Raja Badung yang diberi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya melawan pasukan Belanda di Bali.




  • Profil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - I Gusti Ngurah Made Agung adalah seorang Raja Badung yang diberi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya melawan pasukan Belanda di Bali.

I Gusti Ngurah Made Agung lahir pada 5 April 1876, di Denpasar, Bali.

I Gusti Ngurah Made Agung adalah Raja Badung ke VII, yang merupakan penentang penjajahan Belanda.

Selain perlawanan fisik, I Gusti Ngurah Made Agung juga menentang Belanda melalui karya sastra.

I Gusti Ngurah Made Agung gugur dalam Perang Puputan Badung pada 22 September 1906. (1)

I Gusti Ngurah Made Agung
I Gusti Ngurah Made Agung (goodnewsfromindonesia.com)


I Gusti Ngurah Made Agung lahir di Puri Agung Denpasar, 5 April 1876.

Sang ayah bernama I Gusti Gede Ngurah Pemecutan atau Ida Tjokorda Gde Ngurah Pemecutan, merupakan Raja Badung kelima.

Sebagai seorang Raja, I Gusti Ngurah Made Agung dikenal sebagai sosok pemberani yang pantang menyerah membela keadilan rakyatnya. (2)

I Gusti Ngurah Made Agung dinobatkan sebagai Raja Badung VII pada 1902.

Sebagai seorang raja, I Gusti Ngurah Made Agung adalah pembela rakyatnya.

Oleh sebab itu I Gusti Ngurah Made Agung sangat menentang Perjanjian Kuta antara raja-raja Bali dengan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

I Gusti Ngurah Made Agung menganggap bahwa isi perjanjian tersebut merugikan kemerdekaan kerajaan-kerajaan di Bali termasuk Kerajaan Badung.

Selain itu pemerintah Belanda menjadi turut ikut campur dalam masalah internal kerajaan-kerajaan di Bali.

Dalam perjanjian dengan Belanda beberapa hukum adat dilarang untuk dilakukan.

Pertama, hukum tawan karang yang sudah diterapkan sejak masa Blai Kuno.

Prasasti Bebetin yang berangka tahun 896 Masehi dan Prasasti Sembiran dengan angka tahun 923 Masehi menjelaskan bahwa dalam adat tawan karang, Raja-raja Bali berhak menyita kapal yang terdampar di wilayah kekuasaan mereka dan merampas seluruh muatannya.

Kedua, pelaksanaan upacara mesatye (pengorbanan bunuh diri permaisuri) dalam upacara pembakaran jenazah Raja Tabanan pada 25 Oktober 1903.

  • Melawan Penjajah


I Gusti Ngurah Made Agung adalah seorang raja yang mencintai budaya dan adat Bali.

Perjuangan I Gusti Ngurah Made Agung dilakukan melalui karya-karya sastra yang membangkitkan semangat perjuangan melawan penjajah.

Beberapa karya hasil tulisan I Gusti Ngurah Made Agung adalah:

  • Geguritan Dharma Sasana
  • Geguritan Niti Raja Sasana
  • Geguritan Nengah Jimbaran
  • Kidung Loda
  • Kakawin Atlas
  • Geguritan Hredaya Sastra
  • Geguritan Purwasengara

I Gusti Ngurah Made Agung selalu memberi pesan moral kepada rakyatnya agar selalu bersiap mengangkat senjata melawan penjajah.

Perang Puputan Badung
Perang Puputan Badung (staticflickr.com)


Pada 27 Mei 1904, Kapal Sri Kumala milik pedagang peranakan Cina yang berbendera Belanda terdampar di kawasan Pantai Sanur.

Sesuai hukum adat, warga Sanur menjarah seluruh muatan kapal, membuat sang saudagar kemudian melapor ke Belanda.

Pasalnya, Kerajaan Badung sudah menyepakati perjanjian dengan Belanda untuk menghapus hukum tawan karang pada 29 November 1842.

Pada September 1906, Pemerintah Hindia Belanda membentuk pasukan di bawah komando Jenderal Mayor M B Rost van Tonningen.

Belanda memanfaatkan pelanggaran itu untuk menyerang Kerajaan Badung.

I Gusti Ngurah Made Agung tidak gentar menghadapi rencana Belanda itu.

Pada 20 September 1906, Belanda melancarkan serangan-serangan bom ke Denpasar.

I Gusti Ngurah Made Agung mencoba bertahan dan berusaha menyelamatkan rakyat Badung.

Tidak gentar menghadapi 3 batalyon infrantri dan 2 batalyon pasukan artileri, I Gusti Ngurah Made Agung memberi titah "puputan" yang berarti berperang habis-habisan hingga titik darah terakhir.

Pada perang Puputan Badung tersebut, I Gusti Ngurah Made Agung dan pasukan gugur di medan perang.

Puputan Badung
Puputan Badung (puriagungdenpasar.com)

  • Pahlawan Nasional


Karena gugur di medan perang,  I Gusti Ngurah Made Agung diberi gelar Ida Betara Tjokorda Mantuk Ring Rana (Raja yang gugur di medan perang).

Pemerintah Bali mengabadikan  I Gusti Ngurah Made Agung dengan pendirian patung di perempatan Jalan Veteran Denpasar-Jalan Pattimura, Denpasar.

Lokasi itu adalah lokasi paling dekat dengan tempat terjadinya Puputan Badung.

I Gusti Ngurah Made Agung diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/2015 yang ditandangani 4 November 2015. (3)

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Nama I Gusti Ngurah Made Agung
Lahir Denpasar, 5 April 1876
Meninggal Badung, 22 September 1906
Ayah I Gusti Gede Ngurah Pemecutan
   


Sumber :


1. tirto.id
2. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
3. pahlawancenter.com


Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved